SUAMIKU LELAKI MISTERIUS

SUAMIKU LELAKI MISTERIUS
EPISODE ke-12


__ADS_3

Saat Grace kembali keruangan nya, Hp nya berdering dan ternyata Alvaro yang menelepon nya.


" ya halo, ada apa?" kata Grace


" cepat segera kamu serahkan pengunduran diri mu dari perusahaan itu." kata Alvaro


" bagaimana mungkin, itu tidak bisa terjadi." kata Grace


" kenapa tidak bisa terjadi?? itu hak kamu" kata Alvaro


" iya tapi aku sudah menandatangani surat perjanjian kontrak" kata Grace


" kamu tidak usah pikirkan itu, kamu tinggal bayar dendanya" kata Alvaro


" tapi dendanya sangat besar" kata Grace


" kamu tidak usah pikirkan itu, kamu cek saldo mu sekarang aku sudah mengirimkan uang nya" kata Alvaro


" tapi aku masih ingin bekerja" kata Grace


" apa kamu menyukai bos mu itu?" kata Alvaro


" bukan seperti itu, tapi aku membutuhkan pekerjaan " kata Grace


" kamu bisa bekerja di tempat yang lain" kata Alvaro


" di tempat lain apa?? sedangkan mendapatkan ini saja aku sudah sangat susah. kamu pikir ada orang yang akan menerima ku bekerja di perusahaan mereka jika mereka tahu bahwa aku hanya seorang napi." kata Grace


" apa kamu kekurangan uang?? apa uang yang saya berikan kepada mu tidak cukup?" kata Alvaro


" bukan begitu, uang yang kamu berikan padaku sudah sangat lah cukup. hanya saja aku tidak bisa menerima uang itu begitu saja." kata Grace


" kenapa tidak?? saya adalah Suamimu jadi saya berhak menafkahi kamu, dan itu adalah hak mu" kata Alvaro


" tapi diam di rumah pun aku sangat bosan, tidak ada yang bisa kulakukan" kata Grace


" pokoknya aku mengijinkan mu bekerja tapi jangan di Perusahaan itu" kata Alvaro


" lalu dimana lagi??" kata Grace

__ADS_1


" terserah mu dimana saja, yang jelas saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harus keluar dari sana" kata Alvaro


" baiklah kalau begitu, aku akan coba serahkan surat pengunduran diriku" kata Grace


setelah pembicaraan Grace dengan Alvaro berakhir, Grace langsung membuat surat pengunduran dirinya.


Setelah itu, dia pergi menemui direkturnya, Grace mengetuk pintu terlebih dahulu tidak lama kemudian dia masuk.


" ada apa kamu kesini?? saya tidak ada memanggil mu" kata Direktur tersebut


" maaf pak.... saya...." kata Grace ragu-ragu untuk menjelaskan maksud tujuannya.


" katakan ada apa??? kamu tidak lihat saya sedang sibuk?" kata direktur itu


" ini pak,,,," kata Grace memberikan sebuah amplop


" apa ini??" kata direktur tersebut mengambil amplop itu dan membacanya.


" Grace..... apa-apaan ini??" kata Direktur itu


" saya mau mengundurkan diri pak" kata Grace


" kenapa kamu tiba-tiba mengajukan pengunduran diri?? apa karena hal yang tadi pagi?" kata Direktur itu


" baiklah kita bisa lupakan soal itu, toh kamu juga tidak kenal dengan suami mu kan? atau jangan-jangan dia yang menyuruh mu untuk mengundurkan diri" kata Direktur itu


" tolong bapak jangan bawa-bawa suami saya disini, bagaimana pun juga keputusan ini adalah pilihan saya" kata Grace


" oh ya??? lalu bagaimana jika saya tidak mengijinkan mu?" kata direktur itu


" saya akan membayar denda yang tertulis di kontrak itu" kata Grace


" apa Suamimu sudah cukup memiliki banyak uang??? bagaimana jika saya bermain-main dengan suamimu??" kata direktur itu


" apa maksud bapak??" kata Grace


" kamu silahkan pilih saja, jika kamu bertahan di perusahaan ini maka saya tidak akan menggangu suamimu. tetapi jika kamu berani-beraninya keluar dari perusahaan ini maka saya akan menghancurkan Suamimu."


" untuk menghancurkan seorang Alvaro sangat lah mudah bagiku. kamu tahu kenapa?? kekayaan yang dimiliki Alvaro ibaratkan hanya sejumput garam bagiku."

__ADS_1


" apa kamu sungguh tidak tahu siapa saya???" kata Direktur itu


Grace hanya menggeleng kan kepalanya.


" saya adalah Erlando Karsha, pemilik sah seluruh Pt. Karsha. kamu bisa cek sendiri di internet kekayaan apa saja yang saya miliki."


" atau perlu saya membuktikan nya padamu?? bagaimana akibatnya jika bermain-main dengan saya" kata Direktur itu


" tolong jangan lakukan itu padanya pak, dia tidak salah apa-apa" kata Grace


" apa kamu sangat menyukai pria yang tidak kamu kenal itu?" kata direktur itu


" bagaimana pun juga dia adalah suamiku" kata Grace


" baiklah... lalu apa kamu tega melihat suamimu itu hancur gara-gara kamu??" kata Direktur itu


" tidak..." kata Grace


" jika kamu memang tidak tega melihatnya, maka silahkan kamu robek kertas itu." kata Direktur itu


" saya tidak mengerti apa maksud bapak melakukan ini padaku, saya tidak tahu bagaimana hubungan bapak dengan suamiku. tapi kenapa bapak malah menyulitkan ku seperti ini." kata Grace


" itu karena saya menyukai mu. saya tertarik padamu. apa aku salah??" kata direktur itu


" apa maksud bapak??? saya sudah menikah dan bapak juga sebaliknya." kata Grace


" lalu kenapa dengan pernikahan??? diluar sana banyak yang melakukan hal itu. lalu kenapa kita tidak bisa??" kata direktur itu


" tapi saya tidak sama dengan mereka" kata Grace


" mereka juga melakukan itu karena tekanan hidup. bagaimana jika saya melakukan tekanan itu padamu" kata direktur itu


" tolong jangan lakukan itu pak" kata Grace


" baiklah... aku tidak akan mengganggumu dan suami mu asalkan kamu tetap bekerja disini. bagaimana??" kata Direktur itu


Grace hanya terdiam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. dia benar-benar tidak bisa memilih.


" bisakah bapak memberiku waktu??" kata Grace

__ADS_1


" baiklah,, saya harap kamu pikirkan matang-matang dulu" kata direktur itu


" kalau begitu saya permisi dulu" kata Grace pergi meninggalkan ruangan direktur nya itu


__ADS_2