SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 67


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


Kita saling support ya sesama author🙏💪


-----


Yuda menghentikan langkah dan memicingkan matanya untuk memastikan siapa yang sedang ia lihat.


''Tidak salah lagi..'' Gumamnya sambil mengepalkan tangan.


Yuda langsung masuk dan menuju meja tersebut.


"Hay Nona Sarah.." Sapa Yuda seolah-olah biasa saja.


Yang merasa di sapa langsung kaget dan langsung membulatkan bola matanya sempurna setelah melihat siapa yang sedang menghampir mereka.


(Kalau kata Om Demian "SEMPURNAAA")


"Emm e hay.." Jawab Sarah gugup.


"Kamu kenal Sayang?" Tanya seseorang yang sedang bersama Sarah.


"Eeeeee.." Sarah langsung menunjukkan ekspresi panik.


"Saya temannya Sarah kok, kebetulan tadi mampir kesini dan lihat Sarah, jadi saya sapa.." Jelas Yuda dengan memberikan tatapan tajam kepada Sarah, namun, ia berbicara dengan nada yang di buat santai.


Sarah hanya menunduk kebingungan.


"Ya sudah saya permisi dulu, lupa tadi ada janji.. Silakan menikmati malam minggu kalian yang romantis.." Ucap Yuda lanjut menatap tajam lagi untuk Sarah.


Karena saat Yuda datang, ia melihat dengan jelas Sarah sedang menyandarkan kepalanya di bahu pria yang sedang bersamanya.


Sarah langsung menunduk lagi saat menerima tatapan tajam dari Yuda.


"Permisi.." Ucap Yuda lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Sarah langsung diam mematung, memikirkan bagaimana caranya untuk memberi penjelasan kepada Yuda.


Dia terus mencoba untuk terlihat tenang di hadapan seseorang yang sedang bersamanya.


''Kamu kenapa Sayang? Kok kayak gelisah gitu?'' Tanya laki-laki itu curiga.


''Ehh nggak, aku biasa aja kok Sayang..'' Jawab Sarah gugup.


''Ya udah pulang yuk, sudah malam..'' ajak Sarah pada laki-laki itu.


Laki-laki tersebut menuruti ajakan Sarah untuk pulang.


--


''SIAL SIAL!! Kenapa harus ketemu sama Yuda sih, rencana aja belum terwujud malah ketahuan duluan.


Aduuuh gimana dong ini cara jelasinnya..'' Gumam Sarah terus mondar mandir di dalam kamarnya.


''Ah iya, aku telpon aja dia sekarang..'' Gumam Sarah lalu mencari nomor Yuda.


Tuuuuutt tuuuuuuttt


''Kemana sih ini orangnya.. Lama banget sih jawabnya..'' Gerutu Sarah.


Panggilan pertama tidak terjawab, Sarah mencoba menghubungi lagi.


"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu?'' Jawab Yuda santai.

__ADS_1


''Sayaaang..'' Panggil Sarah manja.


''Anda salah sambung Nona, istri saya memanggil saya Ayah..'' Jawab Yuda.


Sarah masih berusaha untuk sabar.


''Sayang, kok kamu gitu sih sama aku? Kamu lupa sama aku? Aku calon istri kamu..'' Ucap Sarah lagi dengan suara manjanya.


''Hah calon istri? Maaf Nona, saya sudah punya istri dan 3 anak, untuk apa saya punya calon istri?? Bukankah anda sudah memiliki kekasih yang tadi kita ketemu?'' Jawab Yuda.


''Dan jika anda masih mengaku-ngaku sebagai calon istri saya, oke saya ikut mengakui biar kamu puas, tapi, anggap saja itu hanya cerita masa lalu dan saya mohon maaf atas semuanya, MULAI DETIK INI JUGA, SAYA BUKAN CALON SUAMI ANDA!! PAHAM?!! TERIMAKASIH, SELAMAT MALAM.." Ucap Yuda tegas.


Tut tut tut


Sambungan terputus.


''Hallo, hallo, Sayang, hallo..'' Panggil Sarah terus.


''AARRRGGGGHHHHH!! SIAL!!!" Sarah terus mengumpat kesal.


''Bagaimana ini? Bisa-bisanya aku ceroboh melakukan ini.. Arrgggh!!'' Sarah terus berdecak kesal.


"Aku harus segera cari cara agar bisa mendapatkan apa yang aku mau dari Yuda.." Gumam Sarah.


"Jangan lari kamu Yuda, aku tidak akan berhenti sebelum kamu memberikan semua apa yang aku mau.." Lanjutnya.


"Tunggu-tunggu, tadi dia terkesan sangat menyayangi istrinya, apa dia sudah nggak marah lagi sama si Ita?'' Gumam Sarah bertanya pada dirinya.


''Aahhh tidak mungkin tidak marah, pasti itu akal-akalan si Yuda aja biar aku cemburu, ya ya..'' Gumamnya percaya diri.


Sementara itu, setelah memutuskan sambungan telepon dengan Sarah, Yuda merenung di balkon rumahnya.


''Terimakasih Ya Allah, karena telah memberikan jiwa yang sabar untuk istriku, sehingga aku bisa menerima kesempatan yang sangat berharga ini..'' Ucap Yuda menangkubkan kedua tangan di wajahnya.


Malam semakin larut, namun suasana Ibu Kota tentu saja tidak pernah sepi.


Yuda masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Sebelum tidur, ia mengirimkan voice note kepada sang istri.


''I love you bidadariku..'' Ucapnya dalam pesan suara tersebut.


Tidak ada balasan, karena waktu Indonesia tengah lebih cepat satu jam dan pasti keluarganya sudah pada tidur.


Yuda yang menyadari hal itu langsung berusaha memejamkan mata dan akhirnya tertidur.


--


Saat bangun tidur, Yuda melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam 04.30 WIB, Yuda langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan sembari menunggu waktu shalat subuh tiba.


Setelah selesai melaksanakan ibadah shalat subuh, Yuda mengecek ponselnya kembali, belum ada balasan dari sang istri.


Karena memang Ita tidak terbiasa bangun tidur langsung memegang ponsel, kecuali menjawab telpon jika ada yang menghubunginya.


Karena belum ada balasan, Yuda turun ke lantai bawah untuk sekedar membuat kopi.


''Bang, mau saya carikan sarapan?'' Tanya Ikhsan menawari.


''Nggak usah San, nanti cari sarapan sekalian berangkat ke kampus..'' Jawab Yuda sambil menyeduh kopi.


''Ok Bang..''


Yuda membawa segelas kopi itu ke ruang keluarga sambil menonton televisi.

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya terdengar ada panggilan masuk, Yuda langsung melihat dan di layar ponselnya nampak foto keluarganya.


''Assalamu'alaikum..'' Ucap Yuda sambil melambaikan tangan ke anak-anaknya.


''Wa'alaikumussalam Ayah..'' Jawab anak-anaknya serempak.


''Ayah lagi dimana? Lagi ngapain? Terus kapan Ayah mau pulang?'' Tanya Arisa sekaligus.


Yuda langsung tertawa mendengar pertanyaan putrinya yang langsung di borong itu.


''Hahaha anak Ayah nambah pinter ya tanyanya.. Ayah lagi di ruuu..'' Jawaban Yuda terpotong karena mengingat belum saatnya memberi tahu tentang rumah barunya.


''Dimana Ayah? Kok nggak jelas suaranya..'' Protes Arisa.


''Ayah di hotel Nak, lagi duduk santai sebelum berangkat sekolah, pulangnya nanti sore yaa, Insyaa Allah..'' Jawab Yuda terpaksa harus ada yang berbohong.


Nampak Arisa manggut-manggut mendengarkan jawaban sang Ayah, layaknya orang dewasa yang sedang mendengarkan presentasi.


''Ya udah ya Yah, Arisa mau mainan dulu.. Daaaahhhh Assalamu'alaikum Ayaahh..'' Ucap Arisa melambaikan tangan ke Ayahnya.


''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Yuda.


''Huh.. Untung tadi Ita nggak di samping anak-anak, kalau ada pasti bisa curiga aku lagi nggak di hotel, bisa gagal dong kasih kejutannya..'' Batinnya lega.


--


Jika tidak ada halangan, Yuda akan lulus 1 tahun lagi.


Ia benar-benar ingin fokus agar bisa lulus tepat waktu.


Yuda menyelesaikan kelasnya hari ini dan ingin segera kembali untuk kumpul bersama keluarganya.


Yuda berjalan ke arah parkir sambil mengecek ponselnya, ia melihat ada pesan masuk dari sang istri.


~Hahaha, I love you too~


Balas Ita pada pesan suara juga.


Yuda tersenyum lalu mengirim gambar emoticon love.


''SAYANG!!''


Yuda mendengar suara tersebut dan ia memahami itu suara siapa.


Yuda tidak peduli, ia berhenti sebentar tanpa mencari sumber suara, tapi, ia langsung berjalan menuju mobilnya.


''SAYANG TUNGGU.."


Suara itu lagi, Yuda tetap tidak peduli dan semakin mempercepat langkahnya.


-----


Terimakasih banyak untuk semua yang sudah mampir🙏


Untuk sesama Author, sangat di perbolehkan untuk saling promo di kolom komentar.


Ntah kapan waktunya, saya selalu mampir balik kepada sesama Author yang sudah mampir kesini🙏


Salam semangat untuk kita semua💪


Jangan lupa LIKE & VOTE


IG @tulisan_sitimay

__ADS_1


__ADS_2