
Keesokan paginya.
Ita bangun dengan kondisi mata yang masih sangat sembab.
''Aduh gimana dong ini kalau anak-anak nanyain..'' Gumamnya melihat anak-anaknya sekilas.
''Ya ya.. Bilang aja lagi sakit mata..'' Imbuhnya.
Hari ini mereka berencana untuk mengunjungi salah satu wisata yang ada di Ibu kota sebelum kembali ke Sulawesi esok hari.
Ridwan dan Laras sengaja meliburkan diri dari semua rutinitasnya demi membuat keponakan mereka senang.
''Ayo makannya harus yang banyak, biar nanti kalau berenang bisa kuat..''
Ucap Laras kepada ponakan-ponakannya yang tengah menyantap menu sarapan.
''Oke Uwa..'' Jawab Yuta.
''Oke..'' Jawab Yuki.
''Nanti kalau lapar lagi, Arisa makan lagi ya Wa, hehe.." Ucap Arisa cengengesan.
''Emang perutnya masih muat?'' Canda Laras melihat ponakannya yang gembul.
Arisa menunjukkan perut buncitnya.
''Makan sekarang kan masuk ke sebelah sini (menunjuk perut bagian kanan), naahh sebelah sini (nunjuk perut sebelah kiri) buat nanti beli jajan di sana..''
Arisa menunjukkan perutnya yang sudah sangat buncit.
''Anak kecil makannya banyak, awas meletus itu perutmu..'' Protes Yuta.
Arisa langsung cemberut menghadap Bundanya.
''Bunda..''
Adunya pada sang Bunda.
''Sudah-sudah ayok selesaikan dulu sarapannya, kasian Uwa nunggunya lama..'' Kata Ita.
Mereka langsung nurut perintah Bundanya.
Setelah menyelesaikan sarapan, mereka langsung semangat menyusun semua perlengkapan yang akan di bawa.
Si bungsu Arisa lah yang paling heboh, dia sudah tidak sabar untuk bermain pasir.
''Sudah selesai semuanya? Nggak ada yang ketinggalan kan?'' Tanya Ridwan memastikan.
''Tidak ada Kak..'' Jawab Ita.
''Nanti kalau ada yang ketinggalan biar Arisa yang ngambil sambil lari, haha..'' Goda Yuta kepada adiknya.
''Nanti kalau aku pingsan gimana?'' Protes Arisa tidak terima.
''Biarin aja, biar nanti di makan guguk, weeekkk..'' Lanjut Yuki.
''Hahahahaha..''
Yuta dan Yuki puas menggoda adiknya.
''KAKAK!!!'' Arisa terus memukul-mukul secara bergantian di lengan kakaknya.
Yuta dan Yuki langsung berlari masuk ke dalam mobil.
''Sudah ayok Nak, nggak boleh pukul-pukul ya..'' Pesan Ita.
''Tapikan Kakak nakal Bun, masak aku harus diem aja..'' Protes Arisa tak terima.
''Nanti Kakak minta maaf ya..'' Bujuk Ita lirih.
Ita langsung melirik kedua anaknya yang sudah di dalam mobil dan mereka paham apa maksud Bundanya.
Dengan perasaan malas, si kembar terpaksa turun lagi untuk meminta maaf kepada sang adik yang masih cemberut.
''Kakak minta maaf ya..'' Ucap Yuki menjulurkan tangannya.
''Kakak juga ya Dek..'' Tambah Yuta.
Arisa masih ragu namun karena mendapat anggukan dari Bundanya jadi Arisa memaafkan dan mereka langsung berpelukan.
Ridwan dan Laras sangat gemas melihat tingkah ponakan-ponakannya.
''Ya sudah ayok let's goooo...'' Ajak Ridwan.
''Berangkaaattt...'' Sahut Arisa gembira.
__ADS_1
Beberapa menit perjalanan.
''Bunda, Ayah kok nggak ikut? Ayah masih sekolah ya Bun?'' Tanya Arisa polos.
''Iya Sayang Ayah masih sekolah, tapi nanti siang Ayah nyusul kita kok..'' Jawab Ita mengelus rambut Arisa.
''Horeeee..'' Jawab mereka bertiga kompak.
Ita hanya tersenyum melihat anak-anaknya bahagia.
Laras yang duduk di samping suaminya melihat ke arah belakang sekilas dan tersenyum.
Dari kejauhan sudah nampak tulisan ''WELCOME TO ANCOL''
(Cukup mereka yang sudah ke Ancol, author beloomm, jadi maaf yaa kalau ada yang salah😂😂)
Seperti pada pengunjung lainnya, anak-anak sangat menyukai air.
Tentu saja momen ini tak akan di sia-siakan oleh mereka.
Arisa memboyong semua peralatan yang sudah ia bawa untuk bermain pasir.
"Jangan jauh-jauh mainnya Kak.."
"Deket sini dulu.." Kata Ita kepada kembar.
"Iya Bunda.." Jawab mereka.
Ridwan dan Laras juga ikut bermain bersama ponakan-ponakannya, karena mereka pun juga sangat jarang pergi liburan.
-
Tak terasa waktu terus berjalan dan menunjukkan pukul 10.30 WIB.
Mereka bermain air sejak pagi, dari air masih jernih sampai nampak keruh, karena saking banyaknya pengunjung yang datang.
Laras membantu Ita mengurus anak-anak untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah selesai, mereka pergi untuk istirahat mencari makan siang, sekaligus menunggu Yuda.
''Yuda jam berapa kesininya?'' Tanya Ridwan.
''Ohh..'' Jawab Ridwan singkat.
''Anak-anak mau makan apa nih?'' Tanya Laras yang sedang menggandeng Yuki.
''Kami adalah penggemar ayam goreng..'' Sahut Arisa.
''Betul..'' Sahut Yuta sambil mengacungkan jempolnya dan di ikuti oleh Yuki.
''Okeee..'' Jawab Laras.
''Pokoknya ayam terus, ayam lagi dan lagi..'' Kata Ita.
Hehehehehe
Mereka malah cengar cengir mendengar penuturan Bundanya.
Dret dret
Ponsel Ita bergetar, ia langsung mengambil dan ternyata itu telepon dari Yuda.
"Assalamu'alaikum.." Jawab Ita.
"Wa'alaikumussalam.. Ayah sudah sampai.." Kata Yuda.
"Oh iya Yah.."
Ita langsung memberi tahu posisinya sekarang.
Beberapa menit kemudian, orang yang sudah di tunggu akhirnya muncul.
"Ayaaaahhh.." Panggil Arisa yang melihat Ayahnya datang, Yuta Yuki langsung menoleh dan mereka langsung menghaburkan pelukan kepada sang Ayah.
"Yuk duduk lagi yuk.." Ajak Yuda.
"Ayah kok baru datang?" Tanya Yuta.
"Iya Ayah baru selesai Nak.."
"Makan dulu Yud.." Ucap Ridwan yang sebenarnya malas, tapi demi menjaga perasaan adik dan juga ponakan-ponakannya.
Ita dan Laras menoleh kaget melihat sikap Ridwan, begitu pun Yuda sendiri.
__ADS_1
"Ohh, iya Kak terimakasih.." Jawab Yuda.
30 menit kemudian, Ridwan dan Laras pamit untuk pulang.
"Uwa pulang dulu yaa, lanjut jalan-jalannya sama Ayah.." Ucap Laras di depan para ponakan.
"Kok pulang duluan Wa? Kenapa nggak bareng nanti aja?" Tanya Arisa penasaran.
"Uwa ada keperluan mendadak, nggak bisa di tunda sayang.." Jawabnya lagi.
"Emmmm, sayang sekali, padahal belum jalan-jalan sama Ayah.." Jawab Arisa sedih.
"Lain kali ya sayang.." Imbuh Ridwan.
Arisa mengangguk.
Lalu Ridwan dan Laras pergi meninggalkan mereka.
Jika tadi mereka menghabiskan waktu di pantai, sekarang Yuda, Ita dan anak-anak melanjutkan untuk mengunjungi Dufan, sesuai permintaan anak-anaknya.
''Tadi main apa aja?'' Tanya Yuda ke anak-anaknya.
''Main pasir Ayah, banyak pokoknya, nanti minta di kirimin fotonya sama Uwa ya..'' Jawab Arisa yang masih di gendong sang Ayah.
''Emang siapa yang motoin?'' Tanya Yuda lagi.
''Uwa Ridwan, sayangnya tadi Ayah nggak cepet-cepet datang ya Bun, nggak ada fotonya Ayah dehh..'' Kata Arisa polos
Yuda dan Ita langsung saling pandang.
''Kapan-kapan ya Nak..'' Jawab Yuda.
''Iya Yah..'' Jawab Arisa.
Yuta sudah tidak sabar untuk menaiki semua wahana, walaupun sudah beberapa kali kesini, namun tak ada rasa bosan baginya.
Sedangkan Yuki dan Arisa tidak berani jika yang terlalu ekstrim.
''Yuki sama Arisa cemen..'' Ejek Yuta.
''Biarin! Weeekkk..'' Jawab Yuki nggak mau kalah.
Akhirnya Yuta menaiki beberapa wahana ekstrim di temani oleh Ayahnya.
''Capek Bun..'' Ucap Arisa menidurkan kepala di pangkuan Bundanya.
''Mau pulang?'' Tanya Ita.
''Nggak mau..'' Jawabnya sambil geleng-geleng.
Sebenarnya Ita sendiri juga sudah sangat lelah, tapi, karena anak-anaknya masih betah jadi harus di kuat-kuatkan.
Hingga beberapa menit kemudian, Arisa tertidur, karena menunggu Kakak-kakaknya dan Ayahnya belum turun.
''Loh, Arisa tidur?'' Tanya Yuda yang baru saja datang bersama anak-anaknya.
''Iya nih kecapekan dia, tapi maksa karena masih betah..'' Ucap Ita.
''Ya sudah pulang aja yuk, kasian Adek ya..'' Ajak Yuda.
''Yaaahhhh Arisa nggak seru..'' Jawab Yuta.
''Lain kali kesini lagi ya, kalian juga capek kan?'' Kata Ita.
''Hehehe..''
Yuki cengengesan.
Arisa yang masih tidur langsung di gendong oleh Ayahnya.
Sedangkan Ita menggandeng kedua anaknya mengikuti langkah Yuda menuju mobilnya.
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan, monggo beri saya kritik dan saran agar lebih baik lagi kedepannya..
Terimakasih yang sudah membaca, mensupport saya dengan memberikan like dan komentarnya..
Jaga kesehatan untuk kita semua..
IG @tulisan_sitimay
Terimakasiih...
__ADS_1