
Rio pergi ke Bandara di antar oleh driver, ia memilih penerbangan paling pagi, karena akan langsung menuju kantor tempat Ita bekerja.
''Terimakasih Pak..'' Ucapnya.
''Iya Mas, hati-hati ya.. Titip salam untuk keluarga..'' Ucap Bapak supir.
''Iya Pak, nanti saya sampaikan..'' Jawab Rio, lalu menyusuri pintu keberangkatan.
--
Setelah menempuh penerbangan kurang lebih dua jam, Rio akhirnya tiba di Bandara.
Jadwal yang seharusnya lebih cepat, maka terpaksa mundur karena cuaca di langit Surabaya tadi sangat gelap, sehingga penerbangan harus di tunda.
''Iya Pak, saya baru saja tiba..'' Ucap Rio di sambungan telepon.
Ia lalu segera berjalan ke arah depan pintu kedatangan.
''Maaf ya Pak tadi delay pesawatnya, disana mendung gelap..'' Ucap Rio.
''Nggak papa Mas Rio, tadi Bapak sudah menyampaikan juga, namanya juga cuaca kan nggak ada yang tahu.." Jawab Pak Rahmad.
''Oh ya, tolong langsung antar ke kantor saja ya Pak..'' Pinta Rio.
''Mas Rio apa nggak mau istirahat dulu? Ini kan juga masih jam istirahat..'' Ujar Pak Rahmad mengingatkan.
''Tidak apa-apa Pak, mampir dulu ke kedai itu, beli makanan untuk anak-anak kantor..'' Pinta Rio lagi.
''Oke Mas..'' Jawab Pak Rahmad nurut.
Setelah sampai di Kedai X, Rio memesan beberapa porsi sate ayam yang menjadi kesukaan Ita sejak dulu.
''Satenya masih Bu?'' Tanya Rio sopan.
''Ehh Mas Rio, masih Mas, masih.. Pesan berapa porsi?'' Tanya Ibu penjual yang sudah sangat mengenali Rio.
''8 ya Bu, bungkus semua..'' Jawab Rio.
''Oke Mas, di tunggu dulu ya..'' Suruh Ibu penjual.
''Oke Bu..'' Jawab Rio, lalu menunggu di kursi yang ada di dekatnya.
--
__ADS_1
Setelah menerima pesanan dan membayar, Rio langsung masuk ke dalam mobil.
Karena waktu yang di butuhkan untuk memesan sate lumayan lama, Rio tiba di kantor saat jam istirahat sudah selesai.
Melihat bosnya datang, beberapa karyawan langsung berdiri menyambut.
''Selamat siang, Pak Rio..'' Sapa salah satu karyawan.
''Siang, gimana kabarnya semua?'' Tanya Rio ramah.
''Alhamdulillah baik Pak..''
''Oh ya ini tadi dari Bandara saya mampir beli sate, di bagi ya..'' Rio menyodorkan beberapa porsi.
Para karyawan nampak sumringah atas sikap bosnya yang selalu perhatian dengan para pekerjanya.
''Bu Ita sudah datang kah?'' Tanya Rio lagi sambil menengok ke arah atas.
''Belum Pak, mungkin sebentar lagi..'' Jawab karyawannya.
''Ohh gitu, ya sudah saya tunggu di atas saja..'' Ucap Rio permisi.
''Silakan Pak, terimakasih traktirannya..'' Ucap karyawan.
--
"Loh kok nggak ke kunci?" Tanya Ita dalam hati sambil memegang pintu.
Ceklek
"Astaghfirullah.." Ita tersentak saat melihat ada orang di ruangannya.
"Kak.. Sejak kapan datang?" Tanya Ita celingukan.
"Baru saja kok, maaf saya lancang masuk ke ruanganmu tanpa permisi.." Ujar Rio lalu berdiri.
"Ohh iya nggak papa, tapi, kenapa tidak mengabari dulu kalau mau datang?" Tanya Ita lagi.
"Iya ada keperluan mendadak.." Jawab Rio asal.
"Ini tadi dari Bandara saya mampir beli ini.." Rio menyodorkan sesuatu.
"Waaahhh ini sate legend.." Ucap Ita menerima pemberian Rio.
__ADS_1
"Terimakasih banyak my bosss, silakan duduk.." Ucap Ita mempersilakan Rio duduk lagi.
"Masih tetap menjadi yang favorit ya, Ta?" Tanya Rio menatap Ita.
"Selalu.." Jawab Ita singkat.
Ita tetap menjaga jarak antara dirinya dengan Rio.
"Ita.." Panggil Rio pelan, setelah melihat Ita menyelesaikan santapannya.
"Iya, gimana?"
"Maaf saya ikut campur tentang urusan pribadimu.." Ucap Rio ragu.
Ita langsung paham maksud ucapan Rio.
"Saya sudah tau Kak, bahkan saya sudah ketemu sama wanita yang ada di foto itu.." Jawab Ita menunduk.
"Lalu, Yuda?" Tanya Rio penasaran.
"Mas Yuda tidak tahu jika saya menemui wanita itu.." Jawab Ita.
"Bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Rio semakin penasaran.
Ita memberikan ponsel yang berisi rekaman pembicaraannya dengan Sarah dan juga foto-foto beberapa hari yang lalu saat ia mengikuti Yuda ke Jakarta.
Rio mendengarkan dengan seksama, nampak ia langsung menunjukkan ekspresi amarah.
"Kamu hebat Ta, semoga perjuanganmu berakhir sesuai dengan harapanmu selama ini.." Ucap Rio menatap kagum.
"Aamiin, terimakasih atas suppornya Kak.." Jawab Ita tersenyum.
Rio mengangguk.
"Ya sudah Ta, saya permisi dulu ya.. Soalnya tadi dari Bandara langsung kesini.." Pamit Rio.
"Oh ya silakan, terimakasih.." Ucap Ita lalu berdiri.
Ā
Terimakasih ya yang sudah setia memberi support..
Mohon maaf atas kekurangan dan kesalahanš
__ADS_1
IG @tulisan_sitimay