
" aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi dengan mu" kata Alvaro
" aku sangat mencintai Grace." kata Roy
" aku tidak menanyakan hal itu, Grace mencitai aku, dan aku adalah suaminya" kata Alvaro dengan bermaksud menegaskan bahwa dia masih menang dari Roy.
" tapi Grace lebih dulu mencintai ku daripada kamu." kata Roy
" kamu salah, Grace lebih dulu mencintai ku. sejak dulu kami sudah saling mencintai. hanya saja waktu yang memisahkan kami." kata Alvaro
" hehehehe.... apa kamu mencoba membohongi ku, aku mengenal Grace sudah sangat lama tapi dia tidak pernah membahas mu sedikitpun." kata Roy
" itu karena Grace mengalami kecelakaan saat dia berumur sepuluh tahun."
" padahal sebelum kejadian itu terjadi, kami bahkan sudah berjanji bahwa setelah dewasa nanti kami akan menikah seperti ibu dan ayahnya."
"akibat kecelakaan itu dia harus kehilangan ingatannya selama sepuluh Tahun tersebut dan hingga saat ini ingatan nya belum kembali." kata Alvaro
" apa?? itu berarti akibat kecelakaan tersebut dia harus kehilangan ibunya."
" apa sejak kejadian itu kalian tidak pernah bertemu lagi?" kata Roy
" awalnya kami tinggal diluar kota, aku dan dia adalah tentangga. namun keluarga nya harus pindah ke kota A, dan pada saat diperjalanan mereka mengalami kecelakaan."
" pada saat itu dia harus kehilangan ibu dan juga ingatannya dia mengalami koma hampir satu tahun lamanya. pada saat itu juga ayah ku meninggal hingga aku harus keluar negri."
" setelah itu kami tidak pernah lagi bertemu." kata Alvaro
" cerita yang sangat menyedihkan. lalu apa kamu pernah bercerita tentang masa lalu kalian pada Grace?" kata Roy
" tidak, aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya jika dia memaksa ingatan nya kembali. biarlah itu hanya masa lalu kami, dan ini menjadi masa depan kami." kata Alvaro
" apa kamu memanggil ku kesini untuk menyampaikan curahan hatimu itu?" kata Roy menyadarkan Alvaro tujuannya memanggil Roy.
" apa tujuan mu menolong ku?" kata Alvaro
" sudah ku bilang sejak awal alasan ku menolong mu karena aku mencintai Grace." kata Roy
__ADS_1
" seandainya aku meninggal, bukankah itu peluang besar bagimu untuk mendapatkan Grace?" kata Alvaro
" aku mencintai Grace tapi Grace hanya mencintai kamu. aku tidak bisa jamin Grace akan kembali kepada ku jika terjadi hal buruk padamu."
" jika kamu meninggal pasti sangat menyakitkan baginya. aku hanya tidak ingin melihat dia dan anakmu menderita."
"dan Lagi pula hanya kamulah orang yang tepat bersama nya dan hanya kamu yang bisa menjaga nya."
" Paman ku menyuruhku untuk membunuh mu agar aku bisa merebut Grace darimu. tapi aku sangat mengenal nya, jika aku berhasil membunuhmu maka dengan mudah dia akan membunuh kami berdua." kata Roy
" terimakasih banyak atas pengorbanan mu." kata Alvaro
" sebaiknya kamu harus lebih berhati-hati, pamanku ingin bekerjasama dengan Bondan untuk membunuh mu." kata Roy memberikan sebuah USB Kepada Alvaro
" apa ini?" kata Alvaro
kemudian Alvaro memasang USB tersebut, disana terdapat beberapa rekaman dan Alvaro memutar nya satu persatu.
" bos, kita ada kabar gembira" kata Pardy
" kita tidak perlu repot-repot mengotori tangan kita untuk membunuh Erlando, Erlando sudah dekat dengan kematian nya." kata Pardy
" bagaimana kamu tahu?" kata Jones
" kita memiliki mata-mata disana, katanya hari ini mereka akan pergi ke mall kota A untuk membunuh Erlando dan istrinya." kata Pardy
" hahahaha umurku terasa panjang mendengar kan berita ini" kata Jones dan masih banyak lagi yang didengar kan Alvaro.
Apalagi hari ini Jones mengadakan pertemuan langsung dengan Bondan.
" ada gerangan apa tuan Jones menemui saya dengan secara langsung." kata Bondan
"'saya bicara langsung ke intinya."
"'tujuan saya datang kesini untuk mengajak mu bekerja sama untuk menghancurkan Erlando Karsha." jones
" menghancurkan Erlando Karsha??? apa anda mempunyai konflik dengan nya?"
__ADS_1
" dan sebelum nya kita adalah musuh." kata Bondan
"musuh dari musuh kita adalah teman, bukankah lebih mudah bagi kita untuk menghabisi Erlando jika kita bekerja sama?" kata jones
" lalu apa untungnya bagi saya." kata Bondan
" Jika Erlando berhasil kita singkirkan maka Perusahaan Karsha jatuh ke tangan mu dan aku akan mengambil alih MCF ataupun sebaliknya." kata Jones
" baiklah, aku setuju" kata Bondan
" tapi sebelum kita menghabisi Erlando kita habisi terlebih dahulu mata dan tangannya, jika dia sudah kehilangan mata dan tangannya maka dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi."
"' dia memiliki tangan yang begitu setia padanya yaitu Martin Karsha dan dia juga memiliki mata yang begitu bagus yaitu Danvers. kita harus terlebih dahulu melumpuhkan kedua orang ini."
" setelah kedua orang ini berhasil kita lumpuhkan maka kita akan beralih ke jantungnya yaitu istrinya. jika jantungnya berhenti berdetak untuk selamanya maka dia akan mati dengan sendirinya." kata jones
" struktur yang bagus, akan kupersiapkan rencana untuk itu." kata Bondan
" lalu kapan kita mulai bergerak?" kata Jones
" secepatnya." kata Bondan
" jika begitu saya undur diri" kata Jones
Seketika Alvaro mengepalkan tinjunya.
" bagaimana kamu bisa mendapatkan ini" kata Alvaro
" aku menyadap ponsel paman ku agar aku mudah untuk melacak nya." kata Roy
" terimakasih banyak aku tidak akan melupakan kebaikan mu ini." kata Alvaro
" baiklah aku pergi dulu." kata Roy
" sekali lagi terimakasih banyak" kata Alvaro
Namun Roy tidak menjawab lagi. setelah kepergian Roy, Alvaro langsung pergi ke markas mereka untuk menemui Martin dan Danvers Alvaro tidak lupa membawa USB tersebut.
__ADS_1