SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-7


__ADS_3

Esok harinya pun tiba, Grace bangun sangat cepat karena hari ini adalah hari pertama baginya untuk bekerja.


Untuk menghindari kemacetan Grace berangkat dari rumah jam 05.30 pagi. dia tiba di kantor jam 6 pagi sementara jam kerja di mulai jam 8 pagi, Grace mempunyai waktu dua jam untuk membersihkan ruangan direktur nya.


Grace pergi ke pos penjagaan untuk meminta kunci ruangan direktur nya, karena Enjel kemarin sudah mengatakan kepada nya bahwa kunci ruangan direktur ada pada penjaga.


Setelah Grace mendapatkan kuncinya dia langsung cepat-cepat pergi menuju lantai 25, saat tiba di lantai 25 Grace hanya melihat dua ruangan saja yang terdapat di lantai itu yaitu salah satunya adalah ruangan Direktur.


hal yang pertama dilakukan oleh Grace, dia membuka tirai terlebih dahulu setelah itu merapikan beberapa buku yang terletak di meja kerja dan di meja tamu direktur nya.


Setelah itu, Grace mulai menyapu ruangan itu, Grace tidak lupa membersihkan meja beserta sofa dan bangku menggunakan kain lap yang basah.


Setelah selesai menyapu, Grace mengepel lantai itu dan langsung berlalu ke ruang toilet untuk membersihkan toilet khusus direktur juga, tidak terasa kini sudah jam delapan kurang. kini Grace sudah siap dengan pekerjaan nya, Grace merasa gerah dan lelah dia mencoba mengusap keringat di keningnya Karena keringat tersebut ingin terjatuh ke matanya.


Namun pada saat itu tiba-tiba pintu terbuka, melihat pintu terbuka Grace terkejut dan membiarkan tangannya menggantung di kening nya.


Grace berdiri terpaku melihat seorang pemuda berbadan tinggi sekitar 180cm, berkulit putih dan berwajah tampan. pemuda tersebut mengenakan setelan jas berwarna silver dengan baju kemeja biru muda sebagai dalamnya dan dipadukan dengan dasi berwarna hitam dan memakai sepatu tuksedo berwarna hitam.


Entah Grace terpesona dengan penampilan direktur nya atau dia yang merasa ketakutan kita tidak tahu.


pria tersebut mengerutkan kedua alisnya melihat Grace yang berdiri disana bagaikan sebuah patung.


" beraninya kamu menatap ku seperti itu, apa kamu karyawan baru disini?" kata Direktur tersebut


mendengar suara direktur nya, Grace langsung tersadar dengan lamunannya.


" ma..ma... maafkan saya pak" kata Grace langsung menundukkan kepalanya.


" saya menggaji kamu disini bukan untuk berdiri, saya gaji kamu untuk bekerja. silahkan pergi dari ruangan saya dan lanjutkan pekerjaanmu." kata Direktur tersebut


" saya permisi pak" kata Grace pergi dari ruangan itu dan tidak berani mengangkat wajahnya.


Direktur tersebut hanya diam dan langsung berjalan menuju kursinya tanpa memperdulikan Grace.


Saat Grace keluar dari ruangan itu, Grace melihat seorang wanita bertubuh ramping dan tinggi, penampilan nya sangat rapi, wajah nya juga sangat cantik, dia duduk di samping pintu ruangan direktur itu.


wanita itu tersenyum dan menunduk kepalanya kearah Grace, dia adalah wanita kemarin yang di temui Grace di ruangan HRD.


" selamat pagi bu" Sapa Grace tersenyum

__ADS_1


" bagaimana dengan pekerjaan mu?? apa kamu sudah siap membersihkan ruangan pak direktur??" kata Wanita itu


" sudah bu" kata Grace


" perkenalkan nama ku adalah Laras, kamu panggil aku kak Laras saja tidak usah memanggilku dengan sebutan ibu, panggilan itu tidak cocok untuk ku, memangnya aku terlihat tua yah??" kata Laras tersenyum


" bukan begitu maksud saya bu, eh.. kak" kata Grace gugup


" tidak usah terlalu canggung dengan ku, anggap saja aku adalah senior mu. sebenarnya pekerjaan kita berdua sama, jadi kita berdua bisa saling membantu" kata Laras


" apa kak Laras juga seorang Office, lalu kenapa kakak tidak mengenakan seragam seperti ku??" kata Grace


" hehehehe.... sebenarnya jabatan ku disini sebagai sekretaris direktur, tapi kan pekerjaan kita berdua sama. kita sama-sama mempersiapkan kebutuhan pak direktur, itu maksud ku." kata Laras


" tapi jenis pekerjaan kita berdua berbeda kak" kata Grace


" tidak,,,, jika posisi mu kosong maka akulah yang menggantikan nya. dan aku sangat merasa terbantu dengan kehadiran mu." kata Laras


" tapi aku sangat takut kak, aku takut jika aku melakukan sebuah kesalahan" kata Grace


" aku akan membantu mu agar kamu tidak melakukan kesalahan" kata Laras


" baiklah... sekarang mari ikut aku, kita akan membuatkan kopi untuk pak direktur" kata Laras


Laras membawa Grace kesebuah ruangan yang terletak di sudut lantai itu dan Grace hanya mengikuti Laras darit belakang.


" baiklah mulai dari sekarang ini adalah ruangan mu, kamu akan bekerja disini."


" lihat ini" kata Laras menunjukkan sebuah lemari gelas kepada Grace


" ini adalah gelas kesayangan pak direktur, kamu jangan pernah coba-coba memberikan salah satu dari gelas ini kepada orang lain, misalnya kepada tamu."


" ini yang paling perlu kamu ingat. jika kamu diminta membuatkan kopi hitam, maka kamu gunakan gelas yang ini, dan kamu hanya menggunakan gula satu setengah sendok takar saja, dan setelah itu gunakan kopi hitam setengah dari takaran gula ini."


" lalu gunakan air panas sampai garis ini"


" jika pak direktur meminta kamu membuat kan teh manis, maka kamu gunakan gelas yang ini, dan kamu perlu menggunakan gula hanya satu sendok takar saja lalu bubuk teh secukupnya."


" jika pak direktur meminta mu membuat kan kopi susu maka kamu gunakan gelas yang ini" kata Laras

__ADS_1


Laras menjelaskan banyak hal dan sedetail mungkin Kepada Grace tentang hal yang perlu di lakukan oleh Grace.


" baiklah Grace.. aku masih banyak pekerjaan, aku harap kamu sudah mengerti" kata Laras


" baiklah kak, terima kasih banyak" kata Grace


" kalau begitu aku pergi dulu" kata Laras


setelah kepergian Laras, tidak berapa lama kemudian telepon yang terdapat di ruangan Grace berdering.


Dengan ragu-ragu Grace mengangkat telepon tersebut.


" hallo.. sel.." kata Grace, namun sebelum Grace selesai berbicara kini sang penelepon sudah memotong pembicaraannya terlebih dahulu.


" buatkan saya kopi hitam sekarang juga," kata penelepon


" bai...." tut.. tut... suara telepon terputus


Dengan cepat-cepat Grace membuat kan permintaan direktur tersebut, Grace kembali membuka catatan yang baru saja dia tulis saat Laras menjelaskan semuanya.


" mudah-mudahan tidak terjadi kesalahan" batin Grace Setelah itu Grace membawa nampan gelas itu menuju ruangan direktur nya.


saat Grace tiba di pintu ruangan, dia melihat bangku yang di duduki Laras kosong sepertinya Laras ada pekerjaan.


Grace mencoba mengetuk pintu dari luar, namun Grace tidak ada mendengar suara menyuruhnya masuk.


Grace mencoba mengetuk pintu kedua kalinya, namun tetap saja tidak ada Jawaban.


Grace mencoba mengetuk pintu untuk ketiga kalinya, Setelah itu Grace menempelkan sebelah telinga nya ke daun pintu tersebut berharap dia mendengarkan sesuatu.


Namun pada saat itu juga pintu tiba-tiba terbuka, Grace tidak sengaja menabrak direktur nya dan akibatnya kopi yang di bawa oleh Grace tumpah dan mengenai perut direktur tersebut.


" akh....." kata direktur tersebut


" kamu berani-beraninya menyiram ku." kata direktur itu kepada Grace


" ma...ma... maaf kan saya pak" kata Grace panik


Grace langsung berlari menuju meja kerja bos nya itu, dia meletakkan nampan itu dan langsung meraih beberapa lembar tissue.

__ADS_1


__ADS_2