SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 35


__ADS_3

Yuni yang masih rebahan di dalam kamar kost nya terus saja berkhayal tentang menikah muda.


Pikirannya benar-benar sudah terkontaminasi dengan kata-kata uwwuu yang sering ia lihat di komentar postingan para public figure.


''Tapi, aku belum berani bilang sama Ibu, apalagi Mas Yuda, ihh bisa-bisa langsung si cerahami dari A sampai Z balik lagi Z sampai A dan seterusnya nggak abis-abis.."


Gumamnya terus mengguling-gulingkan badannya.


Yuni lalu bergegas berdiri di cermin panjang yang ia pasang di kamarnya.


"Kamu itu masih kecil! Nggak usah mikirin nikah-nikah dulu, belajar yang rajin, jadi orang yang bener, goreng kerupuk masih gosong aja sudah ngebet ngomongin nikah..hihi.."


Yuni memperagakan gaya bicara Kakak-kakaknya.


"Aaaaaaarrgghh, Maakkk nikah Maaakk!! Tapi, belum sanggup ngadepin para senior, huuffttt.." Teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


''BERISIK YUUUNNN!!'' Protes Dinda yang sedari tadi fokus di depan laptopnya untuk mengerjakan tugas.


Yuni langsung kaget mendengar teriakan Dinda secara tiba-tiba.


''Ehh masih ada orang yaa..'' Ujarnya cengengesan.


''Kamu pikir??'' Ucapnya jutek.


''Hehe maaf loo Dinda cantik..'' Ucap Yuni memohon maaf.


''Jangan berisik, lagi pusing nih..''


''Iya iya maaf..'' Ucap Yuni lagi, lalu memeluk Dinda, sedangkan yang di peluk merasa risih.


''Iiiihhhh lepasin, kamu belum mandi kaannn??'' Tanya Dinda.


''Sudah looo, kemarin..'' Jawab Yuni lalu melepaskan pelukannya dan berlari ke belakang.


''YUNIIIIIIIIII.." Teriak Dinda maksimal.


Namun, karena ingat dengan tugasnya, ia kembali memfokuskan pada layar laptop yang ada di depannya dan tidak memperdulikan Yuni.


--


Yuni memang benar-benar menjaga kepercayaan yang di berikan oleh sang kakak, ia selalu gunakan dengan baik setiap dana yang di kirimkan kepadanya.


Termasuk Ita, ia setiap bulan juga selalu mengirim untuk adik iparnya.


''Telpon ahh..''


Ucap Yuni lalu menekan tanda video call.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, teleponnya sudah di angkat.


''Assalamu'alaikum Kakak..'' Ucap Yuni setelah melihat wajah Kakak iparnya.


''Wa'alaikumussalam Uni sayang.." Jawab Ita.


"Kakak lagi apa?" Tanya Yuni.


"Ini lagi duduk aja sambil nonton tv.." Jawab Ita, lalu mengarahkan ponselnya ke arah anak-anaknya yang tengah fokus menonton.


"Hallo Tanteee..." Ucap mereka kompak sambil melambaikan tangan setelah mendapat kode dari Ita.


"Sayang-sayangnya Tanteee.." Ucap Yuni.


Mereka mengobrol basa basi sampai Yuni terlupa maksud dan tujuannya menghubungi Kakak iparnya.


"Ehh Kak nganu.." Ucapnya ragu.


"Ada apa Yun?" Tanya Ita.


"Hehe malu Kak mau ngomong.." Ucapnya menutup mulut.


Terdengar Ita tertawa melihat ekspresi Yuni yang malu-malu.


"Aduuhh anak muda, ada apa siihh? Jadi kepo.." Tanya Ita menahan gelak tawanya.


"Iya iya, coba mau ngomong apa siih.." Tanya Ita mengulangi.


"Aku lagi galau tau Kak, pacar yang ku sembunyikan mutusin aku seminggu yang lalu.." Ceritanya sedih.


"Udah di sembunyiin, di putusin lagi, nggak papa dehh.. Dari pada sudah gembar gembor, di bawa kesana kesini ternyata nggak jadi, kan malah malu.." Jawab Ita.


"Iya sih Kak.. Tapi, aku tu pengen nikah muda.." Ucap Yuni malu-malu.


"Ya nggak papa kalau sudah ada calonnya.." Jawab Ita santai.


Di saat sedang konsen menyimak pembicaraan Yuni, tiba-tiba ada yang merebut ponselnya.


Tentu saja itu adalah Yuda.


"Siapa yang mau nikah muda??" Tanya Yuda tiba-tiba.


"Ehhh Mass, ngagetin aja kayak hantu.." Celetuk Yuni.


"Ituuuuu.. Emm aku lagi becanda sama Kak Ita, Kak Ita lagi nostalgia nikah muda sama Mas Yuda, hehe.." Lanjutnya.


"Belajar dulu yang bener, punya pekerjaan yang bagus, baru mikirin nikah. Masih kecil sok-sokan bahas nikah.." Ucap Yuda.

__ADS_1


"Iya iya Maasss.." Jawab Yuni cemberut, lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Hiisshhh kaaann beneeerr.. Pasti nggak di bolehin.." Gumam Yuni.


--


Di kediaman Yuda dan Ita.


"Mas, Yuni itu sudah menuju dewasa loo, jangan galak-galak.." Ucap Ita pelan, karena takut di dengar anak-anaknya.


"Nggak nggak, pokoknya Yuni harus lulus dulu dan punya karir yang bagus baru boleh bahas nikah.." Bantah Yuda.


"Hmm, terserah deh.. Tapi, yaa Mas.. Kalau bicara jangan keras-keras gitu, takutnya jadi tekanan bathin.." Kata Ita memberi peringatan.


"Iya.." Jawab Yuda singkat, lalu masuk ke dalam kamar lagi.


Hmmm..


Ita menggelengkan kepala melihat sikap suaminya.


Tak salah baginya, karena Yuda sangat menyayangi dan mengkhawatirkan adiknya.


Namun, yang di sayangkan bagi Ita adalah cara Yuda yang terkesan terlalu keras kepada adik bungsunya tersebut.


 


Pernikahan adalah ibadah seumur hidup


Jangan memutuskan menikah hanya karena sebuah keinginan semata.


Menikahlah di saat lahir dan bathinmu telah memiliki kesiapan.


Karena menikah tak semudah dan tak seindah satu atau dua gambar yang kita lihat.


~AUTHOR~


 


Alhamdulillah terimakasih yang sudah memberi support dengan membaca, memberikan like dan komen..


Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan kekurangan, monggo beri author saran dan kritik agar lebih baik lagi kedepannya🙏


Jaga kesehatan yaa untuk kita semuaa..


IG @tulisan_sitimay


Terimakasiiiihh..

__ADS_1


__ADS_2