SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 55


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


-----


Dengan wajah santai Ita menunjukkan paket yang sudah ia buka sebelumnya.


Yuda langsung melangkah mengambil paket tersebut lalu di bawa ke dekat istrinya yang sedang duduk.


''Ini lagi?'' Yuda nampak mengernyitkan dahinya lalu memandang Ita.


''Iya..'' Jawab Ita santai.


Yuda terdiam, ia mendongakkan pandangannya ke atas lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


''Bun..'' Panggil Yuda menatap lekat istrinya.


''Hmm..'' Ita menoleh.


''Ayah minta maaf..'' Ucapnya lalu menunduk.


Tiba-tiba tanpa sadar ia menitikkan air mata.


''Maaf untuk??''


Ita masih ingin tau dengan jelas apakah suaminya menyadari kesalahan-kesalahannya.


''Untuk semuanya, untuk semua kebohongan dari Ayah..'' Jawabnya.


''Kebohongan? Kebohongan apa?'' Ita masih berpura-pura tidak mengerti, agar ia bisa mendengar secara langsung dari suaminya.


Yuda menunduk lalu kembali menghembuskan nafas.


Yuda berdiri untuk mendekati istrinya, lalu meraih dan menggenggam tangan Ita.


''Ayah minta maaf Bun, sekarang mumpung tidak ada anak-anak, tidak ada yang mendengar kecuali Allah, Allah yang akan menjadi saksi permintaan maaf Ayah..''


Ucap Yuda, lalu ia memberi jeda pada ucapannya.


Tak seharusnya ia bersikap secanggung ini dengan istrinya sendiri.


Namun, semua ini terjadi karena kesalahannya juga.


''Ayah memang jahat, Ayah pengkhianat, Ayah bukan suami dan Ayah yang baik buat anak-anak..''


Lanjut Yuda terus merutuki dirinya sendiri.


Ita memegang pipi suaminya yang terus menunduk itu.


''Bicaralah langsung pada intinya Yah, Bunda tidak akan marah..''


''Ayah sebenarnya bingung Bun, harus dari mana memulai pembahasan ini..''


FLASHBACK ON


Pada saat Yuda tengah sukses membangun bisnisnya, ia terus melebarkan anak-anak usahanya dengan membuka beberapa cabang.


Kehidupannya semakin meningkat dari segi ekonomi maupun pergaulan.


Yuda semakin sering berinteraksi dengan para pengusaha-pengusaha sukses yang bisa berbagi pengalaman.


Ita tak mempermasalahkan kesibukan suaminya yang kian padat, ia selalu memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya.


Hingga pada suatu hari, Yuda selalu di pengaruhi dengan kesesatan.

__ADS_1


Ntah apa yang merasuki jiwanya, teman bisnisnya memiliki seorang adik, yang tak lain adalah Sarah.


Kakaknya mengenalkan Sarah kepada Yuda, seolah membahas tentang bisnis, ternyata sang Kakak memiliki maksud lain yang ternyata juga di sambut gembira oleh Sarah, setidaknya itulah yang menjadi kesimpulan Yuda.


Yuda yang melanjutkan pendidikannya di Ibu Kota, menjadi semakin sering berjumpa dengan Sarah yang memang tinggal disana, hingga akhirnya kisah cinta yang terlarang itu terjalin.


Di tambah ada seorang seniornya di bisnis, ia selalu memberi pengaruh untuk sesekali ''jajan''.


Kata itu yang terus di ingat oleh Yuda.


Yuda melanjutkan ceritanya, saat Rio memergokinya bersama Sarah di hotel, bahkan Rio sampai memukulnya, itu juga karena kesalahannya yang sudah keterlaluan dalam berucap.


Dan beberapa waktu yang lalu, berakhir pada cerita putrinya semakin membuat Yuda tertekan akan perasaan bersalah dan terus bersalah.


Ia bingung saat itu harus bersikap bagaimana, hingga ia keluar dari rumah.


Saat sang istri mengira ia lari dari masalah, ternyata Yuda pergi untuk menemui seorang imam Mushola dekat tempat tinggalnya dulu saat masih awal-awal merantau, beliau sudah ia anggap seperti Ayahnya sendiri.


Imam tersebut bernama Ahmad Aminudin, pria yang usianya sebaya dengan Ayahnya.


Sejak awal merantau disana, Bapak Ahmadlah yang menjadi pembimbing Yuda.


Keakraban terus terjalin karena Yuda merupakan pemuda yang giat.


''Nak, pikirkan masa depan kalian semua.. Istrimu adalah wanita yang ada dari kamu belum menjadi siapa-siapa, ingat itu..''


''Poligami memang akan menjadi pahala jika niatnya baik, hanya saja dari ceritamu yang Bapak dengar, niatmu hanya berdasarkan nafsu semata, istrimu saja tidak meridhoi, itu tidak akan pernah menjadi berkah..'' Lanjut Pak Ahmad.


Pak Ahmad memegang pundak Yuda.


''Nak Yuda, istrimu masih menantimu untuk berubah, dia masih menerima maafmu jika kamu sungguh-sungguh berubah..''


Yuda terus menunduk mendengarkan semua pesan Bapak Ahmad, tanpa di sadari ia meneteskan air matanya.


''Mumpung masih ada waktu Nak, perbaikilah, minta maaflah, tidak ada kata terlambat sebelum istrimu hilang kesabaran, karena tidak semua orang bisa memaafkan sebuah perselingkuhan, tapi, ini istrimu masih menanti maafmu..''


''Sekarang tenangkan pikiranmu terlebih dahulu disini, tapi, jangan terlalu lama karena itu tidak baik Nak..''


Yuda masih menunduk dan terus terdiam, memikirkan langkah yang harus ia mulai.


Hingga waktu terus berjalan, Yuda masih belum juga berani meminta maaf, karena ada perasaan cemburu pada Ri''


FLASHBACK OFF


Yuda tiba-tiba bersimpuh kepada Ita yang membuat Ita langsung kaget.


''Ehh Ayah mau ngapain??''


Yuda tidak menjawab, ia menjadi laki-laki yang rapuh saat ini.


''Hati Ayah sakit pas lihat Ibu marah, harusnya Ibu marahnya sama Ayah, maafin Ayah..'' Ucapnya.


''Duduk Yah, tenang dulu..'' Titah Ita.


Yuda pun nurut.


Ita meraih lengan suaminya lalu menatapnya.


''Yah, Alhamdulillah jika permintaan maaf ini tulus, Bunda sangat bersyukur, Bunda yakin Ayah pasti akan kembali ke jalan yang benar..''


''Anggap saja ini semua ujian dan juga teguran agar kita bisa lebih baik lagi..'' Lanjut Ita.


Yuda mengangguk.

__ADS_1


''Lalu bagaimana Ayah menjelaskan semua ini ke Ibu..'' Tanya Yuda yang akhirnya bersuara.


Ita tersenyum.


''Kita tunggu waktu yang tepat Yah, Bunda nggak akan nemui Ibu dulu sebelum Ibu benar-benar sehat..''


''Kita hubungi Yudi atau Rima, jika Ibu sudah membaik, sebaiknya kita pulang dan selesaikan urusan ini, nanti kita kesini lagi jika Ibu benar-benar sehat dan kita sudah siap memberikan penjelasan yang bisa di terima Ibu..'' Lanjut Ita.


''Oke Bun, Ayah setuju..'' Jawab Yuda.


''Ada yang mau Bunda bahas lagi Yah..'' Ucap Ita.


''Apa?'' Tanya Yuda penasaran.


''Tentang Della dan Sarah..'' Kata Ita.


Yuda mengernyitkan dahinya.


''Kenapa lagi Bun mereka? Kan Ayah sudah percaya bahwa foto itu cuma fitnah..''


''Bukan masalah fotonya Yah, tapi, di balik itu wanita yang bernama Sarah itu memiliki ancaman untuk Della sehingga dia terpaksa menerima perintah Sarah..'' Jelas Ita.


''Ancaman?'' Tanya Yuda tidak mengerti.


Ita mengangguk, lalu pergi mengambil rekaman yang di kirimkan oleh Rio.


Ia lalu memberikannya pada Yuda.


''Ayah dengarkan sendiri, itu saat Bunda dan Rio menyidang Della..''


Yuda lalu memutar rekaman yang di berikan oleh istrinya, dengan seksama ia mendengarkannya.


''Ya Allah.. Sekarang apa yang bisa Ayah lakukan Bun?'' Tanya Yuda setelah selesai mendengarkan.


Ita semangat mendengar pertanyaan suaminya.


''Ayah harus bantu Della, cuma Ayah kan yang bisa dekat dengan Sarah tanpa ancaman..'' Ucap Ita.


''Artinya Ayah harus ketemu lagi sama Sarah?'' Tanya Yuda lagi.


Ita mengangguk.


Yuda nampak berpikir, karena dia sendiri sudah perlahan menjauh dari Sarah.


''Tolong ya Yah, kasian Della.. Tapi, ingat kalau ketemu jangan sampai baper lagi..'' Ita mencoba menggoda suaminya.


''Jangan gitulah Bun, malu Ayah ini..''


Ita tersenyum.


''Baiklah Ayah akan bantu, semoga berhasil ya..'' Ucap Yuda.


''Aamiin..'' Jawab Ita sumringah.


Mereka akhirnya tidak jadi kembali ke rumah sakit hari ini, karena akan di tunda besok sekalian langsung pulang.


Sore hari mereka ziarah ke makam Bapaknya Yuda, dan setelah itu mereka pergi ke rumah orangtua Rima.


-----


Terimakasih untuk Kakak-kakak semua yang sudah setia mampir dan memberi dukungan kepada author🙏


Maaf ya author belum bisa up episode sekaligus banyak, soalnya belum mampu🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, vote, dll yaa..


IG @tulisan_sitimay


__ADS_2