SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE KE-45


__ADS_3

Grace langsung masuk kedalam kamar mereka untuk istirahat.


" Grace kamu masuk lah terlebih dahulu, aku keruangan kerja dulu soalnya ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan."


" tidak usah menunggu ku, tidur lah lebih dulu" kata Alvaro


" baiklah, jangan terlalu lama didalam dan ingat untuk istirahat." kata Grace


Grace pun masuk kedalam kamarnya Setelah itu dia langsung mandi. setelah dia selesai dia berniat membuat kan Alvaro teh terlebih dahulu baru dia tidur.


Grace turun kebawah untuk membuatkan Alvaro teh, Setelah selesai dia membawa teh tersebut keruangan kerja Alvaro.


Grace masuk kedalam ruangan Alvaro tanpa mengetuk dan kebetulan Alvaro pun lupa mengunci pintunya.


Grace melihat Alvaro menangis dan memukul-mukul tembok beberapa kali, Alvaro tidak menyadari keberadaan Grace Karena dia membelakangi pintu dan menghadap ke tembok.


Sesekali Alvaro membanting-banting kan kepalanya ke tembok dengan pelan sambil beberapa kali memukul tembok tersebut.


Grace meletakkan teh itu di atas meja kerja Alvaro Setelah itu dia menghampiri Alvaro.


" kamu tidak seharusnya seperti ini." kata Grace memeluk badan Alvaro dari belakang.


" sejak kapan kamu disini." kata Alvaro

__ADS_1


" itu tidak perlu aku sejak kapan disini."


" jangan keras kepala, temuilah ibu mu. tidakkah kamu merasa kasihan padanya?"


" aku tahu apa yang kamu rasakan, sebenarnya kamu sangat menyayanginya tapi kamu mengabaikan perasaan itu karena kamu dikuasai oleh ego mu sendiri." kata Grace


" apa yang harus aku lakukan?? semuanya sudah terlambat" kata Alvaro menangis membalikkan badannya dan memeluk Grace.


" belum terlambat, masih ada waktu mu. pergunakan lah dengan sebaik mungkin." kata Grace


" tapi aku sudah sangat jahat kepada nya, aku tidak pantas untuk menemuinya." kata Alvaro


" dia tidak pernah melihat kesalahan mu, baginya kamu ada untuk nya itu sudah lebih dari cukup. sekarang cepatlah temui beliau sebelum hal buruk terjadi padanya." kata Grace


" Terimakasih banyak Grace, kamu sudah menyadarkan aku, sekarang ayo kita temui Mamah." kata Alvaro


Alvaro dan Grace langsung pergi menuju rumah sakit.


" Andrewis..." panggil Alvaro


" kak Al......" kata Andrewis berlari dan langsung memeluk Alvaro.


" terimakasih banyak kak, kamu sudah datang." kata Andrewis

__ADS_1


" bagaimana keadaan Mamah." kata Alvaro


" mami ada didalam kak, temuilah dia." kata Andrewis


Kemudian Alvaro mensterilkan dirinya dan setelah itu dia masuk keruangan Anggun.


Alvaro melihat Anggun terbaring lemah dan tidak sadarkan diri diruangan itu. keadaan hening dan hanya suara alat-alat medis yang terdengar disana.


" Mah.... " kata Alvaro memegang tangan Anggun


" mah..... maafkan aku...aku tidak seharusnya seperti itu pada Mamah."


" tolong bangun lah, kasih aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku." kata Alvaro menangis dan mencium tangan Anggun.


Anggun mendengar suara Alvaro dia pun merasakan Alvaro memegang tangan nya namun dia terlalu lemah sehingga untuk membuka kedua matanya dia pun sudah tidak sanggup.


Tanpa disadari Alvaro, anggun meneteskan air matanya.


" apa mamah akan menyerah begitu saja? apa mamah tidak ingin melihat cucu mamah? sebentar lagi dia akan lahir mah."


setelah Alvaro mengatakan hal itu tiba-tiba keadaan Anggun semakin memburuk.


tiiiiiiiittt....(suara mesin kesehatan Anggun)

__ADS_1


" Dokter...... Dokter.....) Alvaro memanggil dokter dengan perasaan panik.


sementara di luar ruangan Andrewis dan Grace juga merasa panik saat melihat Dokter dan beberapa perawat berlari menuju ruangan Anggun.


__ADS_2