
Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan komentar biar Author semakin semangat nulisnya dan Author tau kalau kalian sudah mampir😍💪
-----
Bulan berikutnya
Yuda dan Ita mendatangi sekolahan anak-anaknya, karena hendak meminta izin secara langsung.
Sebenarnya sangat di sayangkan jika melihat anak-anaknya harus ketinggalan pelajaran, akan tetapi, ia juga tidak mungkin jika tidak menghadiri acara adik iparnya tersebut.
Ita yang terlahir anak bungsu tentu saja sangat menyayangi adik iparnya yang sesama anak bungsu dan sesama anak perempuan satu-satunya di dalam keluarga.
''Jadi begitu Bu, kami berharap dari sekolah bisa memberikan izin kepada anak-anak kami..'' Ucap Yuda kepada kepala sekolah.
''Baiklah Pak, Bu.. Alasannya sudah kami pertimbangkan dan pihak sekolah berkenan memberikan izin untuk anak-anak.
Akan tetapi, saya mohon izinnya benar-benar sesuai dengan yang tertulis dan jika sudah selesai, sekolah berharap anak-anak bisa langsung menyusul ketertinggalan..'' Jelas sang guru.
''Baik Bu, kami mengerti..'' Jawab Ita mengangguk.
Walaupun meminta izin secara langsung, Ita tetap menyerahkan surat izin tertulis kepada pihak sekolah.
''Kalau begitu kami permisi dulu Bu, terimakasih banyak..'' Ucap Ita.
''Baik Bu, Pak..'' Jawab guru tersebut ikut beranjak berdiri dan membalas jabatan tangan Yuda dan Ita.
Masih 1 minggu lagi mereka berangkat ke Pulau Jawa, namun, Yuda mengajak untuk turun di Jakarta dan berangkat via darat dari sana.
--
Persiapan demi persiapan sudah mereka lakukan, Mama yang awalnya enggan untuk ikut karena takut kelelahan akhirnya ikut juga setelah di bujuk oleh Yuda dan Mama menyusul membuat seragam.
''Kenapa harus lewat Jakarta Yud?'' Tanya Mama penasaran.
''Kita bareng-bareng berangkatnya sama Kak Ridwan, Ma..'' Jawab Yuda.
Tidak salah memang, tapi, selain itu Yuda ingin menunjukkan sesuatu kepada keluarga besarnya.
''Oh, gitu? Yaudah nggak papa, Mama ngikut aja..'' Jawab Mama pasrah.
''Iya Ma..'' Ucap Yuda.
--
Yuda sekeluarga, serta Yoko dan keluarganya sudah berkumpul di kediaman Yuda, karena mereka akan berangkat secara bersama-sama.
Setelah selesai menyantap sarapan, mereka langsung bersiap-siap dan berangkat ke Bandara.
Sementara itu, Ibu juga sudah berada di perjalanan.
Mereka full dengan perjalanan darat, karena Yudi sangat menyayangkan jika harus menyewa-nyewa mobil ketika sudah di Pulau Jawa nanti.
''Mas Yuda minta kita janjian sama Kakaknya Kak Ita buat ke Bandara sekalian jemput rombongan..'' Ujar Yudi.
''Ya terserah aja yang penting sampai tempat Yud..'' Jawab Ibu yang masih menyandarkan kepalanya di kursi saking lelahnya di perjalanan.
Yudi langsung menghubungi Ridwan, karena saat ini posisi Yudi juga sudah melewati penyeberangan.
''Apa katanya?'' Tanya Rima.
__ADS_1
''Mas Yuda baru boarding katanya, yaa bisa pas ini kita sampai sana..'' Jawab Yudi.
Rima mengangguk paham dan kembali menyandarkan kepalanya.
--
Ridwan dan Yudi sudah bertemu langsung di area dekat Bandara, mereka menunggu di hubungi oleh Yuda, baru mereka akan masuk.
''Oh iya iya, kami segera masuk..'' Jawab Ridwan via ponselnya.
''Ini Ita barusan nelpon, sudah landing katanya, ayok..'' Ajak Ridwan kepada Yudi.
Yudi mengangguk lalu kembali masuk ke dalam mobil.
Mereka langsung menuju di depan pintu kedatangan, Ibu sudah tidak sabar untuk menyambut anak-anak dan juga besannya.
''Cucu Mbaahh Utii..'' Panggil Ibu saat melihat cucu-cucunya muncul dari balik pintu.
Ibu lalu menghamburkan pelukan kepada cucu-cucunya dan memberikan ciuman kepada mereka secara bergantian.
Mereka hanya bincang-bincang sebentar melepas rindu, karena harus buru-buru masuk ke dalam mobil.
Melihat deretan panjang mobil yang akan menjemput para penumpang pesawat, tentu saja membuat mereka tidak bisa berlama-lama mengobrol di area ini.
Mama, Yuda, Ita dan anak-anak ikut ke dalam mobil Ridwan, sedangkan Yoko dan keluarga ikut bersama dengan Yudi.
Mobil Ridwan berjalan terlebih dahulu karena Yudi belum mengetahui kemana arah yang akan mereka tuju.
''Loohh ini bukan arah ke rumah Kak Ridwan deh?'' Tanya Ita heran.
''Iya kan Ma?'' Tanya Ita lagi kepada Mama untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
''Nginep di rumah Ma, jalan-jalan dulu..'' Jawab Ridwan santai.
''Hadduuh malah pake jalan-jalan dulu..'' Gumam Mama.
''Iya nih kok malah jalan-jalan sih Kak..'' Protes Ita.
''Ikuti aja Bun..'' Sahut Yuda santai sambil tersenyum.
Ita menatap suaminya penuh curiga.
''Mau kemana Yaahh?'' Tanya Ita penasaran.
''Jalan-jalan Bun sebentar..'' Jawab Yuda.
''Isshhh!''
''Bunda, nggak boleh marah-marah sama Ayah, dosa..'' Protes Arisa menatap tajam sang Bunda.
Ita langsung terperanjak kaget.
''Ehh iya anak Bunda pinter.. Bunda nggak marah kok sama Ayah, iya kan Yaahh??'' Ucap Ita melirik suaminya.
''Iya Sayang, Bunda nggak marah kok..'' Jawab Yuda kepada Arisa.
''Maafin Bunda yaa..'' Ucap Ita lalu memeluk Arisa.
''Iyaa Bun..'' Jawab Arisa lalu membalas pelukan Bundanya.
__ADS_1
--
Beberapa saat kemudian, mobil Ridwan memasuki pintu gerbang lumayan tinggi yang di ikuti oleh mobil Yudi.
Kecuali Yuda dan Ridwan, semuanya celingukan dari dalam mobil, dalam hati mereka penuh tanda tanya tentang rumah siapa yang mereka tuju.
''Rumah siapa ini Yah?'' Tanya Yuta.
''Kita nginep disini Kak..'' Jawab Yuda yang memanggil anak sulungnya dengan sebutan Kakak agar adik-adiknya mengikuti.
''Oohh..''Jawab Yuta sambil manggut-manggut.
''Ya sudah ayok turun, kita masuk dulu.. Barang-barangnya biar nanti aja bawa masuknya..'' Ucap Yuda.
Semua menuruti ucapan Yuda.
Setelah itu, Yuda dan semuanya turun dari mobil.
Begitupun dengan yang berada di mobil Yudi, semuanya juga sudah berada di luar mobil sambil menatap penuh keheranan rumah yang di tuju.
''Rumah siapa sih Kak?'' Tanya Rima kepada Ita.
Ita hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti juga.
''Alhamdulillah Bang kalian sudah datang..'' Ucap Ikhsan menyambut semuanya.
''Waahh terimakasih banyak ya San, ini semua keluarga saya juga..'' Jawab Yuda lalu memperkenalkan seluruh keluarganya.
Ikhsan membungkukkan badannya di hadapan keluarga Yuda dan memperkenalkan dirinya juga.
''Monggo masuk..'' Ucap Ikhsan sopan.
''Tunggu, tunggu Yah.. Bunda curiga..'' Ujar Ita mencegah sang suami masuk.
''Udaaahhh ayok masuk dulu, sudah mau mulai acaranya..''Ajak Yuda.
''Hah? Acara??'' Tanya Ita bingung.
''Yuk..'' Yuda menarik pelan sang istri.
Dengan perasaan dan tatapan yang masih bingung, Ita mengikuti saja langkah sang suami.
Semua menatap penuh kejutan karena di dalam sudah banyak orang.
"Pantas saja di depan ada mobil besar dan banyak alas kaki..'' Bisik Rima.
''Iya..'' Jawab Yudi juga lirih.
Ruangan tersebut sudah di hiasi ala pengajian dan juga sudah tersedia meja prasmanan, semua kembali saling tatap karena sama-sama tidak mengerti.
Ikhsan menuntun agar rombongan menempati tempat yang sudah di sediakan dan semua pun nurut.
-----
Terimakasih banyak kepada Kakak-kakak semua yang sudah mampir dan memberi support untuk Author 🙏
Author mohon maaf ya kalau masih banyak kesalahan dan kekurangan, jangan sungkan memberi saran dan kritik 🙏
Follow IG @tulisan_sitimay 🙏
__ADS_1