SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 26


__ADS_3

Selamat membaca ya Kakak-kakak semua..


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏


Sesuai dengan janjinya, Yuda mengantar Ita untuk berangkat ke kantor.


Seperti tak ada rasa bersalah sama sekali, Yuda benar-benar pandai menutupi semuanya.


''Nanti di jemput jam berapa Sayang?'' Tanya Yuda.


''Seperti biasa Mas, sekalian nanti jemput kembar..'' Jawab Ita tersenyum setelah mencium punggung tangan suaminya


''Siaapp Tuan Putri..'' Canda Yuda lalu kembali menghidupkan mesin mobilnya.


Ita tersenyum.


Aku sangat mencintaimu Mas, demi apapun, dalam keadaan apapun, dan bagaimana pun nantinya, benar atau tidaknya apa yang di katakan oleh Rio, aku akan berjuang untuk keutuhan keluarga kita ~ Batin Ita.


Ita lalu bergegas masuk ke dalam kantor, gedung yang tidak begitu luas, namun memiliki dua lantai dan ruangan Ita ada di lantai dua.


"Siang Bu Ita..'' Sapa karyawan cewek yang bernama Della saat melihat kedatangan Ita.


''Siang juga Della cantik..'' Jawab Ita ramah.


''Ke atas dulu ya..'' Lanjutnya.


''Silakan Bu..'' Kata Della sembari menganggukkan kepalanya hormat.


Ita sampai di ruangannya.


'Huuhh fokus Ita fokuuss, masalah pribadi cukup kamu yang tau, jangan sampai orang lain curiga~Batin Ita.


Dret dreett


Ponsel Ita bergetar tanda panggilan masuk dan Ita segera mengambil dari tasnya.


"Assalamu'alaikum Bu..'' Jawab Ita.


"Wa'alaikumussalam Nak, gimana kabarnya?" Jawab Ibu dari seberang sana.


Ya, itu telepon dari Ibunya Yuda.


"Alhamdulillah baik Bu, Ibu sama adik-adik gimana kabarnya?" Tanya Ita balik.


"Alhamdulillah semua baik, lagi kerja ya?" Tanya Ibu.


"Iya Bu ini lagi di tempat kerja.." Jawab Ita.


"Ohya Nak, Yuda disana atau lagi keluar kota?


"Ooowhh, Mas Yuda keluar kota pas Sabtu Minggu aja Bu, tadi juga ngantar Ita, sekarang lagi ke resto.." Jawab Ita santai.


Mereka ngobrol santai, karena Ibu takut masalah yang terjadi pada Yuda dan Kakak iparnya bisa berimbas buruk pada rumah tangga anaknya.


Di Resto.


Yuda memasuki ruangan kebesarannya setelah memanggil seorang karyawannya.


"Gimana ini kenapa uangnya bisa merosot jauh terus menerus?!" Tanya Yuda emosi.

__ADS_1


"Maaf Pak, saya memberikan data sesuai dengan yang ada.." Jawabnya tertunduk.


"Berikan pada saya laporan rincian pengeluaran untuk bulan ini!!" Kata Yuda masih meninggikan volume suara.


"Baik Pak, mohon izin saya ambil dulu laporannya di ruangan saya.." Jawabnya sopan.


"Ya.." Jawab Yuda singkat.


"Gila ya, kan tiap bulan sudah di kasihkan laporannya, apa nggak pernah di baca apa gimana siihh.. heran..


"Turutin aja daripada jadi singa tuh si bos" ~ Batinnya saat berjalan mengambil berkas.


"Ini Pak rincian lengkapnya.." Ucap karyawan bernama Dini.


Tanpa menjawab, Yuda langsung meraih berkah yang sudah berada di atas meja, lalu dibacanya berkas tersebut dengan teliti.


Sedangkan Dini hanya diam mematung menunggu respon si bos.


"Lama amat sih boosss, ini beneran nih selama ini laporannya nggak pernah di baca.. ~ batinnya.


"Kenapa bisa boros sekali?" Tanya Yuda mengejutkan lamunan Dini.


"Ehh nganu itu, maaf Pak saya kaget..huhh"


"Pengeluaran sesuai dengan kebutuhan Pak.." Jawabnya spontan karena masih kaget.


"Kamu saya kasih kepercayaan disini untuk mengendalikan keuangan, kamu kalau nggak pinter-pinter bisa bangkrut saya.." Ucap Yuda masih emosi.


Apa-apaan ini bisa bangkrut?? ~ batinnya.


"Baik Pak akan saya pelajari lagi.." Jawab Dini dengan senyuman terpaksa.


"Ya, silakan.." Kata Yuda lalu mempersilahlan Dini keluar dari ruangannya.


"Ehh kenapa sekarang bos jadi gini sih, kayaknya dulu nggak gini, kayaknya baru dan belum ada 2 bulan sikapnya berubah, terus... Hmmmm apa ini hanya perasaanku saja atau hmmm... Auk ahh pusing.. ~ Batin Dini.


Karena ruangan Yuda ada di lantai dua dan kedap suara, jadi sudah terjamin kemarahannya tadi tidak terdengar oleh orang lain, apalagi pengunjung sedang rame.


Yuda menyandarkan kepala di kursinya dan mengusap wajahnya kasar.


"Arrrgghhhh.."


"Aku harus bisa menjaga sikapku saat dimanapun.." ~ batinnya.


 


Sore hari Yuda langsung bergegas untuk keluar karena harus menjemput anak-anak dan juga istrinya.


Ia menjalankan mobilnya dengan sangat cepat.


"Ayaaaahhhhh.."


"Ayaaaaahhhh"


Suara si kembar berlari kecil menuju Ayahnya berdiri.


Mereka langsung memeluk Ayahnya.


"Anak Ayah yang pinter-pinter.." Ucap Yuda.

__ADS_1


"Bunda mana Yah?" Tanya Yuki celingukan mencari Bundanya.


"Ini kita mau sekalian jemput Bunda.." Jawab Yuda.


"Okeeee.." Jawab mereka kompak.


Mereka segera masuk ke dalam mobil untuk menjemput Ita.


Yuki yang duduk di samping Ayahnya terus memandang arah luar.


"Ayah Ayah.." Panggilnya.


"Iya Nak.." Jawab Yuda lembut menengok ke arah putrinya.


"Mau beli siomay.." Minta Yuki.


"Siap Boss.." Jawab Yuda lalu mengurangi kecepatannya dan memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


"Yummy.." Ucap Yuki senang.


Sedangkan Yuta ternyata malah tidur.


Mereka membeli beberapa porsi, sekalian untuk orang serumah.


Setelah pesanan selesai, mereka langsung menuju ke tempat kerja Ita.


 


"Bunda, ini Ayah hampir sampai, tunggu di bawah ya.." Kata Yuda di sambungan telpon.


Mereka kalau ada anak-anaknya merubah panggilan menjadi Ayah Bunda, karena saat menggunakan kata "sayang" atau "Mas", anak-anak mereka pada ikut juga.


"Siap Mas.." Jawab Ita lalu bersiap-siap.


Di depan Ita sudah di sambut dengan pemandangan menyejukkan baginya, yaitu suami dan anaknya tengah menunggunya.


Maa syaa Allah ~ batinnya


"Bundaa.." Panggil Yuki, ia langsung berlari kecil menuju Bundanya.


Ita langsung memeluk putrinya.


"Sayangnya Bunda.."


"Yuta mana?" Tanyanya.


"Tidur Bun.." Jawab Yuki.


"Ya sudah yuk pulang.."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil.


 


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari segi cerita, tanda baca, penulisan, dan lain-lain..


Terimakasih atas supportnya🙏


Tetap jaga kesehatan untuk kita semua💪

__ADS_1


Follow IG @tulisan_sitimay


Terimakasih....


__ADS_2