
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
''Aku sedang berusaha memperbaiki semua kesalahanku Kak, tapi masih ada yang harus aku selesaikan.
Sebelum aku kesana, aku ingin meminta maaf kepada Kakak terlebih dahulu..'' Jawab Yuda.
''Apa lagi yang akan kamu selesaikan?'' Tanya Ridwan terus menyelidik.
''Masih ada hal yang harus aku selesaikan dengan Sarah..'' Jawab Yuda jujur.
Ridwan nampak terpancing emosi mendengar adik iparnya itu masih menyebut nama wanita lain.
''Masih berani-beraninya kamu menemui wanita itu!!'' Teriak Ridwan dengan menunjuk-nunjuk Yuda.
Nafasnya terlihat tersengal-sengal karena baru pulang dari kesibukannya langsung menghadapi seseorang yang sudah membuatnya terpancing emosi.
''Paa, sabar.. Dengarkan dulu sampai selesai..'' Ujar Laras pelan sambil mengusap lengan suaminya.
''Silakan Yud, berikan penjelasan kepada kami apa tujuanmu masih mau menemui Sarah..'' Timpal Laras.
''Cerita ini sangat panjang Kak, semua karena kesalahanku, banyak orang yang harus menjadi korban.
Ibu harus mengalami serangan jantung karena Ita di fitnah dan sekarang Ibu malah membenci Ita, bahkan teman kerja Ita juga harus menjadi korban ancaman Sarah.
Ini semua kesalahanku Kak, Ita sudah tau semuanya, kami sudah membahas ini sebelum aku berangkat kesini.
Sebetulnya aku juga sudah tidak mau menemui Sarah lagi, tapi, aku harus membantu teman Ita, karena bukti ancaman itu ada di Sarah..''
Yuda terus menceritakan secara detail sejak kapan kesadarannya telah kembali pada dirinya.
Begitu pun tentang kejadian yang di alami oleh Della dan kejadian yang di alami oleh Ibunya sehingga harus di bawa ke rumah sakit.
''Kalian bisa hubungi Ita sekarang juga jika sekiranya penyampaianku masih kurang meyakinkan..'' Ucap Yuda di sela-sela pengakuannya.
Yuda dan Laras terus mendengarkan cerita Yuda dengan seksama.
Hati mereka sedikit mulai terenyuh mendengar semua pengakuan Yuda yang terlihat sangat tulus mengakui kesalahannya.
Tapi, Ridwan yang masih banyak menyimpan rasa kecewa kepada adik iparnya itu masih berusaha untuk tidak langsung mempercayainya.
Ia masih berbicara dengan nada yang ketus, ia ingin adik iparnya itu benar-benar membuktikan bahwa dirinya sudah berubah.
''Ya sudahlah untuk masalah kita, kita anggap selesai. Kami ikhlaskan semua usaha yang sudah kamu tekuni itu untuk anak-anakmu, sekarang fokus urusanmu sama Ita, kami tidak ingin Ita kecewa lagi, itu saja..'' Ucap Ridwan tegas.
''Baik Kak terimakasih banyak sudah memaafkan kesalahanku, aku berjanji tidak akan mengkhianati kepercayaan yang sudah kalian berikan..'' Ujar Yuda tersenyum lega.
Ridwan dan Laras menjawab dengan anggukan.
''Lalu, kapan kamu akan menemui wanita itu?'' Tanya Ridwan.
''Insyaa Allah besok Kak jika tidak ada halangan..'' Jawab Yuda.
''Oke, semoga tujuanmu menemuinya berhasil sesuai rencana kalian..'' Jawab Ridwan.
''Dan untuk Ibumu, semoga lekas sehat..'' Lanjut Ridwan.
__ADS_1
''Aamiin, terimakasih banyak Kak..'' Jawab Yuda.
Setelah selesai dengan Kakak iparnya, Yuda berpamitan untuk menenangkan pikirannya.
Lebih dari 30 menit Yuda mengendarai mobil, ia mengabaikan panggilan-panggilan masuk di ponselnya.
Yuda terus berkeliling menyusuri jalanan Ibu kota yang sangat padat.
Yuda menepikan mobilnya, memandangi setiap kendaraan yang berlalu di malam Sabtu.
''Andai saja aku tidak pernah melakukan kegilaan itu, hidupku tidak akan pernah serumit ini.
Aku bisa hidup damai dengan keluargaku yang selalu menerimaku apa adanya.
Anak-anakku yang baik, istriku yang cantik..'' Gumamnya tersenyum kecut.
Yuda menyunggingkan sudut bibirnya.
''Sekarang tinggal penyesalan..'' Lanjutnya.
Setelah merasa lelah berkeliling, Yuda menuju ke kediaman yang belum lama ia beli.
Yuda sengaja ingin memberi kejutan kepada istri dan anak-anaknya.
Yuda berencana akan menggelar syukuran dan memboyong seluruh keluarga besarnya di rumah ini.
Semua itu masih tahap rencana, karena
Yuda harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang ia hadapi.
--
Yuda menemui Sarah di apartemen milik Sarah.
''Hey Sayang..'' Panggil Sarah dengan manja setelah membukakan pintu.
''Hey..'' Jawab Yuda singkat.
Hatinya sangat sakit mengingat mengingat perasaan keluarganya.
Tapi, ia ingat harus bersandiwara untuk saat ini.
''Maaf ya tadi malam capek banget, nggak denger hp bunyi..'' Ucap Yuda berbohong.
''Nggak papa kok Sayang aku selalu ngertiin kamu, ohya, sebentar aku bikinin minum buat kamu ya..''Ucap Sarah lalu bergegas ke dapur.
Yuda tidak mau membuang-buang kesempatan yang ia miliki.
Yuda melihat ponsel Sarah yang tergeletak di atas meja.
Dengan cekatan Yuda mengambil ponsel milik Sarah dan membuka aplikasi penyimpanan foto.
Tidak butuh waktu lama, Yuda sudah menemukan beberapa foto tersebut dan ada yang bentuk video, Yuda langsung gerak cepat menghapus foto-foto dan video tersebut.
Setelah memastikan semuanya beres, Yuda melihat isi pesan Sarah bersama Della.
''Ini bisa di jadikan bukti nantinya..'' Batinnya.
__ADS_1
Lalu ia dengan cepat mematikan layar ponsel Sarah dan meletakkan kembali di tempat sebelumnya karena mendengar suara kaki.
''Maaf ya Sayang lama..'' Ucap Sarah.
''Iya nggak papa, makasih ya..'' Jawab Yuda.
''Sama-sama, tadi aku masak buat kamu loh..'' Ucap Sarah membanggakan dirinya.
''Makan yuk..'' Ajaknya.
Yuda mengikuti saja, karena dalam hatinya ia ingin pergi saat ini juga, hanya saja ia harus lebih sabar dulu.
Mereka tengah menikmati hidangan yang konon katanya di masak sendiri oleh Sarah.
''Emm, enak banget ya.. Rasanya sama kayak di restoran XXX..'' Puji Yuda.
Uhuk uhuk
Sarah langsung terbatuk-batuk mendengar pujian dari Yuda.
''Minum-minum ini, pelan-pelan dong makannya..'' Ucap Yuda yang mulai curiga, namun ia bersikap untuk seolah perhatian.
''Makasih Sayang, kamu berlebihan memujinya..'' Jawab Sarah dengan tersenyum kaku.
''Aahhh itu bukan berlebihan kok, nyata enaknya ini.. Berarti level memasak kamu hebat banget Sayang, chef di restoran itu sudah terkenal sangat hebat loh, dan kamu berhasil .. Kapan-kapan kalau aku bisa ambil banyak waktu di Jakarta, kita masak bareng yaa..'' Ucap Yuda dengan santainya.
''Hah?!''
Emmm anu eee iya iya, kapan-kapan kita masak bareng, apa sih yang nggak buat calon suami aku..'' Jawab Sarah gugup sambil nyengir.
''Makasiihh..'' Jawab Yuda dengan terus mengunyah.
Tiba-tiba terdengar ponsel Sarah berbunyi, Sarah langsung buru-buru menghampiri dan menjawab panggilan tersebut.
Yuda sudah selesai makan, ia berjalan ke arah dapur untuk mencuci tangannya.
Ia menoleh ke suatu tempat, lalu menyunggingkan sudut bibirnya.
''Pantesan rasanya sama persis, orang delivery order..'' Batinnya lalu cepat-cepat kembali.
Sarah baru saja selesai dengan panggilannya, ntah panggilan dari siapa karena Yuda tidak mau kepo.
''Sayang, maaf ya kayaknya aku harus keluar lagi, ini ada urusan mendadak, ada keluarga pejabat mau melihat-lihat rancanganku..'' Ucapnya.
''Ohh ya nggak papa, kalau gitu aku pulang sekarang ya..'' Jawab Yuda yang bahagia, karena nggak perlu cari alasan untuk menghindar.
''Kamu nggak disini aja Sayang..'' Pinta Sarah.
''Lain kali aja yaa..'' Jawab Yuda tersenyum
Yuda akhirnya memutuskan untuk cepat-cepat meninggalkan apartemen Sarah.
Yuda tiba di samping mobilnya, lalu mendongak kembali ke arah apartemen Sarah.
''Maafkan saya Sarah, semoga kamu bisa berusaha lebih baik dan menemukan jodoh yang baik, kebahagiaanku ada di keluargaku..'' Gumam Yuda lalu masuk ke dalam mobilnya.
-----
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir dan memberi support🙏
Follow IG @tulisan_sitimay