SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
Episode ke-24


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu dan tidak terasa bagi mereka ternyata mereka sudah satu Minggu berlibur dan kini waktunya untuk mereka semua kembali ketempat mereka masing-masing.


Grace beserta dengan direktur itu berada dalam satu mobil.


Didalam mobil Grace hanya terdiam, sementara Direktur itu diam-diam sedang memperhatikan Grace.


saat Direktur itu melihat Grace, Grace juga sebaliknya melihat kearah direktur nya itu. Direktur tersebut merasa malu dan menjadi salah tingkah.


" ada apa Bapak memperhatikan saya?" kata Grace


" tidak ada apa-apa, aku hanya merasa duduk bersebelahan dengan patung saja." kata Direktur itu


" Bapak mengatakan bahwa patung nya adalah saya begitu??" kata Grace


" ya terus apa lagi dong namanya?? sedari tadi kamu hanya diam saja tidak ada sepatah kata pun yang kamu katakan." kata Direktur itu


" apa perlu saya harus teriak-teriak di dalam mobil ini agar orang-orang tahu bahwa saya sedang bersama dengan direktur mereka yang songong itu?" kata Grace


" siapa suruh kamu untuk berteriak, aku menyuruh mu hanya untuk berbicara" kata direktur itu


" apakah itu sejenis perintah yang harus saya lakukan??" kata Grace


" yah.... kira-kira seperti itu" kata direktur itu


" lalu bagaimana jika saya menolak nya?" kata Grace


" aku adalah bos, setiap perkataan ku tidak boleh dibantah oleh orang yang bekerja dibawah naungan ku" kata Direktur itu


"selalu saja itu yang bapak katakan, bahkan saya sudah sangat bosan mendengar nya. lagipula kan itu menurut bapak?? lalu bagaimana jika saya menolak setiap perintah bapak, apa bapak akan memecat saya?? kalau begitu saya akan semakin sering untuk membantah bapak" kata Grace


" apa kamu lupa dengan suami mu Grace??" kata Direktur itu


" bapak hanya berani mengancam ku dengan membawa-bawa suamiku. baiklah.... suamiku bukan orang yang lemah seperti bapak, saya yakin dia juga tidak akan tinggal diam jika dia tahu bahwa bapak menekan saya dengan alasan untuk menghancurkan nya." kata Grace


" apa kamu begitu yakin bahwa suami mu sehebat itu?" kata direktur itu


" hebat atau tidak aku tidak perduli, lagi pula dia bukan anak kecil yang harus selalu butuh perlindungan dari ibunya disaat teman-teman nya mengganggu nya" kata Grace


" dengan kamu berbicara begitu, apakah ini berarti kamu sudah tidak perduli lagi dengan suami mu?" kata Direktur itu


" buat apa saya harus memperdulikan nya. sudah saya katakan bahwa dia bukan anak kecil lagi" kata Grace


" tetap saja aku tidak akan membiarkan mu untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mu" kata direktur itu

__ADS_1


" baiklah.... kalau begitu saya akan melakukan apapun yang saya inginkan" kata Grace


" itu tidak akan pernah terjadi" kata direktur itu


" terserah pada bapak saja" kata Grace


" akh..... aku kadang berpikir kenapa aku harus tertarik dengan orang seperti mu, cantik bukan, pintar juga bukan dan keras kepala iya..." kata Direktur itu


" itu masalah bapak sendiri, dan saya tidak perduli jika bapak berpikiran seperti itu kepada saya. Bahkan saya malah berpikir, kenapa lah saya tidak bisa tertarik pada bapak yang tampannya bagaikan titisan dewa, pengusaha kaya dan bahkan di kagumi banyak para wanita " kata Grace


" itu artinya kamu mengakui saya tampan." kata direktur itu


" iya, saya akui bapak tampan dan bahkan pria tertampan dari pria yang pernah ku temui sebelumnya." kata Grace


" itu artinya secara tidak langsung kamu menyukai ku" kata direktur itu


" bapak jangan kepedean dulu, walaupun bapak tampan tetapi aku tidak tertarik sedikitpun pada bapak, karena bapak bukan tipeku" kata Grace


" memang nya tipe kamu seperti apa?" kata direktur itu


" yang jelas pria lajang yang belum menikah, dan tentunya setia, bukan pria kaleng-kaleng" kata Grace


" apa kamu bilang??? aku pria kaleng-kaleng??" kata Direktur itu


" beraninya kamu mengatakan itu dihadapan ku" kata Direktur itu


" lalu apa perlu aku mengatakan itu lewat Laras?" kata Grace


" memang benar iya... mulut wanita itu ada dua dan tidak akan pernah bisa dikalahkan dalam hal berdebat" kata direktur itu


" sudah tahu begitu kenapa tidak diam saja" kata Grace


" kamu sudah sangat jauh berubah, dulu saat kamu masih kecil kamu tidak seperti ini." kata direktur itu


" apa maksud bapak mengatakan hal itu kepada saya?? Apa bapak sudah lama mengenal saya??" kata Grace


" tidak... saya hanya asal mengatakan nya saja, lagi pula mana mungkin orang seperti saya mengenal mu" kata Direktur itu


" saya harap juga begitu" kata Grace


" apa memang tidak ada sedikitpun kamu tertarik untuk ku?" kata direktur itu


" sudah saya katakan bapak bukanlah tipeku." kata Grace

__ADS_1


Namun terlintas di pikiran Grace untuk membalikkan apa yang sudah di lakukan Alvaro kepada nya.


" hm.... bagaimana jika saya bermain-main dengan nya" batin Grace


" tapi jika saya pikir-pikir kan lagi sih, bapak tidak terlalu buruk untuk dijadikan selingkuhan" kata Grace


" Grace apa maksudmu??" kata Direktur itu


" apa tawaran hari itu masih berlaku pak?" kata Grace


" tawaran apa??" kata direktur itu


" bapak pernah mengajak saya untuk berselingkuh dengan bapak, apa Bapak melupakan itu?" kata Grace


" Grace ada apa dengan mu?? kenapa kamu tiba-tiba membahas hal itu." kata Direktur itu


" ayolah pak... bukan kah bapak menyukai ku?" kata Grace


" iya... aku memang menyukai mu, tapi aku hanya bingung dan heran saja kenapa kamu tiba-tiba seperti ini" kata direktur itu kebingungan


" saya menyesal telah menolak bapak tempo hari, namun setelah ku pikir-pikir kan kembali mainan seperti bapak terlalu bagus untuk dibuang, bagaimana jika saya memakainya terlebih dulu setelah itu baru dibuang" kata Grace


" apa??? Jadi kamu menganggap ku hanya sebuah mainan bagimu?" kata direktur itu bertanya dengan perasaan kesal dan bercampur marah


" memang harus seperti itu kan??? bapak bukanlah suami ku yang harus mendapatkan posisi istimewa. bukankah perselingkuhan itu dilakukan hanya untuk bermain-main saja?? apa saya salah menganggap bapak hanya sebuah mainan?" kata Grace


" tapi aku masih belum habis pikir Grace kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini, apa kepala mu terbentur saat di penginapan?" kata direktur itu


" hm.... saya juga merasa pikiran saya sudah tidak waras lagi setelah saya tahu sebuah kebenaran ini" kata Grace tersenyum kecut


" kebenaran??? kebenaran apa yang kamu ketahui???" kata Direktur itu dengan panik


" kenapa wajah bapak terlihat panik seperti itu?? bapak tenang saja, ini tidak ada kaitannya dengan bapak" kata Grace


" lalu apa yang sudah kamu ketahui??" kata Direktur itu


" apa harus saya katakan semuanya pada bapak? saya juga masih punya privasi sendiri kan?" kata Grace


" aku hanya heran saja melihat perubahan sikap kamu ini Grace" kata direktur itu


" sudahlah.... mari kita lupakan soal semuanya, saya merasa lelah bisakah bapak memberiku ijin untuk beristirahat??" kata Grace


" iya sudahlah kalau begitu, kamu istirahat lah" kata direktur itu

__ADS_1


__ADS_2