SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
Episode ke-14


__ADS_3

Sore hari pun tiba, semua karyawan yang bekerja di tempat Grace bekerja sudah pada pulang, berbeda dengan direktur itu, Grace dan juga Laras.


Mereka bertiga masih saja berada di kantor itu karena Grace dan juga Laras tidak berani untuk pulang terlebih dahulu sebelum Direktur nya itu pulang.


Grace merasa bosan untuk menunggu, akhirnya Grace memainkannya ponselnya dan tanpa dia sadari Grace tertidur.


Kini sudah jam delapan malam, saat direktur dan Laras ingin pulang dia melihat Grace duduk disebuah bangku dan menyandarkan kepalanya di sebuah meja.


" Laras kamu pulang lah terlebih dahulu" kata Direktur itu


" baik pak" kata Laras


Direktur tersebut langsung masuk keruangan Grace dan membuka Jas nya, Direktur itu menutupi tubuh Grace menggunakan jas tersebut.


Dia duduk di meja tempat Grace tidur dan melipat kedua tangannya, dia memperhatikan setiap wajah Grace dan sebuah bayangan menghampiri nya.


Dimana disaat dia berumur sepuluh tahun waktu itu, keluarga direktur tersebut baru saja mengalami krisis dan akibatnya ibunya meninggalkan dia dan ayahnya.


karena tidak memiliki banyak uang, Direktur tersebut bersama dengan ayahnya harus pindah dari kota A ke kota B untuk memulai bisnis yang baru, dan saat itulah hanya ayah Grace lah yang bersedia membantu keluarga direktur itu.


Direktur itu tinggal tepat disebelah rumah Grace. sebelum mereka mengalami kesulitan dalam ekonomi semua permintaan Erlando selalu dituruti hingga dia terbiasa dengan situasi itu.


Namun setelah mereka mengalami kesulitan ayah Erlando selalu membatasi apa yang dimintanya.


Suatu hari Erlando menangis merengek-rengek untuk meminta sebuah mobil remote control yang harganya lumayan pada masa itu.


Ayah Erlando yang masih memulai berusaha untuk bangun, dia tidak menuruti perimintaan Erlando karena menurutnya itu tidaklah terlalu penting.


Grace waktu itu masih berumur lima tahun. Grace kecil hanya terdiam melihat Direktur kecil itu menangis dari balik pagar. Erlando kecil menyadari bahwa ada yang sedang memperhatikan nya.


"kenapa kamu memandang ku seperti itu?? apa kamu sedang menertawakan ku?" kata Erlando


"........" Grace kecil menggelengkan kepalanya


" lalu kenapa kamu masih disitu" kata Erlando


" Kenapa kamu menangis?" kata Grace kecil


" bukan urusan mu, urus saja urusanmu sendiri tidak usah ikut campur" kata Erlando


" kenapa kamu marah padaku?" kata Grace


" karena aku tidak suka melihat mu disitu. aku sangat membencimu" kata Erlando


" apa salah ku?" kata Grace


" salah kamu adalah karena kamu seorang perempuan, aku tidak suka dengan perempuan karena setiap perempuan itu orang jahat" kata Erlando


mendengar perkataan Erlando Grace menangis.


" aku tidak jahat, ibuku mengatakan berbuat jahat itu tidak baik" kata Grace sambil menangis.


" benarkah??? jika kamu tidak jahat, cepat belikan aku mainan" kata Erlando

__ADS_1


" memangnya kamu mau mainan seperti apa?? aku juga memiliki banyak mainan. ada boneka, ada masakan, dan banyak lagi. kalau kamu mau kita bisa sama-sama memainkan nya" kata Grace


" kamu pikir aku perempuan, aku tidak tertarik dengan permainan seperti itu" kata Erlando


" lalu mainan seperti apa yang kau mau?" kata Grace


" apa kamu mau membelinya untukku jika aku memberitahukan nya pada mu?" kata Erlando


" aku bisa memintanya kepada ayah dan ibuku, mereka pasti mau membelinya untukku" kata Grace


" tapi aku mau mainan itu milikku bukan milikmu" kata Erlando


" kita bisa sama-sama memakai nya, aku akan pinjamkan padamu" kata Grace


" sudah ku bilang, aku mau mainan itu milikku" kata Erlando


" bagaimana bisa, Mainan itukan ibu dan ayah yang membelinya. lalu kenapa jadi kamu yang punya?" kata Grace


" jika memang kamu tidak ingin membantu ku kenapa kamu banyak bertanya. aku sudah bilang, aku tidak menyukai perempuan Semua perempuan orang jahat" kata Erlando pergi meninggalkan Grace.


setelah tiga hari berlalu, Grace melihat Erlando sedang memandangi anak didepan rumahnya yang sedang memainkan mobilan itu, sepertinya Erlando sangat menginginkan mainan itu.


Grace pergi menemui ibu dan ayahnya, dia meminta kepada kedua orangtuanya agar kedua orangtuanya membelinya mainan seperti itu.


Karena pada saat itu keuangan keluarga Grace masih terbilang cukup lumayan, tanpa pikir panjang orang tua Grace menuruti permintaan Grace.


Setelah Grace mendapatkan mainan itu dia langsung menemui Erlando dan memberikan Mainan tersebut kepada Erlando.


Kebersamaan mereka berlangsung hanya tiga tahun lamanya, karena usaha orang tua Grace semakin hari semakin sukses membuat keluarga Grace harus pindah ke kota lain.


Membayangkan kejadian itu Direktur tersebut tersenyum mengingat kepolosan Grace waktu masih kecil.


Direktur itu melihat sepertinya Grace akan terbangun, dengan cepat-cepat Direktur tersebut langsung pergi meninggalkan Grace.


Kini Grace sudah membuka matanya, menyadari ternyata dia ketiduran.


" astaga, bagaimana mungkin aku bisa tertidur disini" kata Grace langsung melihat jam ternyata sudah jam setengah sembilan malam.


" apa pak direktur udah pulang apa belum?" pikir Grace namun dia menyadari sesuatu menggantung di dirinya.


" apa ini??"


" ya ampun ini kan jas pak direktur, bagaimana mungkin ini bisa disini" kata Grace langsung melepaskan jas itu.


saat Grace membuka jas tersebut dari dalam dirinya aroma jas itu sekilas tercium. Grace merasa sepertinya aroma itu pernah dia cium sebelumnya.


Grace kembali mencium jas itu dan aroma jas itu sama persis seperti aroma pria yang memeluknya tadi malam.


" apa mungkin itu dia??"


" atau apa mungkin itu kebetulan??"


" jam tangan itu?? dan bau ini?" kata Grace bertanya-tanya sendiri.

__ADS_1


tiba-tiba ponsel Grace berdering dan disana Alvaro yang menghubungi nya.


" halo " kata Grace


" kamu dimana?? sudah jam berapa ini" kata Alvaro


" maaf aku ketiduran, aku akan segera pulang" kata Grace


" cepat lah pulang Martin sudah menunggu mu " kata Alvaro


" iya aku akan segera pulang" kata Grace


Saat Grace ingin pulang dia menyadari jas itu, akhirnya Grace pergi terlebih dahulu keruangan direktur itu, Grace langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruangan itu karena dia melihat Laras sudah tidak ada di sana.


Saat Grace masuk kedalam ruangan itu, dia terkejut melihat direktur nya masih di dalam ruangan itu.


" ada apa Grace?? kenapa kamu kesini??" kata Direktur itu


" ini jas bapak, saya hanya ingin mengembalikan ini" kata Grace


" mari kita pulang, saya akan mengantar mu pulang" kata direktur itu


" tidak usah repot-repot pak, saya bisa pulang sendiri" kata Grace


" ini sudah malam Grace, tidak baik untuk mu pulang sendirian" kata Direktur itu


" saya tidak sendirian pak, suami saya sudah menyuruh seseorang untuk menjemput ku" kata Grace


" jangan pernah kamu bawa-bawa suami mu pada saat kamu sedang bersama ku" kata Direktur itu


" apa maksud bapak" kata Grace


" Grace aku sudah mengatakan padamu bahwa aku menyukai mu, jadi tolong kamu mengerti itu." kata Direktur itu


" maafkan saya pak, saya tidak mengerti dengan itu dan saya juga tidak perduli. ini jas bapak saya permisi" kata Grace pergi meninggalkan ruangan itu


" Grace tunggu..." kata Direktur itu


" ada apa lagi pak" kata Grace


" aku akan mengantarmu pulang" kata direktur itu menarik tangan Grace


" pak.... aku tidak mau, aku sudah di jemput" kata Grace berusaha untuk melepaskan dirinya.


" aku tidak perduli, ingat Grace jika kamu berani menolak maka aku akan menghancurkan Suamimu" ancam direktur itu.


mendengar itu, Grace akhirnya tidak berani untuk menolak lagi.


" baiklah kalau begitu" kata Grace


Grace langsung menghubungi nomor Alvaro, namun tidak ada jawaban. Grace mencoba menghubungi nya lagi, Alvaro tidak menjawab.


Grace terdiam sejenak dan melihat kearah direktur nya itu.

__ADS_1


__ADS_2