SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 79


__ADS_3

Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan komentar biar Author semakin semangat nulisnya dan Author tau kalau kalian sudah mampir😍💪


-----


Setelah semua di pastikan sudah berada di ruangan tersebut, Yuda langsung beranjak berdiri.


''Mau kemana Yah?'' Tanya Ita memegangi lengan Yuda.


''Tunggu sini dulu..'' Jawab Yuda pelan.


Yuda beranjak berdiri lalu mengambil mic agar suaranya bisa terdengar dengan jelas oleh semuanya.


''Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..'' Ucap Yuda.


''Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuuh..'' Jawab semuanya serempak.


Rombongan keluarganya tentu saja masih bertanya-tanya.


''Pertama-tama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah, Alhamdulillah atas rezeki yang di titipkan kepada keluarga saya.


Terimakasih untuk keluarga saya yang selalu memaafkan semua kesalahan saya dan bersedia membimbing saya ke jalan yang benar..'' Yuda menjeda bicaranya, karena tenggorokannya terasa tercekat.


''Untuk Bapak Ustad saya ucapkan terimakasih banyak sudah berkenan hadir, untuk adik-adik juga saya sangat berterimakasih..'' Ucap Yuda sopan.


Dan mereka merespon dengan anggukan.


''Sebelumnya saya perkenalkan dulu, saya membawa keluarga saya kesini.


Beliau kedua Ibu saya, Ibu yang melahirkan saya dan Ibu yang melahirkan istri saya.


Ada Kakak ipar, adik ipar dan adik-adik saya.


Sebenarnya masih ada adik lagi, tapi, anaknya lagi fokus untuk wisuda beberapa hari lagi, dan mereka anak-anak saya dan juga keponakan saya..'' Yuda memperkenalkan dengan sangat ramah.


''Ohya, mungkin disini Pak Ustad juga bingung kenapa keluarga saya terlihat bingung,haha..'' Lanjut Yuda sambil tertawa.


''Sebenarnya hari ini adalah hari pertama mereka mengetahui rumah ini, karena selama ini yang tau hanya Kakak ipar saya dan juga Ikhsan dan keluarganya yang merawat dengan baik rumah ini..'' Ucap Yuda menatap Ridwan.


Dan semua pun mengikuti arah tatapan Yuda.


''Kerjaan suamimu..'' Celetuk Ridwan saat menyadari tatapan tajam dari Ita.


''Ceritanya mau kasih kejutan gitu Pak Ustad, biar kelihatan romantis..'' Canda Yuda lagi.


Pak Ustad pun mengacungkan jempolnya sambil mengangguk.


''Jadi ini rumah kita ya Bun?'' Tanya Arisa.


''Nanti kita tanya sama Ayah ya..'' Jawab Ita pelan.


Arisa mengangguk.


''Alhamdulillah hari ini semua berjalan dengan lancar, saya memohon keikhlasan do'a dari adik-adik dan Bapak Ustad, semoga rumah ini membawa keberkahan dan kenyamaman, serta kedamaian..'' Lanjutnya.


''AAMIIN..'' Jawab semuanya.


Setelah semua tamu sudah pulang, mereka berkumpul.


Tentu saja langsung terjadi sesi tanya jawab dan siapa lagi penjawabnya kalau bukan Yuda.


''Suamimu nggak bolehin kasih tau ke siapa-siapa dulu, emang mau kasih kejutan katanya..'' Ucap Ridwan.


--


Setelah dua hari di Ibukota, mereka melanjutkan perjalanan ke kota Malang dengan menggunakan perjalanan darat.


''Iya kami sudah di jalan..'' Jawab Yuda menerima panggilan Yuni.


''Iya iya sabaar, do'akan perjalanan lancar..'' Ucapnya lagi.


''Ya, yaa.. Wa'alaikumussalam..'' Jawab Yuda lalu menutup teleponnya.


Yuda meletakkan kembali ponselnya.


''Yuni ini baru aja di chat otw, langsung nanya sudah sampai mana..'' Gerutu Yuda.


''Hahaha Tante Yuni sudah nggak sabar ketemu sama kita-kita..'' Ujar Arisa pede.


''Helleh.. Tante males ketemu Arisa, soalnya suka ngabisin makanan..'' Protes Yuta.


''KAKAK!!'' Teriak Arisa.


''Sudah-sudah.. Kakak, adek.. Hayo nggak boleh marah..'' Ucap Ita menatap keduanya.


''Iya iya Bun maaf..'' Ucap Arisa melembutkan suaranya.


''Kakak itu Bun ngejek terus..'' Adu Arisa.


''Kakak minta maaf ya Adeeeekkk..'' Ucap Yuta langsung sebelum mendapat omelan.


Dan mereka berjabat tangan, Arisa mencium tangan Kakaknya tanda damai.


--


Berjam-jam di perjalanan, mereka berhenti hanya untuk waktu sholat dan makan.


Selama di perjalanan banyak yang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di alam mimpi.


Sementara itu, Yuni juga di perjalanan menuju hotel tempat keluarganya menginap, ia tak ingin melewatkan momen berjumpa dengan keluarganya.


Karena keluarga Yuni menginap di hotel baru milik keluarga Rio, namun, Yuda dan Ita juga belum mengetahui, sementara Yuni juga tidak memberitahu bahwa hotel ini milik seseorang yang ia maksudkan kepada Yuda.


Setibanya di halaman hotel tersebut, Yuni mengambil ponselnya yang berada di tas.


Ia segera mencari kontak Kakaknya untuk ia hubungi.


''Assalamu'alaikum, Kak sampai mana?'' Tanya Yuni langsung saat menghubungi Ita.


''Wa'alaikumussalam.. Ini sudah mau sampai..'' Jawab Ita.


''Hah? Mana? Aku sudah di halaman hotelnya..'' Ujar Yuni sambil celingukan mencari.


''Kan masih mau sampai Tanteee, belum sampai..'' Jelas Ita lagi.

__ADS_1


Yuni langsung menepuk keningnya.


''Oh iyaa,hehe.. Aku tunggu yaa.. Sekitar berapa menit lagi?'' Tanya Yuni.


''Nggak tau ini berapa menit lagi, nih udah masuk halaman..'' Jawab Ita.


Yuni langsung kembali semangat menatap gerbang dan benar saja mobil-mobil yang ia tunggu sudah datang.


Yuni langsung sumringah berdiri di samping motornya dan menunggu mobil-mobil tersebut terpakir dengan rapi.


Saat melihat mobil terpakir rapi, Yuni langsung berlari kecil menghampiri mereka.


''Kakaaaaakkk..'' Yuni langsung menghamburkan pelukan untuk Kakak iparnya tersebut.


Begitu pun dengan yang lain, Yuni langsung memeluk satu persatu kecuali Ridwan.


--


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, hari wisuda Yuni.


Semua sudah tiba di lokasi, perasaan haru sudah tidak bisa di tahan lagi oleh Ibu saat menyaksikan putri bungsunya bisa menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang cukup baik.


Air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya keluar juga, Rima yang duduk di samping sang mertua langsung mengusap lembut pundak Ibu, ia pun juga ikut terbawa suasana haru.


Sementara Yuda, ia tak kalah haru, adik kecilnya kini ternyata sudah dewasa.


Sama halnya dengan Ibu, akhirnya Yuda menitikkan air mata yang sedari tadi ia tahan.


''Alhamdulillah Yah..'' Ucap Ita mengusap lengan Yuda sambil menitikkan air mata juga.


--


''Hoaaaahhh ALHAMDULILLAH..'' Ucap Yuni lega menghampiri keluarganya.


''Uhuy sarjana, selamaat, berkah ilmunya Tante..'' Ucap Ita memeluk Yuni.


''Aamiin.. Ya dooong, gede kan akuu..'' Jawab Yuni membanggakan diri.


''Ehhh anak kecil tetep anak kecil..'' Celetuk Yoko.


''Ada suara nggak ada rupa ya Kak..'' Bisik Yuni.


Yuni ganti memeluk yang lain dan menerima ucapan selamat.


Banyak sekali kado dan bunga yang ia dapat hari ini, ia sampai bingung membawanya.


''Maaf Kakak telat, selamat ya Dek..'' Ucap seseorang yang baru datang dan memberikan bucket bunga berukuran besar kepada Yuni.


Semua langsung mencari sumber suara, Yuni sumringah campur deg-degan.


Ia sudah mengetahui bahwa Rio akan telat hadir, jadi tidak heran.


Yuda dan Ita langsung membulatkan matanya sempurna saat melihat seseorang yang hadir, mereka langsung saling pandang.


Begitu pun dengan Rio, ia tak kalah terkejutnya melihat Ita dan keluarga ada di hadapannya.


''Loohhh..''


''Loohhh..''


''Loh kalian kenal?'' Tanya Yuni bingung.


Dan mereka menjawab dengan anggukan.


Yuni langsung mendekati Yuda.


''Ini orangnya Mas yang aku ceritain waktu itu..'' Bisik Yuni.


''Apa??'' Tanya Yuda kaget.


Semua pun ikut kaget karena mendengar suara keras Yuda.


''Ada apa?'' Tanya yang lain bingung.


''Nggak nggak, nggak papa..'' Jawab Yuda.


''Rio orang yang di ceritain Yuni waktu itu..'' Bisik Yuda kepada Ita.


''Hah serius??'' Ganti Ita yang terkejut.


Semua kembali kaget.


''Kenapa sih kalian?'' Tanya Mama bingung.


''Nggak papa Ma,hehe..'' Jawab Ita.


''Bro, masih lama kah disini?'' Tanya Yuda setelah mendekati Rio.


''Iya, kenapa?'' Tanya Rio balik.


''Nanti malam bisa kita semua berkumpul?'' Tanya Yuda lagi.


''Boleh, ketemu di resto hotel X saja ya..'' Jawab Rio.


''Loh.. Kami menginap disana..'' Jawab Ita.


''Iya kah? Kebetulan banget kalau gitu..'' Jawab Rio tersenyum.


Acara wisuda tentu saja sangat banyak orang, tidak mungkin mereka akan membahas hal keluarga saat ini juga.


--


Malam hari sesuai perjanjian dengan Rio.


Saat ini hanya Yuda, Ita, Rio, dan Yuni yang hadir karena sesuai permintaan Yuda.


''Langsung saja Bro, Yuni ini adik saya, adik kandung, apa kamu sudah tau?..'' Tanya Yuda.


Rio menggeleng.


''Saat Yuni menceritakan keluarga, dia tidak pernah menyebut nama..'' Jawab Rio jujur.


''Jadi beneran kalian sudah saling kenal?'' Tanya Yuni.

__ADS_1


''Iya, Rio bos kami dulu..'' Jawab Yuda.


''Hah? Bos??'' Yuni terkejut.


''Bukan bukan, itu berlebihan, saya hanya menjalankan milik orang tua, mereka yang menggaji..'' Jawab Rio merendah.


''Jadi apa tujuanmu? Kenapa kamu memilih Yuni?'' Tanya Yuda menyelidik.


''Tujuan saya jelas akan menikahi Yuni, untuk alasan, saya tidak memiliki alasan khusus selain keyakinan saya tentang hati..'' Jawab Rio.


Yuda terdiam.


Yuni menunduk takut, di bawah meja tangannya langsung meraih tangan Ita dan ia genggam dengan kuat.


''Yuni juga sudah menceritakan tentang sikap Kakak-kakaknya, apalagi kamu, dia sangat penurut kok.


Tapi, ada satu hal yang maaf saya sudah lancang, saya sudah melamar Yuni walaupun belum resmi..'' Ucap Rio lagi.


Yuda dan Ita langsung menatap Rio.


''Dek..'' Panggil Rio kepada Yuni.


''Iya Mas, Kak.. Ini..'' Jawab Yuni menunjukkan perhiasan yang ia pakai.


''Maaf Mas..'' Ucap Yuni menunduk lagi.


Yuda menghela nafas panjang.


''Baiklah, mungkin sudah waktunya saya merelakan hal ini.


Jujur, perasaan belum ikhlas dan saya merasa Yuni masih anak kecil walaupun faktanya dia sudah dewasa.


Tapi, jika kamu benar-benar berjanji akan menjaga Yuni dengan baik, sebagaimana kami menjaganya selama ini, mau gimana lagi?


Saya serahkan keputusan kepada Yuni, jika dia bahagia, saya bahagia..'' Ujar Yuda lagi-lagi dengan suara tercekat karena mengingat kelakuannya sendiri di masalalu.


''Terimakasih calon Kakak ipar..'' Jawab Rio dengan tersenyum.


''Jadi lampu hijau nih Mas?'' Tanya Yuni kepada Yuda.


''Hmmm..'' Jawab Yuda.


Yuni langsung menghampiri sang Kakak dan memeluknya erat, ia melupakan menjaga sikap.


''Yuniii lepaass!!'' Suruh Yuda karena engap.


''Gini nih Bro tingkah aslinya Yuni, kamu masih mau?'' Tanya Yuda menatap Rio.


''MAS YUDA!!'' Bisik Yuni dengan menekankan suaranya.


''Yakin Bro.. Stock akhir..'' Jawab Rio dengan guyonan.


''KAKAK..'' Yuni menatap cemberut Rio.


Rio mengangkat 2 jari membentuk huruf V.


''Jadi, rencana selanjutnya gimana?'' Tanya Yuda kembali serius.


''Keluarga maunya secepatnya..'' Jawab Rio.


''Bapak sudah tau?'' Tanya Ita terkejut karena sedari tadi hanya tukang nyimak.


Rio mengangguk.


''Sejak awal Ta..'' Jawab Rio.


''Wah waahhh.. Sejak kapan kalian kenal?'' Tanya Ita mengambil alih.


''Sejak kapan Dek?'' Tanya Rio kepada Yuni.


''Kapan ya.. Orang kita nggak sengaja pertama ketemunya, aku kecipratan air pas mobilnya Kak Rio lewat..'' Cerita Yuni.


Hahaha


Yuda tertawa mendengar cerita sang adik.


''Kasian banget..'' Celetuk Yuda.


''Isshhh Mas Yuda ini.. Terus abis itu kita nggak pernah ketemu lagi ya Kak? Ketemu-ketemu lagi nggak sengaja di minimarket, eehhhh lebih nggak nyangkanya lagi ternyata sudah kenal sama Kakaknya,hihi..'' Ujar Yuni.


''Alhamdulillah berarti kita di takdirkan berkeluarga..'' Jawab Ita.


''Kak Ita setuju kan?'' Tanya Yuni.


''Setuju banget doong..'' Jawab Ita.


''Jadi gimana ini langkah selanjutnya buat kalian? Yuni baru aja lulus..'' Ucap Yuda menatap Rio.


''Begini, keluarga saya semua sudah menyetujui.


Soal Yuni baru lulus dan belum sempat bekerja itu tidak masalah.


Nanti biar Yuni bisa mengembangkan kemampuannya dengan membuka usaha sendiri..'' Jelas Rio.


''Oke baik kalau begitu, saya selaku wali Yuni menerima, kami tunggu lamaran resminya di kampung bulan depan..'' Ucap Yuda mantap.


''Siap Bro, terimakasih banyak atas restunya..'' Jawab Rio.


''Sama-sama, jaga baik-baik adikku, harus setia..'' Ucap Yuda memberi pesan.


''Siaapp Kakak ipar, Rio sudah mengambil pelajaran dari Kakak iparnya..'' Bisik Rio.


''Sialan,hahaha..'' Yuda menertawakan ucapannya sendiri.


''Hahaha peace..''


''Mereka lagi becanda..'' Bisik Ita kepada Yuni.


Yuni mengangguk.


...SELESAI...


...TERIMAKASIH ATAS KEBERSAMAANNYA...

__ADS_1


__ADS_2