SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 13


__ADS_3

Waktunya promo dulu ya Kakak-kakak readers..


Follow my IG @tulisan_sitimay, akun yang Insyaa Allah akan di khususkan untuk membagikan tulisan-tulisan saya..


Saling support dan selamat membaca..


Enjoy ya🙏


-----


"Kenapa sayang kok ngelamun?" Tanya Yuda lagi.


"Emm gini Mas, kita kan ada rencana berkunjung ke rumah Ibu, terus karena aku hamil aku jadi takut Mas kalau harus pergi jauh.."


"Ingat kan kata Dokter kalau hamil kembar itu lebih rentan.." Jelas Ita yang sebetulnya tidak enak hati.


Yuda tertunduk.


"Mas, maafin aku ya.." Ucap Ita lagi.


"Nggak papa sayang, aku juga berencana batalin rencana kita untuk pulang kampung, cuma aku ada rencana untuk mengundang mereka kesini, gimana?" Jawab Yuda penuh hati-hati.


"Ya bagus kalau gitu Mas, biar mereka bisa naik pesawat kan? Pasti Uni seneng banget.." Ucap Ita yang setuju dengan ide suaminya.


"Bener sayang kamu setuju?" Tanya Yuda meyakinkan.


"Iya dong Mas, kan sebagai gantinya kita belum bisa kesana.." Jawab Ita santai.


"Ehmm, aku ada sesuatu buat kamu.." Ucap Yuda sambil senyum-senyum.


"Apa Mas?" Tanya Ita penasaran.

__ADS_1


"Ini.." Yuda menunjukkan sesuatu di hadapan Ita.


"Hah.. Punya siapa ini Mas?"


"Punya kitalah, masak punya Pak RT.." Jawab Yuda becanda.


"Serius aku Mas.." Tanya Ita lagi yang masih belum percaya.


"Iya Sayang, coba di perhatikan.." Perintah Yuda.


"Aaa sayang, kamu memang lelaki yang hebat, aku bangga sama kamu.." Ucap Ita langsung memeluk suaminya.


Dan mereka saling bersitatap hangat.


Ya, Yuda telah menunjukkan sebuah kunci mobil baru.


Hasil jerih payahnya selama ini, tabungan dari sebelum menikah, meskipun mobil yang sederhana, tapi itulah janji Yuda, ia ingin menikmati hasil jerih payahnya sendiri.


"Mereka sudah tau doong sayang, malah mereka yang bantu carikan.." Jawab Yuda santai.


"Oo ooo jadi gitu ya... Pada main rahasia.." Ucap Ita yang pura-pura ngambek.


"Kalau di kasih tau ya namanya bukan kejutan dong.."


"Hehe iya iya Mas, pokoknya terimakasih, rejeki ya Nak.." Ucap Ita sambil mengelus lembu perutnya.


"Iya nih anak-anaknya Ayah yang pinter, do'akan Ayah sama Bunda yaa.. Supaya rejekinya lancar, sehat terus biar kita bisa punya rumah sendiri.." Ucap Yuda sambil mengelus lembut perut istrinya.


"Iya Ayah, semangat ya.." Suara Ita mewakili anak-anaknya.


"Sayang, kamu nggak mau cuti aja kuliahnya?" Tanya Yuda khawatir.

__ADS_1


"Sayang Mas, lagian aku juga kuat kok, nanti cutinya pas perutnya sudah gede aja.." Jawab Ita yakin.


"Yakin nggak papa, tapi aku antar jemput ya sayang.." Ucap Yuda yang tentu saja masih khawatir.


"Siaap Mas.." Jawab Ita singkat padat.


-----


Di kediaman orang tua Ita.


"Pa, Mama bangga deh sama Yuda, dia benar-benar pekerja keras ya.." Puji Mama terhadap menantu bungsunya itu.


"Iya Ma, Alhamdulillah.." Jawab Papa tersenyum.


"Ohya, Ita kan lagi hamil, Mama khawatir kalau dia sampai kelelahan, siang kerja, malam kuliah, belum lagi kerjaan rumah.."


"Gimana kalau mereka suruh tinggal sama kita lagi Pa?" Tanya Mama yang tentu saja masih mengkhawatirkan putri bungsunya itu.


"Kalau Papa terserah mereka aja Ma, mereka nyamannya bagaimana.." Jawab Papa santai.


"Ohya, katanya kan besok hari Minggu mereka mau kesini, Mama mau bujuk mereka.." Ucap Mama penuh semangat.


Jadi, bagaimana kira-kira respon Yuda dan Ita yaa....


-----


Temukan jawaban di next bab ya..


Jangan sampai ketinggalan😍


Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like, komen dan vote yaa agar lebih semangat lagi nulisnya💪

__ADS_1


__ADS_2