SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 22


__ADS_3

Selamat membaca ya Kakak-kakak..


 


Sama halnya dengan sang istri, Yuda juga sudah kehilangan sosok Bapak karena mengalami sakit diabetes yang sudah akut.


Beberapa tahun kemudian, keadaan ekonomi keluarga Yuda sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya, tentu saja itu bantuan dari Yuda, bahkan sang Ibu sudah di berangkatkan ibadah haji satu tahun yang lalu.


Pagi ini, Ibu tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara yang akan menggelar hajatan pada esok hari, jadi hari ini masih di sibukkan untuk masak-masak.


''Walah kamu tadi nggak mau manggil saya Sri, kalau tau kamu berangkat cepet kan bisa bareng..'' Kata Ibu saat melihat tetangga depan rumahnya sudah berada disana.


''La sampean tadi tak lihat masih telponan kayaknya pas saya mau berangkat, jadi ya sudah saya duluan aja..'' Jawab Ibu Sri santai.


''Ohh iyaa itu tadi si Yuda telpon, lagi ada masalah sama kakak iparnya katanya..'' Cerita Ibu.


''Ada masalah apa lo Bu, bukan mau ceraiin istrinya kan?'' Tanya tetangga lain yang kepo.


''Oalah ngawur kamu, ya nggaklah, belum jelas apa masalahnya, dia cuma bilang minta do'a supaya masalahnya cepet selesai..'' Jawab Ibu.


Dan terlihat beberapa tetangga yang lain tengah berbisik satu sama lain saat mendengar penuturan Ibu Mus.


 


Setelah menikah, Yoko memilih untuk menetap di Sulawesi dan bekerja di bisnis kakaknya, sedangkan Yudi memilih tetap bersama sang Ibu di kampung, karena Yuni masih meneruskan kuliahnya di kota Malang, tidak tega rasanya jika melihat sang Ibu di rumah sendiri.


''Bu, sudahlah jangan bicara lagi ke orang-orang kalau Mas Yuda lagi ada masalah, orang-orang pikirannya jadi macam-macam Bu..'' Nasehat Rima sang menantu, karena tak tahan selalu mendapat kekepoan dari para tetangganya.


''Alah biarin aja itu Kakaknya Ita, mau bikin masalah aja sama anak Ibu..'' Ucap Ibu emosi.


''Buu, kita kan nggak tau masalah yang sebenarnya, Mas Yuda juga cuma minta do'a kan, yang tau yang cuma mereka berdua Bu, malu Bu kalau orang-orang nanya Yuda ada masalah apa..'' Nasehat Rima lagi.


''Kamu juga nggak tau apa-apa Rim..'' Tolak Ibu, lalu pergi meninggalkan Rima di ruang keluarga.


Jawaban itu tentu membuat Rima merasakan sakit hati, namun ia harus bisa menahannya.


''Astaghfirullah.. Sabar sabar ngadepi mertua..'' batin Rima sambil mengelus dada.


Ia juga memilih untuk ke kamar menyusul anaknya yang sudah tertidur pulas.


 


Sekarang Yuni sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan manis, di tambah ia memiliki lesung pipi, bahkan secara sembunyi-sembunyi ia sudah berani memiliki pacar, karena jika ketahuan kakak-kakaknya, dia bakal dimarahin.


''Kenapa sih masih aja belum boleh pacaran? Aku kan sudah gede, bukan anak kecil lagi.. Huftt..'' Umpat Yuni pada dirinya sendiri di kamar kostnya.

__ADS_1


''Pengen deh nikah muda juga kayak Kak Ita,hehe..''Lanjutnya lagi di depabmn cermin.


Memeluk boneka sambil terus membayangkan sweet nya nikah muda ala seleb muda yang ia lihat di sosial media.


''Woyyy...'' Suara tiba-tiba yang membuyarkan lamunan Yuni.


Spontan Yuni langsung melempar boneka ke arah sumber suara.


''Eh anak setan ngagetin aja..'' Ucap Yuni yang masih kaget.


''Enak aja ngatain orang anak setan, makanya jangan ngelamun, senyum-senyum sendiri nggak jelas kayak orang gila..'' Kata Dinda, teman 1 kost Yuni yang baru saja pulang.


''Lagian masuk tu pake salam, ASSALAMU'ALAIKUM, gitu.. Nggak asal nyelonong aja ngagetin orang..'' Protes Yuni yang merasa tidak mendengar suara apa-apa.


''Makanya punya telinga itu di pake biar denger ada orang salam..'' Ucap Dinda kesel.


''Masak siihhh???'' Tanya Yuni belum percaya.


''Auk ahhh, lagi serius amat ngelamunnya..'' Kata Dinda yang mulai sedikit kepo.


''Tau nggak? Aku tu lagi bayangin nikah muda, uwwuu sekali ya khaann..'' Jawab Yuni sambil lalu menangkup pipinya sendiri sambil terus senyum-senyum.


''Ya mana ku tau AYUNI anaknya Ibu Mus.. Denger ya Yun, apa yang kita lihat di foto itu belum tentu dengan kenyataannya, kamu kalau punya niatan buat nikah muda ya harus punya keyakinan yang kuat juga, jangan asal lihat postingan artis-artis itu terus jadi panas pengen nikah, kamu bukan artis..'' Kata Dinda panjang kali lebar memberi nasehat.


''Isshhh mulai deh ceramahnya..'' Tolak Yuni atas nasehat Dinda.


''Hehe jangan marah dong Dinda cantik, aku becanda..'' Bujuk Yuni.


''Helehh, awas aku mau tidur..'' Usir Dinda karena Yuni menarik-narik selimutnya.


Dan terjadilah tarik-tarikan selimut layaknya anak kecil.


Walaupun sudah menjadi mahasiswi, mereka kalau di dalam kost sudah seperti anak kecil yang sering becanda.


 


Yuda dan Ridwan tengah menghadapi permasalahan dalam bisnis kerja sama mereka, Ridwan merasa Yuda telah melakukan tindakan yang semena-mena tanpa musyawarah terlebih dahulu.


Ia menunggu kedatangan Yuda yang sudah membuat perjanjian sebelumnya.


''Maksud kamu apa Yud? Dulu saya membantu usaha kamu itu atas nama kerja sama dan itu kamu mengiyakan bukan?'' Ucap Ridwan mengingatkan Yuda.


Dengan santai Yuda tersenyum meremehkan.


''Maaf ya Kak, saya punya hak untuk memajukan bisnis saya, dan sekarang modal yang dulu Kakak pinjamkan pun juga sudah saya kembalikan, apa masih kurang? Berapa biar saya transfer sekarang juga?

__ADS_1


Mendengar penuturan adik iparnya, tentu saja Ridwan langsung emosi, namun ia tetap berusaha untuk menahannya.


''Saya betul-betul tidak menyangka dengan kamu sekarang, siapa yang mempengaruhimu, hah?!! Ita? Mama? Saya rasa itu tidak mungkin..''


''Jangan bawa-bawa nama mereka untuk urusan bisnis saya, yang jelas saya ingin maju dengan nama saya sendiri..'' Ucap Yuda lalu pergi meninggalkan Ridwan.


Ridwan bisa saja menghajar adik iparnya itu sekarang juga, tapi dia masih memikiran keluarganya yang jauh disana, ia masih menahan emosinya.


''Dasar manusia kurang ajar..'' Umpat Ridwan mengacak-acak rambutnya sendiri.


''Aku harus nemui Ita sama Mama sekarang juga, mumpung anak ini masih di Jakarta, ya ya..'' Ucap Ridwan menemukan ide.


Hari ini juga, ia akan terbang ke Sulawesi menemui adik dan Mama.


 


Tring triing ~~ Suara hp Mama.


''Iya hallo nak..'' Jawab Mama masih rebahan sambil nonton drama channel ikan terbang.


''Mama, aku baru saja tiba di Bandara, Mama ada di rumah kan?'' Tanya Ridwan langsung.


Mama langsung menegakkan duduk.


''Loh nak kok nggak bilang-bilang dulu kalau mau kesini..'' Tanya Mama balik karena kaget.


''Jangan sibuk Ma, aku tadi juga mendadak kesini, ada urusan..''


'' Ya sudah Mama tunggu, Ita juga ada di rumah..'' Jawab Mama lalu beranjak untuk memberitahu Ita.


Kebetulan weekend, jad semua ada di rumah.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara kendaraan dari arah depan, Ita langsung bergegas untuk melihat, muncullah Kakaknya.


''Assalamu'alaikum..'' Ucap Ridwan lalu melangkah ke dalam rumah.


''Wa'alaikumussalam..'' Jawab semua penghuni rumah.


 


Jangan lupa like, komen, vote ya..


Saling support untuk para author.


Terimakasih..

__ADS_1


IG @tulisan_sitimay


__ADS_2