SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 38


__ADS_3

(Iya-iya reader.. Gadis yang ada di bab sebelumnya itu Yuni, adiknya Yuda😁 Tau aja niiihhh😂)


Yuni berjalan menyusuri gang untuk menuju kostnya, karena jarak antara tempat kost dan penjual siomay nya tidak jauh, jadi ia memilih untuk jalan kaki.


"Assalamu'alaikum wahai penghuni kost-kostan ini.." Ucapnya Yuni masuk ke dalam kostnya.


"Wa'alaikumussalam makhluk abstrak dari planet tak di kenali.." Balas Dinda spontan.


Mereka berdua memang sudah terbiasa becanda seperti ini, saling ngambek, marah, tapi saling sayang.. (ciee sayaaang😂)


"Penjual siomay nya pindah ke Malioboro kayaknya.." Celetuk Dinda.


Bukannya segera menjawab, Yuni malah senyum-senyum sendiri berdiri di depan cermin.


Dinda yang melihat langsung mengernyitkan dahinya heran dan menghampiri Yuni.


"Kamu baik-baik aja kan, Yun?" Tanya Dinda memegang kening dan pipi Yuni secara bergantian.


"Alhamdulillah baik, baik banget malah.." Jawab Yuni lalu mengambil piring untuk mereka.


Dinda masih berdiri mematung di depan cermin, lalu memandangi dirinya dari pantulan cermin tersebut.


Dinda bergidik ngeri melihat sikap aneh Yuni.


"Ehhhh tunggu-tunggu.." Ucap Dinda melihat sesuatu yang berbeda pada Yuni.


Yuni yang baru saja menganga untuk menyuap potongan siomay nya langsung berhenti.


"Ada apa siii?" Tanya Yuni heran.


"Kayak ada yang berbeda.." Ucap Dinda.


Yuni mengernyitkan dahi.


"Apanya yang beda?"


Jawab Yuni lalu memeriksa dirinya dan ia langsung cengengesan sendiri.


"Hehehe.. Dilarang keras untuk kepo!" Kata Yuni lalu melanjutkan suapannya.


"Ini wajib di kepoin! Kamu dari mana? Ketemu siapa? Terus kenapa bajumu basah? Terus ini kan jaket laki-laki.." Tutur Dinda menatap tajam setajam silet.


(Lebay deh authooorr😏😏)


"Ssssssttt, satu-satu, aku makan dulu biar kuat menjawab pertanyaanmu yang panjang kali lebar kali tinggi itu.." Jawab Yuni lanjut menghabiskan siomay nya.


"Janji di jawab yang jujur ya.." Kata Dinda.


"Iya-iya santuy aja, Yuni nggak pernah ingkar janji.." Jawabnya santai.


"Awas aja kalau bohong.." Ancam Dinda, lalu melanjutkan menghabiskan siomay yang ada di piringnya.


Setelah selesai menyantap siomay, Yuni langsung mencuci piringnya.


Sedangkan Dinda buru-buru menyelesaikan, karena rasa penasarannya sudah di level paling atas.

__ADS_1


"Ganti bajumu dulu Yun, nanti kamu masuk angin.." Perintah Dinda yang tentu saja ia tidak mau melihat temannya sakit.


"Iya iyaa, ini juga mau otw ganti.." Jawab Yuni.


"Cepetan!" Ucap Dinda yang sudah tak sabar.


"Sini-sini.. Duduk yang rapi!" Dinda menarik tangan Yuni dan menyuruhnya duduk di hadapannya.


"Santai aja napa Din.." Ucap Yuni malas.


"Isshhh jangan bawel, sekarang silakan ceritakan secara detail se detail-detailnya tanpa ada yang tertinggal satu kata pun, OKE.." Ucap Dinda mengangkat jempol di depan hidung Yuni.


"Ku harus memulai dari mana yaaa.." Yuni sengaja mengulur waktu agar Dinda semakin emosi.


"YUNI!!"


"DINDA!!"


"Isshhh Yuunnn, serius dong.." Ucap Dinda memegang lengan Yuni memohon.


"Iya iya, serius nih, dengerin.." Ucap Yuni mulai menunjukkan ekspresi serius.


Dinda langsung menatap seksama dan siap mendengarkan.


Krik krik


Yuni malah diam.


"YUNI!!" Teriak Dinda mulai emosi.


"Iya ini lagi mikir mau dari mana ceritanya.." Jawab Yuni.


Yuni nampak berfikir.


Lalu ia mulai menceritakannya kepada Dinda, sesekali menahan tawanya.


"Hahaha Maap kelepasan.." Dinda tertawa mendengar cerita Yuni terkena air sambil menenteng siomay.


"Tapi, Din.." Yuni menjeda ceritanya, lalu menatap sembarang arah sambil senyum-senyum lagi.


"Ada hikmah di balik musibah.." Lanjut Yuni.


"Apa hikmahnya?" Tanya Dinda penasaran.


"Dapat duit, tuh buat beli siomay lagi.." Jawab Yuni jujur.


"Hah serius??" Tanya Dinda.


"Iya, 500 ribu, lumayan kan?? Terus itu jaketnya, hmmm wangii.." Jawab Yuni.


"Ihhh matre banget siih, cuma kecipratan dikit, beli siomay 20 ribu minta 500 ribu.." Protes Dinda.


"Enak aja dikit, itu siomay sampai ikut kotor tau, orang dianya yang maksa ngasih, ya Alhamdulillah dooong.." Jawab Yuni tidak terima di katakan matre.


"Orangnya aja juga ngerasa bersalah, bener-bener laki-laki idaman.." Lanjut Yuni sambil senyum-senyum lagi.

__ADS_1


"YUNI!! Jangan senyum-senyum terus, ngeri tau.." Protes Dinda.


"Uwwu banget Din.." Ujar Yuni lagi.


"Ati-ati loh Yun, jangan-jangan orang itu sudah punya kekasih atau bahkan sudah punya istri.." Ucap Dinda was-was.


Yuni langsung berhenti senyum dan menatap Dinda.


"Nggak boleh berprasangka buruk Din, Tapi... Bisa jadi juga ya.." Ucap Yuni bersedih.


"Terus aku harus bagaimana dong?" Tanya Yuni.


"Yaa biasa aja, nggak usah lebay, emang dia minta nomormu? Ngajak ketemuan?" Tanya Dinda.


"Enggak.." Jawab Yuni singkat.


"Naahh, ya udah anggap aja angin lalu yang kasih kamu rejeki.." Ucap Dinda.


"Tapi, kita sudah foto bareng.." Ucap Yuni lemes.


"Hah foto bareng?? Untuk apa??" Tanya Dinda heran.


"Aku tadi nuduh dia ngasih uang karna buat vlog, hehe.."


"Terus kata dia, foto itu untuk memastikan kalau wajahnya tidak akan pernah muncul sebagai vlogger.." Cerita Yuni.


"Hahaha.." Dinda malah tertawa.


"Coba mana lihat fotonya.." Ucap Dinda menyodorkan tangannya.


Yuni langsung membuka galeri camera dan memberikan kepada Dinda.


"Ganteng jugaa.." Gumam Dinda, namun masih terdengar oleh Yuni.


"Eh eh eh.. Punyaku ini.." Yuni merebut ponselnya.


"Jangan kebanyakan halu Yun, apa lagi kalian ketemunya nggak sengaja, nggak ada komunikasi, biar nggak galau lagi.." Yuni memberi nasehat.


"Iya juga ya Din.."


Yuni mengingat ia juga lagi galau karena belum lama di putusin dan di tambah omelan Kakaknya yang melarangnya untuk menikah muda.


"Nahh pinter.. Aku nggak mau kamu sedih lagi karena cinta Yun.." Kata Dinda lalu memeluk Yuni.


"Ingatt, kamu masih kecil, belajar yang rajin, jadi orang yang bener, haha.." Dinda menggoda Yuni.


"DINDA!!!!"


 


Jangan lupa dukung author dengan memberikan like, komentar, dan vote.


Monggo beri author saran dan kritik agar lebih baik lagi..


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏

__ADS_1


IG @tulisan_sitimay


Terimakasiihh...


__ADS_2