
Ngadem dulu yaa😂
''YUN, BURUAN YUUUNN..'' Teriak Dinda sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
''Iyaa sebentaarr..'' Teriak Yuni dari dalam.
Dinda terus memegangi perutnya yang sudah nggak tahan mau setor emas murni yang sudah berhasil di giling semalaman😏
''Yuni ini tidur apa ngapain siiihh di dalam..'' Gumamnya.
Dug
Dug
Dug
Dinda terus menggedor pintu kamar mandi.
"YUUUUNNNN CEPEEETTT!!''
Tak berapa lama, Yuni membuka pintu. Namun saat ia membuka pintu, bersamaan dengan dari kamar sebelah yang merasa terganggu dengan kebisingan mereka berdua.
Karena kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka sedang mengalami kerusakan pada kran air, jadi terpaksa mereka menggunakan yang berada di luar.
''Sehari aja nggak berisik kenapa sih kalian..'' Protesnya yang masih mengenakan celana kolor dengan suara khas orang baru bangun tidur.
Dinda dan Yuni langsung menoleh ke sumber suara dan nyengir.
''Hehe..''
''Kamu siihh..'' Bisik Dinda menggerutu pada Yuni.
''Sstttt, biarin.. Itung-itung kita jadi alarm, hihii..'' Jawab Yuni lalu berjalan cepat.
Dinda langsung mencubit lengan Yuni.
''Awww.. Sakit tau..'' Pekik Yuni sambil mengusap-usap lengannya.
''Hehe maap ya Mas..'' Ucap Yuni saat di depan orang tersebut.
Sedangkan Dinda langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar, Yuni melaksanakan shalat subuh sendiri, karena Dinda masih belum selesai.
Yuni dan Dinda sudah memiliki kebiasaan bangun pagi, walaupun kebiasaan buruknya adalah teriak-teriak di saat-saat yang tidak menentu.
__ADS_1
''Huhh lega..'' Ucap Dinda saat menutup pintu.
''Yun, kamu kenapa?'' Tanya Dinda melihat Yuni menangis dan belum melepas mukenanya.
Yuni menggeleng lalu melepaskan mukena dan menyerahkan kepada Dinda.
''Kamu baik-baik aja kan? Kayaknya tadi waras.. Kok tiba-tiba nangis?''
''Apa jangan-jangan tetangga kita mukulin kamu? Mana yang sakit?'' Tanya Dinda khawatir.
''Aku tu tiba-tiba kangen aja sama Bapak, biasanya kalau selesai shalat subuh terus ngaji sebentar, Bapak yang nyimak..'' Jawabnya lalu menunduk.
Dinda langsung memeluk Yuni.
''Sabar ya Yun, Bapak kamu pasti sudah bahagia di Surga..'' Ucapnya.
''Aamiin, makasih ya Din..'' Jawab Yuni lalu mengusap air matanya.
''Iya sama-sama..''
''Sekarang awas minggir dulu aku mau shalat..'' Ujar Dinda mengusir paksa Yuni yang masih duduk di atas sajadah.
''Hissttt, baru aja kelihatan sweet..'' Gerutu Yuni kesal.
Sedangkan Dinda tidak memperdulikan gerutuan Yuni, dia memilih untuk langsung mengerjakan shalat.
--
''Nyuruh sih nyuruh, tapi nggak pake ngeledek juga kali Dinda Ha*w KW 9.999.999 '' Protes Yuni balik meledek.
''Banyak amat tuh 9 nya.. Sama aja nggak ada mirip-miripnya Yun, Yuuunn..'' Ucap Dinda menghitung jumlah angkat 9 yang di sebutkan Yuni.
''Lahh.. Siapa juga yang bilang mirip? Kepedean, weeekk..'' Ledek Yuni menjulurkan lidahnya.
''Awas lidahmu nanti di potong..'' Celetuk Dinda.
Yuni langsung spontan menutup mulutnya.
''Iiisssshhh Dinda kalau ngomong..'' Gerutu Yuni.
''Makanya..''
''Yaudah aku duluan ya berangkatnya, jangan lupa kunci pintu dan jangan lupa belanja ya Yuni cantik..'' Ucap Dinda mengambil kunci motornya.
''ASSALAMU'ALAIKUM..'' Lanjutnya.
__ADS_1
''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Yuni.
Mereka memiliki kendaraan sendiri-sendiri, karena mereka berbeda jurusan dan sering memiliki kegiatan masing-masing.
--
Sepulangnya dari kampus, Yuni mampir ke sebuah warung yang menjual berbagai macam kebutuhan memasak, ia membeli beberapa macam yang sudah ia dan Dinda catat tadi.
''Oke lengkap..'' Gumam Yuni melihat belanjaannya.
''Ini Bu..'' Yuni menyerahkan keranjang belanjaannya kepada Ibu penjual.
''Matur nuwun nggih Bu (Terimakasih ya Bu)" Ucap Yuni setelah menerima kembalian.
''Iyo Nduk.. (Iya Nak)'' Jawab Ibu penjual ramah yang asli orang Jawa.
Sebelum pulang, Yuni mampir ke minimarket yang se arah dengan tempat tinggalnya, karena mengingat ada yang harus di beli.
''Selamat datang di _____'' Ucap Mbak-Mbak kasir.
''Terimakasih..'' Jawab Yuni lalu mengambil keranjang.
Yuni berjalan terus fokus ke arah rak, tanpa melihat siapa yang ada di sekitarnya.
''Saya du-luan..'' Ucap Yuni terpotong saat melihat siapa orang yang ada di depannya.
Mereka hendak mengambil sebuah tissue yang sama.
''Kamu kaann??'' Kata orang tersebut tersenyum.
--
Hayooo siapa yaaa...
Pasti ketebak😅😅
Author ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada sesama penulis yang sudah mampir dan saling support.
Semoga tulisan kita bisa maju terus dan semakin baik🙏
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan kekurangan, monggo saran dan kritiknya agar author makin semangat🙏💪
Jangan lupa follow IG @tulisan_sitimay
__ADS_1
Terimakasiihh