
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
Tadi malam setelah berkunjung ke rumah orang tua Rima, Yuda dan Ita kembali ke rumah Ibunya dan bermalam disana.
Pagi ini, Ita bangun lebih cepat karena akan memasak terlebih dahulu.
Karena mereka akan pergi agak siangan, jadi masih memiliki banyak waktu jika akan memasak hanya untuk berdua.
''Yah, bangun..'' Ita membangunkan suaminya, karena setelah shalat subuh Yuda tidur lagi.
(Jangan di contoh ya Kakak-kakak😁👍)
''Hmm..'' Yuda menggeliat.
''Bangun Yah.. Sarapannya sudah matang..'' Ucap Ita.
Yuda duduk lalu melihat jam di dinding masih jam 6 pagi WIB.
''Bunda masak??'' Tanyanya.
''He'em..''Jawab Ita sambil membereskan tempat tidur.
''Kapan belanja sayurannya?'' Tanya Yuda lagi.
''Ada di kulkas, kemarin Rima telfon terus bilang kalau pengen masak di kulkas ada sayuran sama ikan baru beli pas pagi sebelum ke rumah sakit katanya..'' Ujar Ita.
''Ohh.. Ya udah Ayah mau mandi dulu..'' Ucap Yuda lalu melangkah ke kamar mandi.
''Iya..'' Jawab Ita.
Ita lalu melanjutkan bersih-bersih ruang lainnya, lumayan buat olah raga pagi pikirnya.
--
Mereka sarapan bersama sambil menonton televisi.
Jam 9 pagi, mereka sudah siap untuk berangkat lagi ke rumah sakit.
Sebelum berangkat, Yuda memanasi mesin mobil terlebih dahulu, sedangkan Ita memastikan semua pintu terkunci rapat dan memastikan semua peralatan elektronik aman.
''Bismillahirrahmanirrahiim..'' Ucap Ita saat hendak memulai perjalanan.
Perjalanan panjang harus mereka lewati lagi, rindu rasanya dengan suasana kampung dan masih ingin berlama-lama di kampung suaminya.
Tapi, situasi yang belum memungkinkan ini membuat Ita harus mengurungkan keinginannya.
''Tadi malam Arisa video call, dia ngambek..'' Ujar Ita sambil tertawa gemas membayangkan ekspresi putrinya itu.
''Kapan?'' Karna saat menelpon, Yuda sedang ngobrol dengan Bapaknya Rima.
''Yaa semalam pas Ayah di depan..''
''Ohh, terus apa katanya Bun?'' Tanya Yuda.
''Katanya, Ayah sama Bunda nggak sayang lagi sama kita, pergi nggak bilang-bilang..'' Jawab Ita menceritakan omelan putrinya.
''Dasar anak manja dikit-dikit ngambek..'' Jawab Yuda sambil tertawa.
''Ayahnya sih yang manjain..'' Sahut Ita.
''Ihh masak? Neneknya yang manjain itu..'' Protes Yuda tidak terima.
''Masak sih?'' Tanya Ita.
__ADS_1
''Iyalah Bun, Ayahnya juga iya sih,hehe..''
Tidak terasa obrolan mereka di perjalanan kembali ringan.
Ita sangat bersyukur atas keyakinannya selama ini.
...Ujian kehidupan...
...Allah memintamu untuk berjuang, bukan langsung mundur,...
...Karena Allah melihat seberapa besar kamu berusaha...
...Jalani dan yakini...
...Yang memang milikmu, Allah akan tetapkan untuk tetap menjadi milikmu...
...@tulisan_sitimay...
--
Perjalanan panjang itu kembali membuat Ita merasakan kantuknya.
''Hoaaammm..'' Ita menutup mulutnya yang menguap.
Yuda langsung menoleh ke arah istrinya dan membiarkan Ita tidur.
--
Yuda dan Ita berhenti di Masjid yang sudah tidak jauh lagi dari rumah sakit, mereka akan malaksanakan shalat dzuhur di masjid ini.
Setelah keluar dari Masjid, mereka menyempatkan untuk makan siang terlebih dahulu di rumah makan yang ada di samping Masjid tersebut.
--
Di rumah sakit.
''Alhamdulillah..'' Jawab Yuda dan Ita serempak.
Ita sangat ingin menemui mertuanya, namun apa daya ia takut jika tiba-tiba Ibu mertuanya terbangun saat melihatnya lalu kondisi kesehatannya kembali menurun.
''Maaf ya Yud, Kakak nggak bisa nemui Ibu untuk saat ini..'' Ucap Ita.
''Iya Kak tidak apa-apa, kami memaklumi..'' Jawab Yudi.
Rima yang sedari tadi masih di dalam langsung keluar saat mendengar suara Kakaknya.
''Ehh sudah datang, sudah lama ya?'' Tanyanya.
''Nggak kok Rim, baru saja, ohh ya ini makanan buat kalian ya..'' Ita tadi memesan makanan untuk di bungkus dan juga membelikan buah-buahan.
Rima menerima.
''Makasih loh Kak pake repot-repot..'' Ucapnya.
''Aman aja..'' Jawab Ita santai.
''Ohya, bagaimana dengan paketan itu? Apa kalian sudah mengecek?'' Tanya Yudi penasaran.
Yuda dan Ita langsung saling pandang.
''Begini Yud, ada seseorang yang sengaja memfitnah Kakakmu, ini..'' Yuda menunjukkan foto.
Yudi menerima foto tersebut, seketika ia memasang ekspresi kaget, begitu pula dengan Rima, tapi, dia tidak ingin gegabah menyimpulkan sesuatu.
''Ini fitnah?'' Sahut Rima.
__ADS_1
''Iya fitnah karena Mas pun juga mendapat kiriman foto ini, ini Bosnya Kak Ita, mereka bersama tidak lebih antara bos dan karyawan, Mas percaya itu. Intinya kita semua sedang di uji, untuk itu kami akan pulang besok pagi, kami akan mengurus semuanya disana, nanti kalau semua sudah beres, kami bakal kesini lagi, tentunya saat Ibu benar-benar sudah sehat ya..'' Jelas Yuda.
Yudi dan Rima nampak manggut-manggut, meskipun dalam hatinya terus bertanya-tanya sedang dalam permasalahan apa Kakak-kakaknya ini.
Yuda memasuki ruangan Ibunya di rawat, saat dia berada di pintu ternyata Ibunya sudah bangun.
''Bu..'' Panggil Yuda.
Ibu menoleh saat melihat Yuda, Ibu langsung berusaha untuk duduk.
Dengan segera Yuda membantu Ibunya untuk duduk.
''Pelan-pelan Bu..'' Ucapnya.
''Gimana Bu yang di rasa sekarang?'' Tanya Yuda.
''Alhamdulillah Ibu sudah sehat..'' Jawab Ibu semangat.
''Alhamdulillah, yang penting Ibu nurut apa kata dokter ya.. Jangan banyak mikirin yang lain-lain dulu, pokoknya sehat sehat ya..'' Ucap Yuda.
''Iya Mas..'' Jawab Ibu yang selalu memanggil putra sulungnya itu Mas.
''Oh ya Bu, sekarang kan Ibu sudah sehat, jadi besok aku mau pulang dulu, karena ada urusan sangat penting, Insyaa Allah nanti akan kesini lagi kalau semuanya sudah beres..'' Jelas Yuda.
Ibu langsung mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan Yuda.
''Kamu lagi ada masalah ya Mas?'' Tanya Ibu curiga.
''Ha.. Emm nggak kok Bu, baik-baik aja Alhamdulillah..'' Jawab Yuda lupa mengontrol ucapannya.
''Jangan bohong Mas..'' Tanya Ibu menyelidik.
''Iya Bu, ya namanya kerja kan pasti ada urusan Bu..'' Jawab Yuda.
''Ooo, terus gimana Ita?'' Tanya Ibu lagi.
''Emm, Bu.. Ibu yang penting sehat dulu ya, intinya kami sedang di uji Bu, orang yang bersama Ita itu Bosnya, mereka juga sedang ada pekerjaan, ada yang mencoba memfitnah Bu. Sekarang Ibu jangan mikir yang macam-macam ya, kami baik-baik saja Bu..'' Yuda memberi penjelasan.
''Bener baik-baik saja? Terus Ita dimana sekarang?'' Tanya Ibu lagi.
''Iya Bu, kenapa Bu? Ibu pengen ketemu sama Ita? Ita pengen banget loh ketemu sama Ibu?'' Tanya Yuda balik.
''Nggak nggak, Ibu masih belum siap..'' Tolak Ibu yang masih belum percaya dengan penjelasan putranya itu.
''Ya sudah Bu nggak papa, dapat salam dari Ita, Ita minta maaf dan minta Ibu jangan berfikir yang macam-macam tentangnya..'' Ujar Yuda.
Sore hari, Yuda dan Ita menuju hotel yang tidak jauh dari Bandara agar mereka tidak terburu-buru.
--
Pagi itu, mereka sudah bersiap untuk pulang, mereka menuju Bandara dengan menggunakan taxi online.
Setelah menunggu, pukul 08.45 WIB waktunya take off.
-----
Terimakasih yang sudah mampir dan memberikan support untuk author🙏
Author mohon maaf jika belum bisa up sekaligus banyak, karena jujur author belum mampu..hehe
Tapi, Author akan terus belajar yaa agar lebih baik lagi..
Terimakasih saran dan kritiknya🙏❤
Jangan lupa LIKE, COMMENT, VOTE, DLL
__ADS_1
IG @tulisan_sitimay