
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
''Kenapa Rio kayak gugup gitu ya jawabnya?'' Batin Ita penasaran.
''Ahh sudahlah nggak boleh kepo sama urusan pribadi orang, hihi..'' Lanjutnya menertawai dirinya sendiri.
Ita kembali melakukan rutinitas pekerjaannya.
--
Sementara itu, Rio yang sudah berada di perjalanan terus merutuki dirinya.
''Aduuhh.. Tadi pake gugup lagi jawab pertanyaan Ita, pasti dia curiga dengarnya..'' Gumam Rio.
Rio sedang menuju ke suatu tempat untuk bertemu dengan seseorang.
Kepergian Rio memang sangat mendadak, karena kepergiannya di karenakan melihat story aplikasi chat dari seseorang.
Dan isi story seseorang tersebut adalah " H-2 ULANG TAHUNKU, JANGAN ADA YANG LUPA KASIH DO'A YAA"
(Sungguh kode yang keras sekali😅)
Rio tertawa sendiri mengingat hal itu, lebih lagi menertawai dirinya yang langsung tidak ingin ketinggalan di moment ini dan rela meninggalkan semua pekerjaannya untuk sementara waktu.
''Jadi bucin lagi, kali ini aku harus gerak cepat..'' Gumamnya sambil tertawa geli pada dirinya.
Rio terus melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang sudah dia pesan.
--
Di tempat lain.
Yuni sudah siap untuk menerima ajakan pergi dari Dinda.
Dinda hanya bilang akan traktir makan di suatu tempat, dia tidak menyebutkan secara jelas dimana tempatnya.
Karena selama ini, baik Dinda ataupun Yuni, siapa pun yang sedang ulang tahun, maka, temannya yang akan memberi traktiran kepada yang ulang tahun.
Dan saat ini, Dinda mengatakan hal demikian kepada Yuni.
''Kita makan di mana sih Din?'' Tanya Yuni penasaran.
''Disana, pokoknya di jamin kamu pasti suka, kita belum pernah kesana loh Yun, ini SPESIAL..'' Ujar Dinda.
''Kenapa kita nggak pergi naik motor aja? Biasanya juga naik motor, lebih enak..'' Protes Yuni lagi.
''Sssssttt!! Nanti bajunya rusak, make up kamu rusak, ihh bahaya.. Aku sudah mahal-mahal loh bayarnya..'' Jawab Dinda beralasan.
(Padahal duitnya juga bukan duit Dinda😅)
"Lagian ya Din, emang kamu punya uang banyak dapat dari mana? Jangan-jangan kamu korupsi uang kuliah ya..'' Tuduh Yuni.
''Kamu nggak kasian apa Din? Nggak boleh gitu loh Din..'' Lanjut Ita.
''Sssttttt di larang banyak omong!! Pokoknya kamu tinggal nurut aja, ini di jamin bukan uang korupsi..'' Jawab Dinda.
''Awas ya sampai nanti Mamamu yang super cerewet itu tiba-tiba nelpon terus ngomelin aku..'' Gerutu Yuni.
''Nggak akan YUNI CANTIIIIKK, amaann terkendali, Oke..'' Kata Dinda sembari mengangkat jempolnya.
''Aku cantik kan Din??'' Tanya Yuni lagi.
''Hmmmm cuantik pariwisata..'' Jawab Dinda spontan.
''Paripurna Din, bukan pariwisata..'' Protes Yuni.
''Ya itulah pokoknya.. Ehh ini mobilnya sudah otw..'' Ucap Dinda.
Dinda sengaja memesan taxi online melalui sebuah aplikasi.
Tapi, sebelumnya dia sudah membuat perjanjian dengan sang driver agar tidak membahas lokasi ini di dalam mobil.
__ADS_1
''Ya sudah ayok tunggu di depan..'' Ajak Dinda.
Yuni langsung mengikuti langkah Dinda untuk keluar dari kamar mereka.
--
Di dalam mobil.
''Kita mau kemana loh Pak?'' Tanya Yuni penasaran.
''Kata Mbaknya nggak boleh bilang-bilang loh Mbak..'' Jawab Bapak driver polos.
Dinda yang mendengar langsung melotot.
Begitu pun Yuni, dia langsung manyun kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya.
Beberapa menit di perjalanan, Dinda hampir saja melupakan sesuatu.
Dinda segera mengambil suatu benda di dalam tasnya.
''Tutup mata Yun..'' Ucapnya membuyarkan lamunan Yuni yang terus memandang arah luar.
''Eh eh.. Mau ngapain pake di tutup-tutup..'' Yuni langsung menggeser badannya.
''Tenaang jangan panik, kan aku mau kasih kejutan, cepetan sini bentar lagi sampai..'' Dinda memaksa Yuni.
Yuni akhirnya mengalah mau di tutup matanya.
''Jangan aneh-aneh loh Din, awas aja..'' Ancam Yuni.
''Iya iya Yuni cantiiikkkk..''
Beberapa menit kemudian, mereka tiba pada tempat tujuan.
Dinda mengambil uang dari dalam dompetnya untuk membayar mobil.
''Terimakasih ya Pak, kembaliannya buat Bapak..'' Ucap Dinda sopan.
''Wuuiihhh sombong banyak duit..'' Celetuk Yuni dengan kondisi mata masih di tutup.
''Ssttt di larang berisik..'' Jawab Dinda.
Dinda membantu Yuni untuk turun dari mobil.
Yuni terus meraba-raba depannya karena takut nabrak.
Dinda dengan sabar terus menuntun Yuni sampai di dalam ruangan.
''Lama banget sih Diin..'' Protes Yuni.
''SABBAARRR, bentar lagi..'' Jawab Dinda
TAP
TAP
TAP
PINTU DI BUKA
SATU
DUA
TIGA
Dinda membuka penutup mata Yuni.
...HAPPY BIRTHDAY...
Teriak mereka kompak, hanya beberapa saja teman-teman Yuni dan Dinda.
Yuni masih memfokuskan matanya yang habis di tutup.
__ADS_1
Seketika tangisnya pecah melihat pemandangan yang ada di depannya.
Yuni menutup mulutnya tidak percaya.
''DINDA!" Yuni memukul lengan Dinda yang masih ada di sampingnya.
Dinda tersenyum terus sambil menaik turunkan kedua alisnya karena bangga atas keberhasilannya.
''Selamat ulang tahun sahabatku yang cantik, kurangi tukang ngomelnya..'' Ucap Dinda lalu memeluk erat Yuni.
''Makasiih sudah kasih kejutan kayak gini..'' Jawab Yuni terharu.
''Bukan aku..'' Jawab Dinda menahan senyumnya.
''Bukan kamu gimana maksudnya?'' Tanya Yuni lalu melepaskan pelukannya.
Dinda masih senyum-senyum dan matanya melirik ke arah belakang Yuni.
Yuni pun langsung mengikuti arah lirikan mata Dinda.
Seketika Yuni hampir saja terjatuh karena terkejut melihat siapa yang sudah ada di belakangnya.
Beruntung dia masih bisa menjaga keseimbangannya.
''Kakak.." Kata Yuni, matanya kembali berkaca-kaca.
''Selamat ulang tahun gadis cantik..'' Ucap Rio sambil memberikan bucket bunga ukuran jumbo.
Yuni tentu saja bahagia walau pun keberatan membawanya.
''Jadi kalian??'' Tanya Yuni memandang Rio dan Dinda bergantian.
''Hehe..'' Dinda mengangkat 2 jarinya membentuk huruf V.
''Dasar!!'' Yuni memukul lengan Dinda lagi.
Sedangkan Rio hanya mengangguk tersenyum.
"Kok Kakak tau kalau aku ulang tahun?'' Tanya Yuni penasaran.
Rio baru mau menjawab, tapi sudah keduluan Dinda.
''Makanya Yun, jangan jujur-jujur amat kalau mau ulang tahun, pake update di story lagi..
Ehhh tapi ya Alhamdulillah deng, jadi di kasih kejutan gini, lumayan makan gratis..'' Ucap Dinda sambil menutup mulutnya.
Yuni menepuk keningnya sendiri, padahal maksud kode itu untuk Kakak-kakaknya, lupa kalau sekarang nambah kontak.
''Hehe..'' Akhirnya Yuni cuma cengar cengir malu sendiri.
''Makasih ya Kak atas semuanya..'' Ucap Yuni menghadap Rio.
''Iya sama-sama, kamu suka nggak?'' Tanya Rio.
Yuni mengangguk.
Tempat itu sengaja di pesan oleh Rio secara mendadak untuk ulang tahun Yuni.
Saat tau Yuni akan ulang tahun, saat itu juga Rio langsung mencari informasi tentang teman yang sering bersama dengan Yuni agar bisa membantunya.
Rio meminta kepada Dinda agar tidak mengundang banyak orang, cukup hanya teman-teman dekat saja, termasuk pacar Dinda juga di perbolehkan.
Rio juga melarang kepada yang datang untuk melakukan foto atau pun video di moment ini.
Hanya dari pihaknya yang boleh melakukan ini, semua demi kenyamanan Yuni yang masih takut.
-----
Terimakasih yang sudah mampir dan memberikan dukungan untuk author🙏
Maaf telat up, karena sehari ini agak pusing pas kelamaan di depan layar🙏
IG @tulisan_sitimay
__ADS_1