SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 44


__ADS_3

Lanjutan Bab sebelumnya


''Ta, kita pasti di jebak, wanita itu pasti sudah mencari tahu siapa saya..''


''Tentang foto itu..'' Rio menghentikan ucapannya.


''Ada orang sini..'' Ita tiba-tiba berbicara.


''Tepat..'' Rio menjawab ucapan Ita.


''Lalu siapa yang tega melakukan ini? Bukan kah selama ini tidak pernah ada komplain dari karyawan-karyawan?'' Ita bertanya-tanya.


''Orang itu melakukan ini pasti punya alasan, sebaiknya kita cari tahu..''


''CCTV, iya CCTV.. Kenapa saya tidak langsung memikirkan CCTV..'' Ucap Ita merutuki dirinya sendiri.


''Tepat sekali kamu Ta..'' Jawab Rio lalu mengecek.


Rio bergegas mengecek hasil rekaman kamera pengintai tersebut yang terhubung pada ponselnya.


''Nah.. Tapi, siapa dia?'' Tanya Rio memandang seksama layar ponselnya.


''Kamu paham Ta ini siapa?'' Tanya Rio menyerahkan ponselnya kepada Ita.


Ita menerima ponsel Rio dan melihat sendiri siapa orangnya.


''Astaghfirullah..'' Ita menutup mulutnya tidak percaya.


''Siapa Ta?'' Tanya Rio penasaran.

__ADS_1


''Della, ini Della..'' Ucap Ita menunjuk-nunjuk layar ponsel Rio.


''Della yang di bawah?'' Tanya Rio lagi.


''Iya, Della siapa lagi..'' Jawab Ita tidak percaya.


''Apa coba tujuannya? Saya merasa tidak ada masalah sama sekali sama Della, bahkan setiap saya datang, dia selalu menyapa dengan sangat-sangat ramah, saya tidak pernah memarahinya juga..'' Jelas Ita yang masih tidak percaya.


''Dia pasti punya alasan untuk ini, yang membuat saya heran itu ternyata dia bisa bekerja sama dengan wanita itu untuk berbuat jahat..''


''Apa minta di pecat secara tidak hormat itu anak..'' Ucap Rio yang lalu membuat Ita menoleh ke arah Rio.


''Pecat??''


''Iya..''


''Jangan Kak, jangan.. Yang saya tahu Ayahnya sudah meninggal, sedangkan dia harus membantu Ibunya, dia punya adik yang masih sekolah..'' Cegah Ita merasa tidak enak.


''Keluarganya tidak tahu apa-apa, kasian jika harus ikut menerima dampaknya jika Della di pecat..'' Jawab Ita sambil menunduk.


Rio terenyuh mendengar ucapan Ita.


''Ya sudah, pelan-pelan nanti kita bicara sama dia..'' Ucap Rio mencoba menenangkan.


''Baik, lalu bagaimana dengan pengunduruan diri saya?'' Tanya Ita kembali pada tujuan.


''Tolong jangan keluar dulu Ta, disini masih sangat membutuhkanmu, besok saya akan kembali ke Surabaya, karena saya juga ada urusan di Malang..''


''Saya juga sangat menyayangi pekerjaan ini, Tapiii, bagaimana dengan saya? Saya tidak mau membuat suami saya semakin memikirkan yang aneh-aneh lagi tentang saya..'' Tanya Ita bingung.

__ADS_1


''Kenapa kamu tidak balik menunjukkan bukti yang kamu punya tentang perselingkuhannya?'' Tanya Rio balik.


Ita menunduk lagi.


''Saya belum siap, saya masih ingin berusaha untuk mengembalikan kesetiaan Mas Yuda yang dulu dengan tulus..''Jelasnya.


''Terserah kamu Ta, saya hanya menginginkan yang terbaik untuk hidupmu..'' Ucap Rio.


''Katakan pada suamimu, kamu masih di minta untuk tetap bekerja sampai disini mendapatkan orang baru yang selevel denganmu, dan juga katakan padanya jika aku tidak disini, jadi tidak perlu khawatir..'' Rio kembali memberi saran.


''Baiklah..''


''Saya mohon maaf sudah berprasangka buruk..'' Ucap Ita merasa tidak enak.


''Tidak masalah, saya memaklumi kondisi hatimu Ta..'' Ucap Rio tersenyum.


''Terimakasih.. Simpan saja surat pengunduran diri saya..''


''Oke..'' Jawab Rio santai.


''Terimakasih sekali lagi, saya permisi..'' Ucap Ita.


''Iya..'' Jawab Rio lalu ikut berdiri sampai Ita keluar dari ruangannya.


-----


Terimakasih yang sudah mampir di karya pertama saya dengan memberi like, komentar dan lainnya..


Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan kekurangan, monggo beri author saran dan kritik agar semakin lebih baik🙏💪

__ADS_1


Follow IG @tulisan_sitimay


Terimakasiih..


__ADS_2