
Roy pun langsung menghubungi Daniel, dia menjelaskan keadaan Alvaro.
" bertahan lah sebentar lagi kita akan sampai, kita sudah berada dikawasan yang aman." kata Roy Karena mereka sudah masuk ke areal perkotaan.
Setelah beberapa menit kemudian Kini Alvaro dan Roy tiba di rumah Alvaro.
Roy membunyikan klakson mobilnya begitu panjang di depan gerbang rumah Alvaro, mendengar keributan klakson tersebut beberapa bodyguard yang sedang berjaga disana menghampiri Roy.
" siapa kamu berani mencari keributan disini" kata salah satu bodyguard itu
" cepat buka gerbang nya, tuanmu lagi terluka sekarang" kata Roy
" apa??" kata bodyguard itu dan melihat dari kaca jendela
dengan cepat-cepat bodyguard tersebut berlari dan langsung membuka gerbang itu dengan lebar-lebar.
Roy langsung menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berhenti mendadak tepat di pintu rumah Alvaro.
Martin yang sedang duduk di kursi sofa tersebut dengan emosi keluar menghampiri orang yang sudah berani mencari keributan disana.
Namun seketika wajah Martin berubah menjadi panik saat dia melihat Roy sedang memapah Alvaro.
" tuan...." kata Martin langsung mengambil alih Alvaro dari Roy.
Alvaro masih mempunyai sedikit kesadaran.
Martin membawa Alvaro ke kamar yang terdekat dengan ruang utama karena jika membawa Alvaro keatas sangat memakan waktu baginya.
__ADS_1
Roy pun mengikuti Martin masuk kedalam kamar tersebut. Grace melihat dari atas ke lantai bawah para penjaga sedang berkerumun disana akhirnya Grace penasaran dan menghampiri mereka.
" ada apa ini, kenapa kalian berkerumun disini" kata Grace dan kini matanya beralih ke pintu Karena dokter dan dua orang perawat berlari masuk kedalam rumah nya.
" dimana Erlando" kata Daniel
" dia ada di ruangan itu dok" kata salah satu pengawal itu menunjukkan sebuah ruangan, dan ruangan tersebut adalah ruangan yang selalu terkunci dan tidak pernah di masuki Grace sama sekali.
Grace yang mendengar bahwa dokter itu menyebutkan nama Erlando, dia langsung berlari kearah kamar tersebut.
Grace melihat bahwa Alvaro terluka dan kini kemeja putih yang dia gunakan berubah menjadi berwarna merah.
" Al......" kata Grace menangis dan langsung memeluk Alvaro namun Alvaro mengelus wajah Grace dengan tangan yang penuh dengan lumuran darah hingga darah tersebut menempel di wajah Grace.
Grace mengambil alih tangan Alvaro.
" aku tidak apa-apa sayang" kata Alvaro tersenyum dengan wajah yang begitu pucat.
" nona tolong menjauh dulu darisana karena kami akan menangani nya segera" kata Daniel
Grace mengerti maksud dokter tersebut diapun berdiri dan langsung mundur kebelakang.
saat itu Grace menyadari bahwa Roy juga ada disana.
Plakkkk.....( Grace menampar Roy dengan begitu keras).
" kurang ajar kamu, apa yang sudah kamu lakukan kepada suamiku." kata Grace menangis dan menarik kerah baju Roy namun Alvaro sudah mulai kehilangan kesadaran nya karena dokter menyuntikkan obat bius kepadanya.
__ADS_1
" aku tidak melakukan apa-apa." kata Roy
" bohong....ini semua perbuatan mu, kamu jahat,,,, kamu sangat jahat aku akan membunuh mu." kata Grace menggoyang-goyang kan tubuh Roy.
" Grace kamu tenang dulu, dengarkan penjelasan ku dulu." kata Roy berusaha untuk menjelaskan kejadian itu pada Grace
Namun Grace yang sudah panik dia tidak ingin mendengarkan penjelasan Roy.
" kamu pembunuh.... kamu adalah pembunuh" kata Grace berteriak seperti kesetanan.
" Grace.... Grace.... tenangkan dirimu," kata Roy namun Grace terus berteriak kepada Roy mengatakan dia pembunuh.
" Grace" kata Roy dengan suara yang keras kedua tangannya memegang badan Grace agar Grace tersadar.
Martin melihat Roy memperlakukan Grace seperti itu langsung mendorong Roy.
" jangan pernah coba-coba berbuat kasar kepada nyonya Grace, keamanan nya adalah tanggung jawab saya." kata Martin
" maafkan aku"
" Grace maafkan aku" kata Roy yang menyadari bahwa caranya tadi sedikit kasar dan menyakiti Grace.
" aku hanya menolongnya, jika aku tidak menolong nya mungkin hari ini dia tidak selamat" kata Roy.
" apa yang terjadi kepada tuan saya, bisakah anda jelaskan?" kata Martin
".......," Roy mengagukkan kepalanya
__ADS_1
Martin membawa Roy keruang tamu dan di ikuti oleh Grace.