
Keesokan harinya, seperti yang direncanakan hari ini adalah hari dimana PT.MCF akan diserahkan kepada Alvaro.
Semua Pemegang saham sudah berkumpul di ruang rapat PT. MCF.
sementara di tempat lain.
" bos gawat bos." kata Pardy
" ada apa??" kata Jones
" menurut mata-mata hari ini ibu Anggun akan menyerahkan Perusahaan MCF Kepada Erlando bos." kata Pardy
" bukannya kamu bilang selama ini hubungan mereka tidak baik, lalu bagaimana mungkin ini bisa terjadi?." kata Jones
" saya Juga tidak tahu bos, dan semuanya terjadi begitu tiba-tiba." kata Pardy
" pantasan Anggun mengumpulkan kami semua para pemegang saham di MCF, ternyata ini tujuan nya "
" ubah rencana kita." kata jones
" apa yang akan kita lakukan bos?" kata Pardy
" bukan kah malam ini kita berencana akan membunuh Erlando? sekarang ganti rencana, Persiapkan semuanya kita tangkap Erlando pagi ini juga, jangan sampai dia menghadiri rapat di perusahaan MCF."
" MCF tidak akan jatuh ke tangan nya sampai kapanpun." kata Jones mengepalkan tangannya.
" baik bos, jika begitu saya undur diri." kata Pardy
setelah itu Jones pun langsung berangkat ke perusahaan PT.MCF.
Pardy pun kini sibuk untuk mengumpulkan anggotanya karena mereka tiba-tiba merubah rencana, jadi mereka harus bergerak lebih cepat lagi.
__ADS_1
Pardy menyuruh beberapa anggotanya untuk menculik Alvaro.
Setelah Setengah jam berlalu kini anggota Pardy mengabari bahwa Alvaro dan juga Istrinya sudah berangkat dari rumah.
" bos orang yang ada di foto ini sudah keluar dari dalam rumahnya bersama dengan seorang wanita apa yang harus kita lakukan bos." kata Anak buah Pardy
" culik mereka dan bawa mereka berdua kedalam Markas kita." kata Pardy
" baik bos" kata anak buah Pardy
kini Jones sudah tiba Di perusahaan PT.MCF, dia melihat Andrewis sedang mendorong kursi roda Anggun.
" selamat pagi ibu Anggun, sepertinya ibu Anggun sudah semakin sehat." kata Jones dengan berpura-pura perduli
" selamat pagi juga pak, terima kasih banyak saya ucapkan kepada bapak jones karena bapak jones sudah memperhatikan saya." kata Anggun
" oh ya bu Anggun, ada masalah apa sehingga ibu Anggun dengan secara tiba-tiba mengundang para pemegang saham untuk rapat." kata Jones berpura-pura tidak tahu.
" sepertinya sudah waktunya saya segera pensiun dari dunia bisnis pak" kata Anggun.
" maaf soal rencana kemarin pak, Setelah saya pikir-pikir daripada kepada orang lain MCF lebih baik jatuh ke tangan keluarga saya sendiri." kata Anggun
" maksud ibu Anggun apa?? bukan nya anak ibu lagi menyelesaikan pendidikan nya? bagaimana mungkin dia yang akan memimpin MCF, tentu kami para pemegang saham tidak akan terima, jika seperti itu lebih baik kami mencabut saham kami." kata Jones
" baik.... jika bapak ingin mencabut saham bapak yang tertanam di MCF silahkan, bagi saya itu tidak akan jadi masalah."
" dan lagi pula saya tidak mengatakan bahwa saya akan menyerahkan MCF kepada Andrewis." kata Anggun
" jika bukan Andrewis lalu siapa?" kata Jones berpura-pura tidak tahu
" Erlando Karsha, saya tahu kok bahwa bapak jones sudah mengetahui Erlando adalah anak saya."
__ADS_1
" dan saya juga tahu bahwa belakangan ini bapak jones diam-diam ingin menghancurkan anak saya dan tentunya saya sebagai seorang ibu tidak akan diam jika seseorang ingin menghancurkan anak saya." kata Anggun
" ibu Anggun tidak bisa memutuskan sendiri MCF jatuh ke tangan siapa, ibu juga harus menghormati kami para pemegang saham." kata Jones
" itu sebabnya saya mengumpulkan kalian semua." kata Anggun
" kita lihat saja, apa Erlando bisa hadir dalam rapat ini." kata Jones
" tentunya pasti hadir karena anak saya bukan orang yang mudah iremehkan. baiklah bapak jones, sekretaris saya sudah datang sebaiknya saya pamit dulu, jika masih ada yang ingin bapak sampaikan, maka sampaikan saja di ruang rapat"
" sampai bertemu di ruang rapat pak jones, permisi." kata Anggun lalu Andrewis mendorong kursi roda Anggun.
" hm... sombong sekali dia, dia begitu percaya diri bahwa anaknya akan hadir."
" lihat saja apa yang akan terjadi padamu hari ini setelah kamu tahu anakmu sudah lenyap dari muka bumi ini " kata Jones kesal, lalu dia menghubungi Pardy.
" hallo bos" kata Pardy
" bagaimana??" kata Jones
" Target sudah diamankan bos, orang kita lagi di perjalanan membawa mereka ke markas bos." kata Pardy
" bagus, dan pastikan mereka jangan kabur." kata Jones
" tidak akan bos, Karena keduanya sudah tidak sadarkan diri akibat pengaruh dari obat bius kita bos." kata Pardy
" baiklah urusan ini saya serahkan kepada mu, Setelah mereka mati, kamu urus mayat mereka dan jangan sampai ada jejak." kata Jones
" siap bos" kata Pardy
" baiklah rapat akan dimulai" kata Jones
__ADS_1
" baik bos" kata Pardy
kemudian jones masuk keruangan rapat untuk bergabung dengan yang lainnya.