
BYUUURRR
"Paak, stoopp.." Ucap Bayu lalu menengok ke arah belakang mobil.
"Lupa saya sama kubangan itu.." Ucap Rio juga ikut menengok ke arah belakang.
Lalu, Rio dan Bayu saling pandang setelah melihat gadis berdiri di tepi jalan sambil menangis karena badannya basah terkena air.
"Turun!" Rio mengajak Bayu.
"Siap Pak.." Ucap Bayu lalu membuka pintu mobil.
Gadis itu terus saja menangis sesenggukan sambil mengusap-usap bajunya yang basah.
Rio dan Bayu melangkah mendekati gadis tersebut.
Dengan hati-hati Rio memulai pembicaraan kepada gadis itu.
"Permisi adek, maaf ya tadi saya tidak sengaja mengenai air itu, saya benar-benar lupa dan sudah terlanjur ngebut.."
Jelas Rio pelan menunjuk kubangan yang ia maksud.
Dengan wajah polosnya, gadis tersebut memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya.
Rio dan Bayu hampir saja tidak bisa menahan gelak tawanya, antara kasihan dan juga lucu, karena wajah gadis tersebut juga terkena cipratan air yang berwarna cokelat.
Gadis tersebut langsung mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi aneh dua manusia yang ada di hadapannya.
"Kenapa kalian malah tertawa? Apa saya lucu?" Tanyanya penasaran.
"Ohh tidak-tidak.." Ucap Rio dan Bayu kompak.
"Adek mau maafin kita kan?" Tanya Rio.
"Kok kita Pak? Kan anda yang mengemudikan.." Protes Bayu tidak terima.
"Udah diem aja.." Bisik Rio.
"Maafin kita ya Dek.." Ucap Rio lagi.
"Tapi, baju saya basah dan juga kotor, saya malu kalau mau nerusin jalan terus pakaiannya kayak gini.." Jelasnya sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Terus ini.. hiks hiks hiks.. Jadi basah.." Ucap gadis tersebut menunjukkan bungkusan yang ia bawa dan nampak basah.
Rio melihat apa yang di tunjukkan oleh gadis itu, ia baru saja membeli siomay.
"Sebentar ya.." Ucap Rio lalu masuk ke dalam mobil lagi.
Sedangkan Bayu kebingungan bosnya mau ngapain.
"Gini ya Adek, kebetulan saya bawa jaket ini, jaketnya kamu pake aja ya buat nutupin bajumu yang basah, terus ini tisu buat membersihkan wajah kamu yang kotor.." Ucap Rio memberikan jaketnya kepada gadis tersebut.
Gadis itu melirik dan langsung meraih jaket yang di berikan oleh Rio tanpa sungkan.
Rio nampak tersenyum karena gadis itu tidak marah-marah.
"Ini ganti rugi buat kamu beli siomay lagi ya.." Ucap Rio menyodorkan beberapa lembar uang.
"Ikhlas apa tidak ini? Jangan-jangan nanti ada kamera terus bilang praaankkkk.." Tanya gadis tersebut memastikan dan celingukan mencari kamera.
Hahahahaha
Rio dan Bayu tidak bisa menahan gelak tawanya lagi dan membuat gadis itu semakin heran.
"Kenapa kalian pada tertawa? Tebakanku benar kan? Terus nanti di masukin ke vlog kalian biar kalian di nilai orang yang baik, padahal ngasihnya nggak ikhlas.." Protes gadis tersebut sambil melengos.
"Untuk apa?" Tanya gadis itu heran.
"Sebentar saja, mana.." Ucap Rio lagi.
Bayu juga bingung, bosnya itu mau ngapain sebetulnya, namun dia pasrah saja menunggu.
Dengan terpaksa, gadis tersebut mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Ini.. Awas jangan di buat macam-macam.." Ancam gadis itu.
Rio hanya tersenyum dan membuka aplikasi camera.
Cekrek
"Ini kamu simpan foto saya, nama saya Rio, dan saya tidak sedang ngevlog.."
Ucap Rio mengembalikan ponsel gadis itu.
__ADS_1
Rio melakukan foto dengan camera depan bersama gadis tersebut. Namun, karena bingung, gadis itu tidak berpose apa pun selain menunjukkan ekspresi bingung sambil menatap Rio, sedangkan dalam foto tersebut Rio nampak tengah tersenyum manis.
"Ini ya kamu terima, ini IKHLAS, maaf saya tidak bisa mengantarkanmu karena saya sedang buru-buru.." Ucap Rio menyerahkan uangnya lagi.
"Ya udah deh kalau ikhlas, saya terima.." Balas gadis itu menerima uang dari Rio.
"Ini bukan matre lo ya, realistis habis terkena musibah lalu mendapatkan berkah.." Ucap gadis itu lagi takut di katakan matre, apalagi uang yang di berikan Rio tidak sedikit.
"Iya, lain kali cari tontonan yang lebih bermanfaat biar nggak gampang berprasangka buruk sama orang lain.." Ucap Rio memberi pesan lalu pergi melangkah ke dalam mobilnya.
Sedangkan gadis itu benar-benar langsung kembali ke penjual siomay lagi.
"Gadis yang polos.." Gumam Rio di dalam mobil, namun masih bisa di dengar oleh Bayu.
"Iya polos banget itu anak.." Jawab Bayu santai.
Rio yang mendengar respon dari Bayu langsung kaget.
"Ngapain kamu ikut-ikutan.."
"Maaf Pak saya tidak sengaja mendengar.." Jawab Bayu lalu melanjutkan perjalanan.
Rio terus saja tersenyum, meskipun ia berusaha untuk menutupi, namun, Bayu memahami hal itu.
"Waahh jangan-jangan bos lagi jatuh cita sama gadis kecil pada pandangan pertama nih.." Batin Bayu.
Akhirnya mereka tiba pada tujuan.
Sebuah lahan luas yang sedang di kerjakan untuk pembangunan hotel.
-----
Terimakasih yang sudah memberikan support dengan memberikan like dan komentarnya.
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan, monggo beri author saran dan kritik agar lebih baik lagi.
Tetap jangan kesehatan yaa untuk kita semua..
IG @tulisan_sitimay.
Terimakasiihh..
__ADS_1
🙏🙏