
Vivet berjalan dengan keadaan sempoyongan di areal rumah Bondan.
" tolong....tolong....tolong aku" kata Vivet minta tolong kepada para penjaga rumah Bondan.
" lihat... bos Vivet telah kembali, ternyata dia masih hidup." kata salah satu pengawal yang melihat Vivet.
" bos....." kata para pengawal itu berlari kearah Vivet untuk membantunya.
Pada saat itu Bondan sedang berada di dalam kamarnya , salah satu pengawal berlari kearah Bondan.
" tuan, bos Vivet telah kembali." kata pengawal tersebut
" apa??? apa dia masih hidup?" kata Bondan
" dia masih hidup tuan, tapi dia terluka parah." kata pengawal itu.
" cepat bawa dia keruang perawatan." kata Bondan dan langsung pergi melihat Vivet.
Vivet pun langsung menyusul ke ruang perawatan.
" apa yang terjadi,...."
" Vivet kamu masih hidup." kata seorang wanita yang berada diruang perawatan itu.
Dia adalah Adifa, Bondan mengadopsi nya dari panti asuhan saat dia kecil, seluruh biaya hidup dan biaya sekolah Adifa Bondan yang menanggung namun dia harus jadi dokter.
setelah Adifa jadi Dokter, dia akan bekerja untuk Bondan. Adifa mencintai Vivet namun Vivet tidak pernah menanggapi perasaan Adifa, karena Adifa anak angkat Bondan.
" berbaring lah aku akan memeriksa keadaan mu." kata Adifa
Tidak lama kemudian Bondan menemui Vivet.
" Vivet kamu tidak apa-apa?" kata Bondan
__ADS_1
" pah Vivet terluka parah, papah jangan ajak dia bicara biarkan dia istirahat dulu." kata Adifa.
" saya pikir mereka telah membunuh mu." kata Bondan
" mereka tidak akan membunuh ku dengan semudah itu." kata Vivet
" katakan bagaimana kamu bisa kabur." kata Bondan
" selama ini mereka memukuli aku karena aku tidak memberikan informasi mengenai tuan, tapi hari ini mereka semua sibuk karena aku dengar seseorang telah menculik istri dari pemimpin mereka."
" akibat dari itu, aku mempergunakan kesempatan ini untuk kabur karena hari ini mereka tidak mengawasi ku." kata Vivet
" kenapa tidak dari awal saja kita lakukan ini pah, lihatlah seandainya kita bergerak lebih cepat maka Vivet tidak akan terluka parah seperti ini." kata Adifa
" ternyata dugaan ku benar bahwa ini perbuatan orang Kita" kata Vivet
" kami yang menculiknya, dan kami mengurungnya di pulau J." kata Adifa
" benarkah?? lalu bagaimana dia sekarang aku ingin memberikan Erlando pelajaran atas apa yang diperbuat nya padaku selama ini. aku ingin menyaksikan kehancurannya, tuan berikan aku kesempatan untuk membalas Erlando." kata Vivet
" akh... cepat periksa lukaku " kata Vivet pada Adifa.
" papah pergilah sana, aku ingin mengobati lukanya." kata Adifa
" setelah keadaan mu membaik, temui saya keruangan saya." kata Bondan
" baik tuan" kata Vivet Setelah itu Bondan pergi meninggalkan ruang perawatan.
" aku pikir mereka telah membunuh mu." kata Adifa
" cepatlah obati luka ku, Setelah ini aku ingin istirahat." kata Vivet
setelah beberapa menit kini Adifa sudah siap mengobati Vivet.
__ADS_1
" istirahatlah dulu, nanti sekitar satu jam kedepannya aku akan memeriksa mu kembali." kata Adifa
" tunggu sebentar," kata Vivet
" ada apa?" kata Adifa
" bisakah kamu memberiku obat tidur dengan dosis yang tinggi" kata Vivet
" untuk apa?, aku sudah membuat pil tidur untuk mu." kata Adifa
" aku tidak bisa meminum obat tablet, berikan aku berupa cairan" kata Vivet
" tapi jika dia obat cair dosis nya sangat tinggi." kata Adifa
" itu yang aku perlukan, selama satu Minggu ini aku tidak bisa tidur, dan setelah ini aku rasa aku akan mengalami mimpi buruk atas apa yang aku alami. aku ingin tidur tanpa bermimpi. tolong bantu aku." kata Vivet
" tapi jika kamu meminumnya maka kamu bisa bangun tiga atau empat jam ke depan." kata Adifa
" tidak apa-apa itu yang aku butuhkan." kata Vivet
" baiklah jika kamu memaksakan aku." kata Adifa
" dan iya bisakah kamu memberikan aku obat bius?" kata Vivet
" iya kamu tunggu sebentar" kata Adifa dan beberapa detik kemudian kini Adifa membawakan sebuah suntik berisi cairan.
" kamu mau apa?" kata Vivet saat melihat Adifa ingin menyuntikkan nya cairan.
" aku akan menyuntikkan cairan ini ke tubuh mu agar tidak terasa sakit." kata Adifa
" tidak.... tidak.... biar aku saja yang melakukan nya, jika kamu yang melakukan nya maka itu akan terasa sakit dan membuat ku takut." kata Vivet
" baiklah jika begitu, ini obat biusnya dan ini obat tidur yang kamu butuhkan." kata Adifa
__ADS_1
" terimakasih" kata Vivet
setelah itu Adifa pergi meninggalkan Vivet.