
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
Sengaja Ita meminta Della untuk meninggalkan mereka, karena akan ada pembahasan yang menurutnya tidak baik jika orang lain mendengar.
Keadaan canggung kembali mereka rasakan, sejenak suasana menjadi hening.
''Ehm..'' Ita memancing agar ada yang memulai berbicara.
''Bro, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian waktu lalu di Surabaya..'' Ucap Yuda.
Rio mendongakkan kepalanya dan menghembuskan nafas.
''Saya akui saya memang yang salah, andai saja saya tidak terpengaruh, maka semua ini tidak akan pernah terjadi..'' Lanjut Yuda.
''Saya sebetulnya tidak mau ikut campur dalam urusan orang lain, apa lagi ini berkaitan dengan rumah tangga, hanya saja ini masalah dari wanita luar biasa seperti istrimu Yud..''
''Kamu tidak perlu meminta maaf kepada saya, sungguh-sungguhlah meminta maaf kepada Tuhan dan buktikan kepada istrimu..'' Lanjut Rio.
Yuda mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Rio, masih terasa cemburu bila ada pria lain memuji istrinya.
Yuda mengangguk.. "Terimakasih Bro sudah membantu kami..''
''Dan sekarang sekarang saya mau jujur, saya mengambil foto kamu dan Sarah waktu di hotel itu, lalu fotonya saya tunjukkan ke Ita..'' Ucap Rio.
Yuda langsung spontan menatap Rio dan istrinya bergantian.
''Betul begitu Bun?'' Tanya Yuda meminta kepastian kepada istrinya.
''Iya Yah..'' Jawab Ita.
''Jadi??'' Tanya Yuda dengan tatapan terkejut kepada Ita.
''Iya Bunda sebetulnya sudah tau semuanya sudah lama..'' Jawab Ita.
''Sstttt jangan berantem disini..'' Ucap Rio tanpa memandang ke arah keduanya.
Rio nampak sedang membalas chat dan senyum-senyum sendiri.
Yuda dan Ita langsung menatap Rio secara bersamaan.
''Siapa yang lagi berantem?'' Tanya Ita sambil mengernyitkan dahinya.
''Ehh, hehe maaf maaf..'' Rio tersenyum kikuk.
''Lanjut serius serius..'' Lanjut Rio sambil menegakkan posisi duduknya.
''Gini Yud, maaf jika saya sudah lancang waktu itu.. Tapi, apa kah kamu tau gimana awal respon Ita saat saya menunjukkan foto itu?''
Yuda menggeleng.
''Awalnya dia nggak percaya, tapi, semakin kesini dia akhirnya percaya karena dia membuktikan sendiri dengan mata kepalanya..'' Ucap Rio.
__ADS_1
''Hah???'' Yuda terkejut lagi.
''Betul Bun?'' Tanya Rio menatap Ita.
Ita mengangguk.
''Yang di katakan Kak Rio tidak ada yang di buat-buat Yah, semuanya benar..'' Jawab Ita.
''Kenapa Bunda nggak negur Ayah dari dulu?''
''Kalau Bunda negur dari dulu dan Bunda belum ada bukti, Bunda takut Ayah semakin mengeraskan hati dan malah langsung pergi. Sedangkan Ayah waktu itu benar-benar masih dalam masa puber lagi, jadi susah, Bunda cari bukti yang kuat sambil nunggu hati Ayah kembali waras..'' Ujar Ita sedikit kesal.
''Sekarang Ayah berusaha untuk kembali waras lagi, maafin Ayah ya Bun..'' Ucap Yuda langsung memeluk Ita.
''Ehmm.. Hareudang hareudang vanas vanas..'' Celetuk Rio langsung mengipasi wajahnya dengan tangannya.
Rio menatap sembarang arah.
Yuda dan Ita langsung bergeser menjaga jarak.
''Maaf..'' Ucap Yuda dan Ita.
''Boleh saya melanjutkan ya..'' Ucap Ita.
Yuda langsung memasang ekspresi penasaran, sedangkan Rio santai karena dia sudah tau.
''Waktu itu Bunda masih berusaha untuk berfikir positif bahwa mungkin Ayah sedang mengunjungi Uni, sampai Kak Rio meminta Bunda untuk mencari tau sendiri..''
''Bukan hanya Kak Rio saja yang ikut membantu Bunda, tapi juga Kak Ridwan dan Kak Laras..''
Yuda semakin terkejut.
''Kak Laras membantu Bunda untuk bertemu dengan wanita yang bernama Sarah, itu awal perjumpaan Bunda dengan dia, Bunda memintanya untuk tidak hadir di tengah-tengah kita lagi, nyatanya dia malah semakin nekat..''
''Bun..'' Ucap Yuda terpotong.
''Bunda belum selesai..'' Potong Ita.
Yuda langsung terdiam.
Ita menghembuskan nafas untuk melanjutkan pembicaraannya.
''Tidak berhenti sampai disitu, Kak Laras membantu Bunda dengan sengaja menghadirkan Lili..'' Lanjut Ita menatap suaminya.
''Lili??'' Tanya Yuda.
''Ya Lili, teman lama Sarah, pada waktu kalian bertemu di sebuah restoran, Bunda ada disana..'' Lanjut Ita.
Yuda semakin terkejut, mengingat betapa banyak pengkhianatan yang ia lakukan dan di ketahui oleh sang istri.
Yuda menunduk merenung, menyadari semua kesalahannya, bisa-bisanya ia mengkhianati kesetiaan yang di berikan oleh istrinya.
Padahal, bisa saja Ita melabrak atau mempermalukan Yuda dan Sarah pada waktu kejadian.
__ADS_1
Namun, Ita tetap memilih diam dan menunggu kesadaran sang suami.
''Astaghfirullah..'' Yuda menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
Yuda menunduk kembali.
''Maafkan saya, bahkan kalian juga harus terlibat dalam hal bod*h yang saya lakukan selama ini..'' Ucap Yuda.
''Tentang foto kalian, jujur saya cemburu, maka dari itu saya langsung percaya sama foto itu. Bahkan saya malah kehilangan kesadaran diri kalau sayalah yang sedang berkhianat dan menuduh Ita yang macam-macam..'' Lanjut Yuda.
''Sudahlah Yud, semua keputusan ini ada di Ita, dia memaafkan kamu maka kami semua mendukung saja. Tolong jangan berfikir macam-macam dengan kedekatan saya dan Ita, percayalah pada istrimu dan jadilah suami yang bisa di percaya..'' Ucap Rio memberi pesan.
Yuda menjawab dengan anggukan.
''Sekarang kita fokuskan pada tujuan kedepannya, kita harus segera selesaikan semua ini, kasian Della yang harus terjebak dan Ibumu jangan sampai semakin berfikir negatif terhadap menantunya..'' Lanjut Rio.
''Kamu benar Bro, saya bersyukur Allah masih memberi kesempatan untuk saya memperbaiki semuanya..'' Ucap Yuda.
Rio mendongakkan pandangannya ke atas.
''Jujur saja, selama ini saya sangat iri dengan rumah tangga kalian, kebahagiaan kalian sudah lengkap. Kamu bisa sukses benar-benar berjuang dari nol di temani sama istri yang mendukung dan mertua yang menyayangi kamu, bukan seperti saya yang punya uang karena milik orang tua..'' Ucap Rio lalu melirik Yuda.
Yuda langsung salah tingkah karena kalimat Rio mengingatkan ucapannya waktu itu.
''Sudah Kak tidak perlu berlebihan, semua ini sudah atas izin Allah, kami hanya seorang Hamba yang di beri amanah. Begitu pun dengan Kakak yang melanjutkan usaha Bapak. Kalau anaknya tidak hebat mana mungkin Bapak mau memberi kepercayaan..'' Jawab Ita balik memuji.
''Iya Ta, Alhamdulillah..'' Jawab Rio.
''Itulah Yud.. Kalau dulu Ita langsung minta pisah sama kamu, pasti Ita langsung tak lamar, sayangnya dia kekeh mempertahankan siihh, HAHAHAHA..'' Canda Rio mencairkan suasana agar tidak tegang.
Yuda dan Ita langsung melotot ke arah Rio.
''Apa kamu bilang??!!!'' Tanya Yuda emosi.
''Santai Bro, becanda..'' Jawab Rio santai.
Yuda langsung merasa lega.
''Sebenarnya saya belum mau bahas tentang ini, tapi biar kalian tenang, haha..'' Lanjutnya.
''Maksudnya?'' Tanya Yuda dan Ita bersamaan.
''Aku sudah punya calon istri, jadi kamu nggak usah cemburu lagi Yud..'' Jawab Rio.
-----
Terimakasih yang selalu mampir dan memberi support untuk author ๐
Maafkan jika masih banyak kesalahan dan belum bisa up sekaligus banyak, hehe๐๐
Author masih harus banyak belajar dulu ya Kakak-kakak๐ช
Follow IG @tulisan_sitimay
__ADS_1