
Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan tinggalkan komentar biar author semakin semangat nulisnya💪
-----
''Terimakasih banyak Pak, Bu.. Karena kalian sudah banyak membantu saya..'' Ucap Della saat di dalam mobil.
''Sama-sama Dell, saya sangat bersyukur dan sedikit berkurang rasa bersalah saya sama kamu..'' Jawab Yuda.
''Oh ya, mungkin rumahnya beberapa hari lagi sudah beres..'' Ucap Ita.
''Hah? Rumah?'' Della bertanya-tanya dalam hati.
''Maksudnya rumah siapa Bu?'' Tanya Della memberanikan diri.
''Rumah kamu sama keluargamu Dell..'' Jawab Ita sembari tersenyum.
''Ibu jangan ngada-ngada Bu, kami masih punya rumah loo..'' Ujar Della.
''Gini Dell, saya khawatir terjadi apa-apa sama kamu dan keluarga kamu. Kamu nggak usah mikir yang macam-macam, saya sudah bicara sama Ibu kamu dengan alasan tanpa menyebutkan masalah kamu ini, dan Ibu kamu sudah setuju..'' Sahut Yuda.
''Rumah itu sayang kalau kosong sampai lama, tidak jauh dari rumah kami dan samping kanan kiri ada rumahnya juga, jadi tidak perlu takut.. Dan 1 lagi, yang jelas disana sudah saya pasang cctv juga..'' Imbuhnya.
''Apakah itu tidak berlebihan Pak? Bagi saya yang penting urusan ini sudah selesai, saya lega Pak..'' Tanya Della hati-hati.
''Della..'' Ita mengusap pundak Della.
Della menoleh ke arah Ita.
''Maafkan kami ya, bukannya kami mau meremehkan tempat tinggal kalian atau gimana. Akan tetapi, kami masih menyimpan kekhawatiran yang lebih, dan itu membuat suami saya terus akan merasa bersalah, terima ya Dell..'' Ucap Ita.
Della merasakan ketulusan dari tatapan yang di berikan oleh Ita.
''Saya tergantung Ibu saya, jika beliau mau saya juga mau Bu..'' Jawab Della pelan.
''Alhamdulillah, terimakasih banyak Della..'' Ucap Ita langsung memeluk Della.
Mobil melaju menuju butik milik Sarah, karena Ita ingin menemui karyawan Sarah yang tentunya saat ini sedang di landa kebingungan.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di lokasi yang di tuju.
Ita berdiam diri sekejap menatap butik tersebut sebelum memasukinya.
Ia keluar dari mobil, lalu di ikuti oleh Yuda dan Della.
''Permisi..'' Ucap Ita.
Seseorang menyambut kedatangan Yuda, Ita, dan Della dengan ramah.
''Selamat siang Tuan dan Nyonya, ada yang bisa kami bantu?'' Sambut karyawan tersebut ramah.
Yuda, Ita, dan Della langsung saling melempar pandangan, siapa yang akan berbicara.
''Hmm, begini Mbak, maaf kami mengganggu aktivitas anda..
''Emm maaf sepertinya ada hal yang serius, silakan duduk Tuan, Nyonya..'' Ucap karyawan tersebut menunjuk ke arah sofa.
''Terimakasih..'' Jawab mereka serempak, lalu mengikuti langkah karyawan tersebut.
__ADS_1
''Silakan Tuan, boleh di lanjutkan..'' Ucap karyawan tersebut melihat semuanya sudah duduk di sofa.
''Begini Mbak, maaf kami terpaksa harus membawa bos kalian ke pihak yang berwajib..'' Ucap Yuda memberitahu.
''Hah!! Jadi??'' Ujarnya terkejut.
Ia tidak menyangka dan bahkan belum sanggup jika harus membayangkan butiknya ini tanpa bosnya.
Bagaimana nasib para pelanggan yang sudah terlanjur memesan rancangan Sarah.
''Eee ini emmm maaf boleh saya tau apa yang menyebabkan bos kami harus berurusan dengan polisi?'' Tanya karyawan tersebut gugup.
''Nona Sarah menjadi tersangka atas kasus pengancaman yang dia berikan kepada adik saya..'' Jawab Yuda menunjuk Della.
''Hah pengancaman? Kok bisa?'' Tanyanya semakin terkejut dan langsung menatap Della.
''Ceritanya panjang Mbak, saya juga bingung jika harus memulai cerita..'' Jawab Della.
''Intinya begini Mbak, masalah ini sudah lama, hanya semakin hari Nona Sarah semakin nekat, jadi kami terpaksa harus membawa kasus ini ke kepolisian.
Maaf kami tidak bisa menjelaskan secara detail, yang jelas polisi tidak akan langsung menangkap begitu saja tanpa alasan yang kuat.
Kalian bisa meminta penjelasan kepada kepolisian sekalian membesuk Nona Sarah..'' Jelas Ita tegas.
''Maafkan kami telah membuat kegaduhan disini dan membuat kalian bingung harus di tinggal bos kalian..'' Lanjut Ita.
Karyawan tersebut mengangguk, ia juga takut menghadapi Ita dan lainnya.
''Baiklah, terimakasih Mbak atas waktunya, kami permisi..'' Ucap Ita.
Mereka lalu berdiri.
--
Setelah keluar dari butik milik Sarah, mereka langsung menuju sebuah rumah makan karena sedari tadi harus di sibukkan dengan urusan yang belum selesai.
Karena besok harinya, mereka berencana akan langsung untuk ke kampung halaman Yuda untuk menemui keluarga dan menyelesaikan masalah yang lama belum terjawab faktanya.
Tentu saja kepergian Ita dan Della sudah mendapat izin dari Rio.
''Terimakasih ya Pak, Bu.. Saya kenyang..'' Ucap Della sambil mengusap-usap perutnya.
''Alhamdulillah, jangan sungkan Dell.. Saya sudah menganggap kamu seperti adik saya sendiri..'' Jawab Ita menepuk pundak Della.
Selesai dari makan siang yang kesorean, mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat.
--
Mengingat perjalanan dari Bandara ke rumah keluarganya sangatlah jauh, Yuda memesan tiket untuk penerbangan paling pagi.
Yuda sudah mengabari Yudi untuk menjemputnya di Bandara.
Yudi tidak mau terlambat menjemput sang Kakak, ia berangkat menuju Bandara lebih cepat.
Penerbangan terasa sangat cepat karena tidak sampai 1 jam.
Yuda, Ita, dan Della langsung menuju pintu kedatangan setelah mengambil koper milik mereka.
__ADS_1
Mereka sudah di sambut oleh Yudi yang menunggunya.
''Gimana kabar Ibu?'' Tanya Ita saat mereka sudah di dalam mobil.
''Allhamdulillah sudah sehat Kak, aku sudah mencoba merayu Ibu biar nanti nggak langsung emosi..'' Jawab Yudi.
''Terimakasih ya karna sudah membantu Kakak, oh ya, ini Della, teman kantor Kakak, nanti dia yang akan membantu Kakak untuk kasih penjelasan kepada Ibu..'' Ujar Ita.
Yudi langsung menoleh sekilas.
''Saya Yudi, adiknya iparnya Kak Ita, Mbak..'' Ucap Yudi memperkenalkan diri.
''Saya Della..'' Jawab Della.
''Jangan kaget ya Mbak, rumah kami ada di kampung, jadi jauh sama Bandara..'' Ucap Yudi lagi.
''Hehe iya nggak papa Mas..'' Jawab Della.
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah, mereka mampir ke rumah makan untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
''Masih lama lagi Dell perjalanannya, sekitar 15 jam lagi..'' Bisik Ita.
''Hah!!'' Della menutup mulutnya tidak percaya.
''Serius Bu? Sejauh ini kampung Pak Yuda??'' Tanya Della yang langsung percaya begitu saja.
''Iya 15 jam lagi kalau kita puter balik ke Jakarta terus muter-muter lagi, hihi..'' Bisik Ita sambil tertawa kecil.
''Buu, kebiasaan dehh..'' Jawab Della dengan ekspresi kesal.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai makan.
''Begini Mbak suasana kampungnya, untung Mas Yuda nasibnya bagus jadi orang kota, haha..'' Ujar Yudi sambil tertawa.
''Hehe iya..'' Jawab Della sambil nyengir.
Setelah berjam-jam di perjalanan, mereka tiba di kediaman keluarga Yuda.
Ada perasaan gugup pada diri Ita, begitupun dengan Della.
''Jelaskan apa yang seharusnya kamu jelaskan ya Dell, tarik nafas panjang biar lega..'' Ucap Ita sebelum turun dari mobil.
Della mengangguk dan menuruti perintah Ita.
''Ayo masuk, jangan sungkan-sungkan..'' Ajak Yudi.
Yudi melangkah terlebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah.
''Assalamu'alaikum..'' Ucap mereka.
''Wa'alaikumus-salam..'' Jawab Ibu yang keluar menyambut mereka dan pandangannya langsung menuju pada Ita.
-----
Terimakasih banyak untuk Kakak-kakak semua yang sudah berkenan mampir, jangan bosan untuk saling memberi support🙏
Mohon maaf jika tulisan Author masih banyak kesalahan dan kekurangan🙏
__ADS_1
Follow IG @tulisan_sitimay 🙏