
Bondan menyadari seperti ada sesuatu yang ingin Vivet perbuat padanya, dengan cepat-cepat Bondan menangkap tangan Vivet dan melihat sebuah suntik di tangan nya.
" apa ini,,, kamu ingin menipuku?" kata Bondan memukul tangan Vivet dan seketika jarum tersebut terjatuh ketempat yang sedikit jauh.
perkelahian pun terjadi antara Bondan dan Vivet, Bondan sangat mengerti dan ahli di bidang belah diri jika melihat kemampuan nya dia pantas mendapatkan gelar sebagai Master.
Bondan sangat susah di lumpuhkan, sementara Vivet masih keadaan terluka.
Sudah tujuh menit berlalu, perkelahian mereka belum mendapat hasil sementara Alvaro sudah sangat cemas dan ini sudah malam, dia tidak tahu bagaimana keadaan istri dan anaknya belum lagi itu kabar dari Vivet pun belum juga Ada.
Alvaro berpikir sesuatu terjadi pada Vivet, akhirnya dia pergi langsung ke rumah Bondan untuk memastikan keadaan Vivet.
Kini Vivet sudah berhasil di lumpuhkan oleh Bondan, Vivet terbaring dilantai dengan keadaan babak belur, kepalanya terluka dan berdarah, bibir dan hidungnya juga terluka dan berdarah juga.
" kamu pikir kamu bisa mengalahkan saya bagiku kamu hanya lah seekor anjing, jika anjing yang dipelihara berani mengigit tuannya maka anjing tersebut akan dibunuh."
" begitu juga dengan mu, saya akan membunuhmu karena kamu sudah berani menghianati saya." kata Bondan menembak Vivet.
__ADS_1
Doar.....
" akh....sialan kamu berani masuk kerumah ku" kata Bondan kesakitan karena Alvaro menembak tangan Bondan dan Bondan pun langsung mengambil Hp nya.
senjata api yang dipegang oleh Bondan langsung terjatuh tepat di badan Vivet, Vivet langsung mengambil senjata tersebut.
Kini Bondan menghubungi anak buah nya. namun Vivet langsung menghentikan Bondan. Vivet langsung mengarahkan senjata tersebut tepat di kepala Bondan.
" jatuhkan ponsel mu jika tidak aku akan meledakkan kepala mu" kata Vivet
Namun kini Hp tersebut sudah tersambung.
Vivet menendang Ponsel tersebut kearah Alvaro dan Alvaro pun langsung mengambil ponsel itu.
" duduk dan tiarap" kata Vivet pada Bondan, kini Bondan tidak berdaya dia pun menuruti permintaan Vivet.
" bawakan kesini cairan itu" kata Vivet pada Alvaro.
__ADS_1
Alvaro pun mengambil suntik yang berisi cairan itu dan langsung menyuntikkan nya kepada Bondan.
Kini Bondan sudah tidak bisa menahan kesadaran nya dan perlahan dia sudah kehilangan kesadaran nya.
" cepatlah pergi, kita tidak punya waktu banyak. mereka semua akan terbangun sebentar lagi." kata Vivet membuka sebuah rak buku dan ternyata rak buku itu adalah pintu menuju pulau J.
" lalu bagaimana denganmu? apa kamu tidak ikut bersama ku" kata Alvaro
" aku akan menyusul mu bersama dengan yang lain, untuk saat ini hanya aku yang mengetahui tempat itu dan mereka membutuhkan aku. cepat pergilah kasihan istrimu."
" Ingat, Setelah kamu sudah menyelamat istri mu segeralah beri kami kabar " kata Vivet
" baik....terimakasih banyak" kata Alvaro masuk kedalam terowongan itu.
Setelah Alvaro pergi kini Vivet pun langsung pergi menemui Vanders dan yang lainnya.
kini sudah dua jam berlalu, dan Alvaro sudah tiba ditempat itu. Alvaro membuka pintu itu dan ternyata Alvaro tiba di sebuah ruangan yang sangat mewah sepertinya itu ruangan kerja Bondan.
__ADS_1
Alvaro berjalan kearah pintu luar, dengan pelan-pelan Alvaro membuka pintu akan tetapi pengawal sangat banyak yang berjaga diluar.