SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 12


__ADS_3

Follow akun sosial media resmi saya, yang Insyaa Allah akan di khususkan untuk membagikan tentang tulisan-tulisan saya..


IG @tulisan_sitimay


Jangan bosen ya Kakak-kakak readers..


Tetap saling support dan selamat membaca..


Enjoy yaa🙏


 


"Maaf.." Ucap Ita lirih.


"Sayang.. Hey nggak boleh sedih ya.. Selagi sehat kita masih bisa berusaha lagi.." Ucap Yuda menangkup kedua pipi istrinya dan mengusap air mata yang mengalir di pipi Ita.


Tiba-tiba Ita tersenyum dan menunjukkan hasil testpack tepat di hadapan mereka.


Dan Yuda pun malah syock melihatnya, diraihnya testpack tersebut dari tangan Ita.


"Sayang.." Ucap Yuda yang masih terus memahami benda yang di pegangnya itu.


"He em.." Balas Ita terus tersenyum.


"I love you, terimakasih banyak.." Ucap Yuda lalu memeluk erat istrinya dan menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


"Sayang, inget.. Ada dede bayi.." Ucap Ita mengingatkan suaminya agar tidak terlalu erat memeluknya.


"Ya ampuun maafkan Ayah ya sayang.." Ucap Yuda yang tiba-tiba berlutut sambil mengusap lembut perut istrinya yang masih terlihat rata tersebut.


"Sehat-sehat ya sayangnya Ayah Bunda, harus jadi anak yang kuat kayak Bunda ya.." Ucap Yuda lagi yang masih setia di depan perut istrinya.


"Siap Ayah, hihi.." Jawab Ita mewakili janinnya.


"Sayang, sebaiknya kita cek juga ke dokter kandungan ya.." Ajak Yuda.


"Iya Mas, niatku juga gitu tadi.. Jadi kapan?" Tanya Ita saat melihat waktu sudah malam.


"Besok aja ya.. Kita izin setengah hari sekalian makan siang di luar ya.." Jawab Yuda yang memang sudah lama tidak makan siang di luar.


"Oke Boosss.." Jawab Ita semangat.


"Bisa aja istriku ini.." Jawab Yuda sambil mengusap gemas rambut istrinya.


"Ohya Mas, kok aku biasa aja ya.. Kayak nggak ngidam gitu, atau mual-mual kayak yang di ceritain orang-orang.." Jelas Ita yang masih heran dengan kondisinya sendiri.


"Ya Alhamdulillah dong Sayang.. Itu rezeki, yang penting kamu juga harus tetap hati-hati, jangan sembarangan makan atau kegiatan berat juga di kurangi ya, kalau pengen apa-apa jangan di pendam sendiri, nanti keluarnya kentut, hahaha.." Jelas Yuda yang tentu tetap khawatir dengan istrinya.

__ADS_1


"Ihh Mas ini dengarnya sudah serius ujung-ujungnya ngelawak, nggak lucu tau.. krik krik.." Jawab Ita mengikuti suara jangkrik di kala suasana sepi.


"Tapi, kamu ketawa.."


"Nggak kok.. weeekkk.."


 


Ke esokian harinya.


"Itaaaaa..." Suara Nana yang langsung menyambut kedatangan Ita.


"Sini sini cerita, gimana kelanjutan yang kemarin.." Ucap Nana lagi.


"Hasil testpack sih garis dua Kak.." Jawab Ita setengah berbisik.


"Aaaaa Congratulations Ita.. Finally.." Balas Nana yang langsung memeluk Ita lagi.


"Kak engapp" Ucap Ita jujur.


"OMG maaf maaf terlalu happy, selamat ya Ta, seneng banget, jaga baik-baik yaa.." Ucap Nana lagi.


"Iya Kak makasih ya.."


"Ohya, hari ini aku cuma setengah hari ya Kak, sama Mas Yuda juga, mau ke dokter kandungan buat mastiin.." Ucap Ita.


"Makasih Kakakku.." Ita.


"Sama-sama.." Balas Nana.


Mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


 


Di siang hari.


"Duluan ya Kak.." Pamit Ita kepada teman-temannya.


"Oke.." Jawab mereka kompak.


"Eh, mau kemana mereka.." Tanya Reza yang langsung kepo.


"Dokter kandungan.." Jawab Nana singkat.


"What?? Ita hamil??" Tanya Reza yang membuat Nana mengerutkan dahinya.


"Iya.." Jawab Nana singkat.

__ADS_1


"Hmm, pantesan kemarin manggil Oom.." Gumam Reza yang masih terdengar sama oleh Nana.


"Iya Om Reza.." Ledek Nana melihat temannya itu bengong.


Dan yang di maksud malah melengos.


 


"Gimana Dok hasilnya?" Tanya Yuda yang sudah tidak sabar mendengar hasilnya.


"Selamat ya Pak Yuda dan Mbak Ita, kalian akan menjadi orang tua.." Jawab Dokter Amelia tersenyum.


"Alhamdulillah.." Ucap Yuda dan Ita kompak.


"Ohya, umurnya masih 3 minggu ya, masih sangat kecil, dan sepertinya ini kembar.." Kata Dokter yang tentu membuat Yuda dan Ita kaget.


"Benarkah Dok?" Tanya Ita yang masih belum percaya.


"Iya Mbak Ita.." Jawab Dokter Amelia yang juga teman dari Mamanya Ita tersebut.


"Alhamdulillah sayang.."Ucap Yuda sambil mengusap-usap bahu istrinya.


Ita tersenyum.


"Hamil bayi kembar itu lebih berat ya, jangan di sepelekan walaupun Ibunya terlihat sehat.." Jelas Dokter Amelia yang tak lupa memberikan buku panduan serta vitamin untuk Ita.


"Sekali lagi terimakasih Dok.." Ucap Yuda.


"Sama-sama, salam untuk Mama kalian ya.." Jawab Dokter ramah.


 


Sore hari di rumah.


"Kok ngelamun lagi sayang.." Ucap Yuda melangkah mendekati istrinya.


 


Terimakasih yang terus memberi support, semoga rejekinya semakin lancar penuh berkah..


Saling support terus yaa..


Jangan lupa berikan like, komen dan vote kalian, agar penulis pemula seperti saya semakin semangat..


Dan jangan lupa..


Author sangat bahagia jika ada yang memberikan kritik dan saran untuk kemajuan author..

__ADS_1


Salam sayang dan terimakasiih😍🙏


__ADS_2