
Setelah satu jam kemudian kini Laras terbangun namun dia sudah berada didalam Markas.
ternyata para bodyguard itu membawa Laras ke markas Setelah mereka tahu bahwa Grace telah diculik.
" aduh... kepalaku sangat pusing." kata Laras menyadari dia berada di Markas.
"Laras apa yang terjadi? Dimana Grace?" kata Alvaro
" kak Al?? kakak ipar,,,, memang nya apa yang terjadi??" kata Laras karena dia masih belum sadar sepenuhnya.
" Grace diculik." kata Alvaro
" apa??? siapa yang melakukan itu, bagaimana mungkin." kata Laras
" itu karena kecerobohan kamu, kamu selalu saja membuat masalah." kata Martin
" tapi aku selalu bersamanya," kata Laras berhenti berbicara karena dia langsung mengingat kejadian di toilet.
" apa kamu melihat orang nya?' kata Alvaro
" tidak.... aku tidak bisa melihat wajah mereka, mereka bertiga mengenakan cadar dan kacamata hitam." kata Laras
Alvaro langsung menutup kedua matanya dan menarik nafas yang panjang.
" apa kalian tidak mengingat wajah-wajah orang yang keluar dari toilet itu?"
__ADS_1
" Laras bilang tiga orang wanita bercadar masuk ke toilet, dan salah satu dari mereka sedang hamil juga. itu berarti tiga orang wanita bercadar keluar dari dalam toilet dan salah satu diantara mereka hamil, dan yang hamil itu adalah Grace."
" mereka tahu bahwa di perhiasan yang digunakan Grace terpasang GPS, itu sebabnya mereka menyuruh Grace untuk meninggalkan semua nya tanpa membawa apapun.'
"'dan salah satu dari mereka bertiga pasti mengganti pakaiannya agar para pengawal Grace tidak mencurigai nya. setelah ke-tiga wanita bercadar ini keluar dari dalam toilet, apa kalian mengingat wajah wanita berikutnya?"
" karena aku yakin jarak mereka keluar dari dalam toilet tidak lah jauh." kata Alvaro
" kami tidak mengingat nya tuan, karena begitu banyak wanita yang keluar masuk kedalam toilet itu" kata Salah satu dari bodyguard itu.
" hubungi Roy." kata Alvaro kepada Martin
Martin pun langsung menghubungi Roy namun Roy tidak mengangkat nya.
" dia tidak menjawab tuan." kata Martin
" sebaiknya jangan tuan, jones masih mencurigai orang yang menyelamatkan tuan tempo hari. jika tuan menemuinya dalam waktu dekat ini maka jones bisa langsung membunuh Roy." kata Martin
" lalu kita harus bagaimana, aku tidak tahu apakah anak dan istri ku baik-baik saja sekarang? bagaimana jika mereka menyakiti istri dan anakku."
" dari dulu inilah yang aku takutkan, ternyata yang aku takutkan telah terjadi." kata Alvaro
" tuan tenangkan dirimu, tidak akan terjadi apa-apa pada nyonya" kata Martin
" aku tidak bisa tenang Martin "
__ADS_1
" Danvers bagaimana dengan CCTV nya, apa kamu menemukan nya" kata Alvaro
"pada saat keluar dari dalam mall mereka menggunakan plat mobil XXXX tuan, mereka menuju jalan S namun setelah jalan S mereka mengganti mobil tuan, sementara di jalan S terdapat persimpangan jalan, tiga arah yang berbeda."
" setelah disini mereka menggunakan tiga mobil yang sama dan plat mobil yang sama, kita tidak tahu mobil yang mana yang digunakan nyonya tuan." kata Danvers
" periksa Kemana tujuan ketiga mobil itu. kita harus bergerak sekarang dan kita harus terbagi tiga." kata Alvaro
" bagaimana jika ini jebakan lagi tuan." kata Danvers
" saya tidak perduli ini jebakan atau tidak, yang terpenting sekarang adalah keselamatan istri dan anakku." kata Alvaro
" saya tahu kemana mereka membawa istri dan anak mu." kata Vivet tangan kanan Bondan yang masih mereka tahan.
" kemana mereka membawa istri dan anakku, sebagai jaminannya aku akan membebaskan mu" kata Alvaro
" pertama-tama lepaskan dulu aku dari sini kata Vivet.
" apa kamu mencoba menipu kami?" kata Martin namun Alvaro hanya terdiam melihat kearah Vivet.
" tidak ada waktunya untuk bermain-main, Bondan bisa saja membunuhnya jika kau terlambat sedikit saja." kata Vivet
" lepaskan dia" kata Alvaro
" tapi tuan" kata Danvers dan Martin.
__ADS_1
" saya bilang lepaskan dia...apa kalian mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada istri dan anakku?" kata Alvaro Marah.
Martin memberikan perintah kepada Danvers melalui kedua matanya.