SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 51


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


IG : @tulisan_sitimay


 


"Bu, tolong maafkan saya.."


''Pak, tolong maafkan saya, saya mohon jangan pecat saya..'' Della terus memohon kepada Rio dan juga Ita.


Air mata penyesalannya tidak berhenti mengalir membahasi kedua pipinya.


Ita tidak tega melihat Della menangis.


''Sudah-sudah Della, tarik nafas, segera tenangkan dirimu, duduklah dan kami akan mendengarkan semua penjelasanmu..'' Ucap Ita mengusap bahu Della.


''Ini kesempatan pertama dan juga terakhir buat kamu Della, jika ada kebohongan lagi yang kamu sembunyikan, maka saya tidak akan segan-segan untuk melaporkan kamu ke polisi dan juga membuat adikmu putus sekolah, tak lupa Ibumu.."


Belum selesai Rio berbicara, Della langsung memotong pembicaraan Bosnya.


"Saya janji tidak akan ada yang saya tutupi Pak, saya akan berbicara semuanya sesuai fakta, tapi saya mohon bantu saya..'' Ucap Della lirih.


Rio langsung memicingkan matanya karena belum mengerti maksud dari Della meminta bantuan, begitu juga dengan Ita yang semakin penasaran.


FLASHBACK ON


Della pulang dari kerja dengan mengendarai sepeda motornya yang sudah lama itu, karena motornya yang masih baru harus terpaksa di jual untuk menambah kebutuhan pengeluaran keluarganya saat Ibunya sakit.


Sore hari seorang diri, ia tidak menyadari ada yang terus membuntutinya.


Hingga tiba di tempat yang lumayan sepi, ia di hadang oleh sebuah mobil berwarna hitam, ia yang kebingungan serta ketakutan hampir saja terjatuh, namun karena ia hanya menggunakan kecepatan sedang, ia berhasil mengendalikan kendaraannya dengan baik.


"Siapa kalian, kenapa kalian menghadang saya?!!'' Tanya Della dengan takutnya melihat dua orang yang tidak ia kenali keluar dari mobil dan berjalan mendekatinya.


Kedua orang itu tidak menjawab pertanyaan Della, mereka malah saling melemparkan pandangan seolah saling memberi isyarat.


Benar saja, satu orang langsung memegang lengan Della dengan kuat, sedangkan satunya membawa motor Della ntah kemana.


Tenaga Della yang tidak sekuat tenaga laki-laki itu akhirnya dia berhasil di bawa masuk ke dalam mobil yang menghadangnya.


Della tak sadarkan diri, ntah apa yang di berikan oleh laki-laki itu.


Setelah beberapa saat, Della pelan-pelan membuka matanya, ia memastikan apa yang ada di hadapannya.


''Ini bukan kamarku..'' Batinnya, ia terus mengerjapkan mata memastikan.


''Astaga!! Saya dimana..'' Teriak Della.


Della menangis sejadi-jadinya lalu menekuk kedua lututnya.


PROK PROK PROK


Tiba-tiba seorang wanita masuk dengan senyuman jahat.


''HEY GADIS MURAHAN!! Panggilnya.


Della langsung menoleh.


''SIAPA KAMU?!!


''Perkenalkan saya SARAH, mari kita bergabung untuk bekerja sama..'' Ajaknya.


''SAYA TIDAK MAU!!'' Bantah Della mengacuhkan tatapan Sarah.


''HEH B*D*H!! Kamu bisa sombong menolak saya, tapi lihat ini..''

__ADS_1


Sarah memperlihatkan foto Della tengah tertidur dan di peluk oleh seorang pria, mereka sangat dekat sehingga membuat Della menutup mulutnya tidak percaya.


''TIDAK, TIDAK MUNGKIN, ITU PASTI BUKAN SAYA!!" Bantah Della lagi terus menggeleng.


Hahahaha


Sarah tertawa licik.


''Lihat baju ini bukan, ini baju yang kamu kenakan, apa kamu buta, hah?!!'' Tunjuk Sarah.


Della memperhatikan lagi foto yang di tunjukkan oleh Sarah.


Sejenak Della terdiam memikirkan semuanya.


''Apa salah saya sama kamu? Saya rasa saya tidak mengenalimu sama sekali..''


Sarah lalu mengalihkan pandangannya dan menyingkap kedua tangannya.


''Kita memang tidak saling mengenali, kamu juga tidak ada masalah dengan saya, tapi, saya sedang punya urusan dengan orang yang kamu temui setiap hari..'' Jelasnya melirik Della sekilas.


Della menatap Sarah tajam.


''Lalu kenapa kamu menggunakan saya? Siapa orang yang kamu maksud?''


Sarah berbalik arah dan berjalan ke arah Della dan mendekatkan bibirnya ke telinga Della lalu membisikkan sesuatu.


''MASITA, saya sedang berurusan dengan dia.."


''Dan kenapa saya menggunakan kamu? Karena kamu yang bisa menemuinya setiap hari..'' Lanjutnya.


''Bu Ita? Ada urusan apa anda dengan Bu Ita? Jangan sakiti dia, dia orang baik..'' Ujar Della.


''NGGAK USAH SOK NASEHATIN KAMU!! Sekarang tinggal pilih, kamu pilih mengikuti semua perintah saya atau foto ini akan tersebar luas, terutama ke Ibu dan adikmu..'' Ancam Sarah.


Della langsung menatap tajam Sarah, pikirannya akan darah tinggi yang sering di derita Ibunya terus menghantui pikirannya, belum lagi cerita dari sang adik yang dulu sering di bully karena ayah mereka meninggal di sebabkan oleh pesta alkohol dan meninggalkan beberapa hutang pada keluarganya.


''Lalu apa maumu sekarang Nona? Apa yang harus saya lakukan ?''


Sarah menatap Della lalu tersenyum licik.


''Cerdas..'' Jawabnya.


''Kamu cukup melakukan apa yang saya perintahkan, maka foto-foto ini akan aman di tangan saya..'' Ucap Sarah.


Lalu Sarah membisikkan semua rencananya kepada Della.


''Kenapa anda tega melakukan ini? Kenapa anda tidak mencari laki-laki lain yang masih single dan lebih kaya dari suami Bu Ita? '' Tanya Della memberanikan diri setelah mendengarkan bisikan Sarah.


''Hahaha.. BUKAN URUSANMU!!'' Bentak Sarah.


''Lalu, dari mana anda bisa mengetahui saya..'' Tanya Della.


Sarah menyunggingkan sudut bibirnya sekilas.


''Kamu tidak perlu tau, yang perlu kamu tau adalah kamu harus menuruti semua perintah saya..''


''Jika saya melakukan semua perintahmu, apa yang akan kamu berikan kepada saya selain foto itu aman?'' Tanya Della memberanikan diri.


''WAH WAH WAH.. Berani juga kamu ya..'' Ucap Sarah bertepuk tangan.


''Baiklah, sebagai DP saya akan memberi XX, jika berhasil tentu akan saya tambah lebih banyak..'' Ucap Sarah.


Della tertunduk, pikirannya tentang kasihan kepada Ita dan juga hutang-hutang Ayahnya yang belum lunas.


''Maafkan saya Bu Ita, Pak Rio, saya terpaksa..'' Batin Della, ia mengusap air matanya.

__ADS_1


''Baik! Saya akan menuruti semua perintahmu.." Ucap Della tegas.


Sarah langsung tertawa puas dengan ucapan Della.


--


Selesai urusannya dengan Sarah, Della pulang dengan kondisi pikiran yang kacau, penampilannya sudah kusut, ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi karena waktu sudah malam.


FLASHBACK OFF


--


Della terus menangis sesenggukan menceritakan apa yang dia alami kepada Rio dan Ita.


''Tolong maafkan saya..'' Ucap Della yang sudah tidak mampu berkata-kata lagi.


''Della..'' Panggil Ita.


Della mendongak lalu menatap Ita.


''Maafkan saya, saya turut prihatin dengan apa yang kamu alami, saya tau kamu dalam keadaan tertekan, sekarang sudah jelas, tolong bekerjasamalah dengan kami Della..'' Ucap Ita meraih tangan Della.


''Tapi, bagaimana dengan ancaman Nona Sarah kepada saya..'' Tanya Della masih ketakutan.


Ita menghela nafas.


''Firasat saya benar, bahwa ini kerjaan Sarah, sekarang kamu tenang dulu ya..'' Ujar Ita.


''Sekarang kamu tetap berpura-puralah berada di pihak wanita itu, sekarang target kita tinggal ke Yuda untuk menyadarkannya dan ikut menjebak wanita itu..'' Rio menimpali.


''Akan kita atur waktu untuk bertemu dengan Yuda, soal memecat tadi, saya akan memberimu kesempatan terakhir..'' Lanjut Rio.


''Terimakasih banyak Pak.. Terimakasih sudah memberi saya kesempatan..'' Tanpa sadar Della langsung meraih tangan Rio yang berada di atas meja.


Ita langsung kaget menatap pemandangan ini, sedangkan Rio lebih kaget lagi.


''Maaf Della, calon istri saya tidak menyukai ini..'' Rio tanpa menyadari mengucapkan hal demikian, ia langsung menarik tangannya.


Begitu pun dengan Della yang juga malu, saking bahagianya dia tidak bisa mengontrol sikapnya.


''Maaf Pak, saya reflek..'' Ucapnya terus menunduk.


Ita langsung menatap Rio.


''Calon istri? Benarkah? Atau hanya ungkapan saja agar Della bisa menjaga sikapnya? Tapi, Alhamdulillah kalau Rio sudah memiliki calon istri, karena aku tidak akan terus terusan di hantui rasa bersalah..'' Batin Ita.


BERSAMBUUUNG..


-----


Terimakasih banyak ya yang selalu setia mampir dan tidak lupa meninggalkan jejak di kolom komentar.


Jangan lupaa


LIKE


COMMENT


VOTE


RATE


FAVORIT


FOLLOW AKUN NOVELTOON AUTHOR

__ADS_1


FOLLOW IG @tulisan_sitimay


__ADS_2