
Waktu makan siang pun tiba, Grace melihat pintu ruangan bos-nya masih tertutup dan sepertinya bosnya masih di dalam ruangan, Grace tidak punya keberanian untuk meninggalkan lantai ini dan sedangkan Laras hingga saat ini belum juga datang.
Sebenarnya Grace sudah merasa sangat lapar, tiba-tiba sebuah telepon berdering.
" hallo...." kata Grace
" kamu turun ke lantai bawah untuk menemui seseorang, dia sudah menunggu mu" tut....tut....tut... direktur tersebut langsung memutus telepon nya Setelah dia selesai berbicara.
Grace masih belum jelas mendengar apa kata direktur nya.
" dia bilang apa tadi???"
" bagaimana ini?? apa aku harus mempertanyakan nya kembali?" batin Grace namun untuk menemui direktur nya dia tidak punya keberanian dan kini sudah berlalu tujuh menit.
Akhirnya mau tidak mau Grace pergi untuk menemui direktur nya itu.
Tok....tok....tok ...
Grace mengetuk pintu ruangan bos nya namun dia tidak mendengar ada jawaban, Grace mengetuk pintu untuk kedua kalinya namun tidak ada jawaban lagi, Grace berdiri di depan pintu dengan perasaan gugup dan takut. dengan rasa gemetar Grace mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu ke-tiga kalinya, namun sebelum tangannya tiba di pintu, pintu tersebut sudah terbuka terlebih dulu, Tangan Grace hampir mengenai Direktur nya itu.
Grace langsung berdiri terdiam dan terpaku dihadapan bos nya itu tanpa dia sadari bahwa tangan kanannya masih menggantung.
" Mau apa lagi kamu?? kamu ingin memukul ku??" kata Grace
" bu...bu..bukan pak, sa.. saya ingin mengetuk pintu" kata Grace dengan cepat-cepat menurunkan tangannya.
" lalu kenapa kamu datang dengan tangan kosong?" kata direktur tersebut
" maksud bapak apa?? saya tidak mengerti" kata Grace
" saya menyuruh mu turun ke lantai bawah untuk menemui seseorang, lalu dimana pesanan saya?" kata Direktur itu
" maafkan saya pak, tadi saya kurang jelas mendengar nya, saya kesini untuk mempertanyakan nya kembali" kata Grace
" astaga kamu sudah sangat membuang-buang waktu ku. sekarang kamu turun ke lantai bawah dan temui seseorang setelah itu cepat bawa pesanan saya kesini" kata direktur itu
" baiklah pak" kata Grace langsung pergi dengan langkah yang cepat.
Setelah Grace masuk kedalam lift, Grace mengelus-elus dadanya.
Tidak berapa lama Grace sudah tiba di lantai bawah, namun dia kebingungan karena dia tidak tahu siapa orang yang akan dia temui, bersyukur seseorang pria berpakaian rapi datang menemuinya.
" permisi nona, ini pesanan pak direktur" kata pria itu memberikan beberapa bungkusan, sepertinya itu kotak makanan.
__ADS_1
" oh.... terimakasih banyak " kata Grace menerima pesanan itu
setelah itu Grace langsung pergi menuju ruangan direktur, saat dia tiba disana Grace melihat pintu ruangan direktur tersebut terbuka lebar.
dengan langkah yang sangat pelan Grace berjalan menuju ruangan itu dan mengetuknya terlebih dahulu.
" masuk" kata direktur itu tanpa memandang kearah Grace Karena dia sedang berkutat dengan laptop dihadapan nya.
" ini pesanan bapak" kata Grace
" letakkan saja di meja itu" kata direktur itu
Grace menuruti perkataan direktur nya, dia berjalan kearah meja khusus tamu dan meletakkan pesanan itu disana setelah itu Grace berjalan keluar.
" saya permisi dulu pak" kata Grace
" kamu mau kemana?? duduk disitu" kata Direktur itu dan masih pokus dengan pekerjaannya.
Grace masih terdiam di tempat.
" apa kamu punya masalah dalam pendengaran??" kata Direktur tersebut
" ti..ti.. tidak pak" kata Grace
" maafkan saya pak" kata Grace
" saya suruh kamu duduk di kursi itu, bukan untuk minta maaf, jika di hitung-hitung entah sudah berapa kali kamu mengeluarkan kata itu dalam satu hari ini" kata Direktur itu
dengan penuh keraguan Grace berjalan menuju kursi tamu tersebut setelah itu dia duduk disana. sementara direktur tersebut masih sibuk mengerjakan pekerjaan nya.
Sudah sepuluh menit berlalu, keduanya tidak ada yang berbicara. Grace sibuk dengan perasaannya sementara direktur tersebut sibuk dengan laptopnya.
Grace tersadar dari lamunannya saat mendengar suara dari arah bosnya, ternyata bos nya sudah siap dengan pekerjaan nya dan bangkit berdiri, bosnya berjalan menuju ruangan kecil yang terdapat di ruangan kerja direktur nya itu.
Grace sangat penasaran menunggu apa yang akan di bicarakan bosnya itu.
Kini Direktur itu berjalan kearah kursi tamu dan membuka Jas nya, direktur tersebut menggantung kan jas itu di kursi kerjanya Setelah itu dia ikut bergabung duduk di seberang Grace sambil menggulung kedua lengan kemejanya hingga sudut tangannya.
" kenapa kamu tidak membuka bungkusan itu??" kata direktur tersebut
" itu bukan barang saya pak" kata Grace
" sekarang buka bungkusan nya" kata direktur itu
__ADS_1
Grace langsung membuka bungkusan yang dia bawa tadi.
Grace menghidangkan makanan tersebut di meja itu.
" silahkan pak" kata Grace bangkit berdiri
" siapa menyuruh mu untuk berdiri, duduk lah" kata Grace
Grace menuruti perkataan direktur tersebut, lalu direktur itu mengambil kotak makanan yang dihadapan nya dan memberikan nya kepada Grace.
Grace sangat terkejut saat melihat direktur itu meletakkan makanan itu dihadapan nya.
" kenapa kamu menatap ku seperti itu?? apa kamu ingin memakan saya??" kata direktur tersebut
" bu.. bu.. bukan pak, " kata Grace gugup
" makan lah" kata Direktur itu
" tapi Makanan ini untuk bapak" kata Grace
" aku menyuruh mu untuk memakannya, lagi pula makanan ini terlalu banyak untuk ku sendiri, ini tidak akan habis jika aku memakannya dengan sendiri jadi bantu aku untuk menghabiskan nya" kata direktur itu
" saya bisa memakannya nanti setelah bapak selesai" kata Grace
" kamu pikir saya memperlakukan mu seperti binatang?? atau kamu ingin di perlakukan seperti itu?" kata direktur itu
" bukan seperti itu pak" kata Grace
" saya tidak suka jika perkataan saya di bantah" kata direktur itu
Akhirnya dengan keadaan terpaksa Grace menuruti perkataan direktur nya itu.
" baiklah pak" kata Grace
Grace menyuapkan makanan itu kemulut nya dengan penuh ragu-ragu, sementara direktur itu pura-pura tidak melihat Grace.
sesekali Grace memandang direktur itu dengan mencuri-mencuri namun dia merasa memiliki peluang untuk memasukkan makanan itu kemulut nya karena Direktur tersebut tidak memperhatikan Grace dan mengabaikan Grace begitu saja.
setelah beberapa menit berlalu, kini keduanya sudah siap makan. Grace membereskan semua makanan itu dan membersihkan meja itu, setelah pekerjaan nya selesai Grace permisi untuk keluar dan kali ini bersyukur direktur tersebut tidak mempersulit nya.
" pekerjaan saya sudah selesai pak, apa saya sudah bisa keluar pak?" kata Grace
" lain kali jangan menambah pekerjaan ku, jika kamu ingin masuk keruangan ini, maka masuk lah setelah kamu mengetuk nya. Ruangan ini kedap suara, kamu tidak akan mendengar suara sekeras apapun dari dalam ini jika posisi kamu diluar ruangan." kata Direktur itu
__ADS_1
" baiklah pak" kata Grace