
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
Yuda dan Ita tiba di rumahnya langsung di sambut cemberut oleh si bungsu Arisa, kalau kedua Kakaknya sudah bisa mengerti.
''Assalamu'alaikum anak Bunda yang cantik..'' Ucap Ita mensejajarkan dengan putrinya.
''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Arisa menerima jabatan tangan Ayah dan Bundanya lalu melengos.
''O o o.. Ada yang cemberut nih, tantiknya ilang loohh..'' Goda Ita.
Arisa langsung memperlihatkan giginya yang ompong depan lalu menghadap Ayah dan Bundanya sambil cengar cengir agar di bilang imut.
''Duh duh cute sekali anak Bunda..'' Puji Ita sambil menggandeng putrinya masuk.
Tadi Kakak-kakaknya begitu menyambut langsung balik lagi ke dalam nonton televisi.
''Bener-bener copy paste tantenya, obat ngambek harus di bilang cantik..'' Yuda mengacak-acak rambut Arisa.
''Sssttt..'' Cegah Ita, karena dia tidak mau membuat Arisa semakin ngambek.
Yuda langsung menggendong Arisa, karena sudah sangat rindu.
''Turuuunn Ayaaahhhh!! Aku sudah gede nggak mau di gendong, mau punya Adek!!" Teriak Arisa yang tidak mau di uyel-uyel sama Ayahnya.
Uhuk uhuk
Yuda dan Ita langsung terbatuk-batuk mendengar kata adik.
Mereka sudah di kamar, Yuda dan Ita langsung mencari minum.
''Arisa sayang, anak Bunda.. Emang kalau Arisa punya adik, Arisa mau sayang sama adiknya nanti?'' Tanya Ita.
''Iya sayanglah, biar Bunda nggak pergi-pergi kalau punya adik kecil..'' Jawab Arisa sambil manyun.
''Katanya mau punya adik, tapi dikit-dikit masih marah, nanti kasian dong adiknya kalau Kakaknya ngambek terus di tinggal momong adik bayi..'' Sahut Yuda.
''Nggak, Arisa kalau punya adik nggak mau marah-marah lagi..'' Jawab Arisa semangat.
''Besok pagi harus ada adik bayinya!'' Seru Arisa memandang Ayah dan Bundanya penuh ancaman.
''HAH!!'' Yuda dan Ita langsung kaget dan saling pandang.
''Sayang, nggak bisa cepet gitu Nak.. Aduh gimana ini jelasinnya..'' Ita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan Yuda pun juga ikut bingung.
''Ya sudah Arisa main dulu ya sama Kakak, Bunda mau bersih-bersih badan, bau nihh..'' Ujar Ita.
''Pokoknya mau punya adik..'' Seru Arisa lagi.
''Iya iya punya adik, tapi, nggak bisa besok.. Masih lama ya..'' Ucap Yuda.
''Kenapa lama?'' Tanya Arisa lagi.
''Arisa dulu di perut Bunda 9 bulan lebih lohh, jadi kalau Arisa mau punya adik juga harus nunggu lama, itu kan Allah yang kasih Sayang..'' Yuda mencoba menjelaskan.
Arisa mencoba mencerna penjelasan sang Ayah, nampak serius dengan pikirannya.
''Ya udah Arisa tunggu ya Yah..'' Ucap Arisa.
Yuda langsung merasa lega dengan jawaban putrinya itu.
__ADS_1
Arisa langsung lari keluar ke ruang tengah untuk bergabung dengan Kakak-kakaknya.
''Kakaaakkkk... Arisa mau punya adiik.." Teriak Arisa memenuhi seluruh rumah.
Yuda yang masih rebahan di kamar langsung menepuk keningnya.
''Aduuuhhh Arisa ini..'' Gumamnya.
''NGGAK MAU PUNYA ADIK!!" Sahut Yuki cemberut.
''Kan adiknya Arisa, bukan adiknya Kak Yuki weeekkk..'' Bantah Arisa.
''Ya sama aja Arisa!!!''
Yuki selalu tidak suka jika ada yang menyuruhnya punya adik lagi, karena baginya Arisa sudah cukup membuat hari-harinya di penuhi kebisingan.
''Kalau adiknya cowok, aku mau, tapi, kalau cewek lagi terus nakal kayak Arisa iihhh males..'' Ucap Yuta yang santai.
Mama dan Mbak Desi langsung menghampiri mereka.
''Bunda hamil lagi ya?'' Tanya Mama.
''Hamil??'' Tanya Arisa balik.
''Tadi Nenek dengar Arisa bilang mau punya adik..'' Lanjut Nenek.
Arisa menggaruk-garuk kepalanya karena tidak mengerti lalu menggelengkan kepala.
''Hmmm mesti halu nih Arisa..'' Timpal Mbak Desi.
''Emm.. Tadi tu Arisa minta adik besok biar Bunda nggak pergi-pergi. Kata Ayah, dulu Arisa di perut Bunda 9 bulan lebih jadi nggak bisa besok pagi..'' Jawab Arisa polos.
Mama dan Mbak Desi langsung tertawa mendengar ucapan polos Arisa.
Yuda langsung keluar dari kamarnya karena mendengar pembahasan adik terus menerus yang masih berlanjut.
''Udah udah Arisa, lanjutin mainannya, sini Ayah temenin..'' Yuda turun tangan momong.
Akhirnya kondisi kembali kondusif lagi tanpa pembahasan yang lebih lanjut.
--
Hari berikutnya, Ita dan Yuda kembali ke aktivitasnya masing-masing.
Mereka berencana akan melanjutkan pekerjaannya terlebih dahulu baru menyelesaikan urusan pribadi mereka.
Ita tiba di kantor seperti biasa, ia kembali di antar oleh sang suami.
Setelah mengantar sang istri, Yuda langsung langsung meninggalkan tempat kerja istrinya.
"Gimana Din pekerjaan selama saya tinggal?" Tanya Yuda ramah.
"Ehh itu lancar Pak, lancar.." Jawab Dini kaget.
"Ohh Alhamdulillah, mungkin beberapa hari lagi saya akan ada urusan lagi, disini saya percayakan ke kamu ya.." Lanjut Yuda.
"Siap Pak.." Jawab Dini.
Yuda langsung pergi meninggalkan Dini dan masuk ke ruangannya.
Dini terheran-heran, ia terus menggaruk-garuk kepalanya.
"Kesambet apa ya si Boss? Sebelum berangkat masih galak, pulang dari pergi langsung baik? Hmm aku kepo.. Tapi, siapa aku? Aku kan ikan.. Ehhh apa siihh.." Dini memukul-mukul keningnya dengan pena.
__ADS_1
--
Tok tok tok
Krik krik krik
Tidak ada jawaban
"Kemana Rio?" Gumam Ita karena tidak ada kabar apa-apa.
"Kosong Bu, Pak Rio ke Surabaya kemarin karena ada acara mendadak katanya.." Ucap seorang OB yang melintas.
"Terimakasih ya Pak, soalnya tidak ada informasi jadi saya tidak tau.." Jawab Ita tersenyum.
"Permisi ya Pak.." Lanjutnya.
"Silakan Bu.." Jawab OB tersebut.
Ita kembali ke ruangannya lalu mengambil ponsel di dalam tasnya untuk menghubungi Rio.
"Assalamu'alaikum Ta.." Jawab Rio di seberang sana.
"Wa'alaikumussalam, maaf tadi ada yang bilang katanya lagi di Surabaya ya?" Tanya Ita langsung.
"Ohh iya Ta, maaf nggak kasih kabar soalnya ada informasi mendadak dari sini.." Jawab Rio.
"Tentang kerjaan?" Tanya Ita lagi.
"Bukan Ta, bukan.. Ini emm ada teman ulang tahun hari ini, dapat undangan, ya ya undangan mendadak.." Jawab Rio memberi alasan.
Ita langsung mengernyitkan dahi mendengar jawaban Rio yang terdengar tidak luwes.
Namun, karena Rio adalah bosnya, maka, Ita langsung mengiyakan saja.
"Besok siang saya kembali kesana Ta, emang kamu sudah pulang ya?" Tanya Rio balik.
"Sudah Kak kemarin.." Jawab Ita.
"Ya sudah besok saya langsung kesana, maaf ya urusanmu jadi tertunda.." Ucap Rio merasa tak enak.
"Iya Kak tidak papa, ya sudah Assalamu'alaikum.." Ucap Ita mengakhiri sambungan teleponnya.
"Wa'alaikumussalam.." Jawab Rio.
--
Sementara itu, Rio yang sedang bersiap-siap akan pergi ke suatu tempat sibuk bercermin, perasaannya deg-degan.
"Maaf Ta, ini juga mendadak.." Gumamnya.
Rio lalu keluar dengan mengendarai mobilnya.
-----
Terimakasih yang sudah mampir dan memberi support untuk author๐
Maaf yaa author bisanya masih one day one Bab ๐๐
Semoga terus bisa meningkat ya๐
LIKE - COMMENT - VOTE
Follow IG @tulisan_sitimay
__ADS_1