
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
LELAH HATI, LELAH FIKIRAN, LELAH FISIK
Itulah yang sedang di rasakan oleh seorang Ibu beranak tiga, siapa lagi kalau bukan Ita.
BERAT, ya kata itu yang sedang menggambarkan fikiran Ita saat ini.
Berat menjalani kehidupan yang tidak pernah ia sangka-sangka.
Hari ini tanggal merah, namun bukan hari Hari Minggu, jadi Yuda masih berada di rumah. Ia sedang berkumpul bersama putra putrinya, Arisa dan Yuta fokus pada layar televisi, sedangkan Yuki memilih untuk ingin tahu apa yang di kerjakan oleh Ayahnya.
"Ayah..'' Panggil Yuki.
''Hmm..'' Jawab Yuda tanpa menoleh.
''Bunda cantik nggak?'' Pertanyaan Yuki langsung berhasil membuat Yuda menoleh.
''Tentu cantik dong Nak, buktinya anak-anak Ayah tampan dan cantik-cantik, iya kan..'' Ujar Yuda mengusap rambut Yuki.
''Ayah sayang nggak sama Bunda?'' Tanya Yuki lagi.
Yuda mengernyitkan dahinya, ia merasa heran dengan pertanyaan putrinya karena Yuki memasang ekspresi sangat serius.
''Sayang dong Nak, kenapa siihh masih kecil nanyanya gitu, hmm..'' Tanya Yuda, sekarang ia menghadap ke putrinya.
''Emmmmm soalnya waktu Ayah pergi ke Jakarta, Bunda ngigau terus Yah pas tidur, teriak-teriak keras lagi, Yuki kasian Yah..'' Cerita Yuki dengan ekspresi sedih.
''Emangnya Bunda ngigau gimana?'' Tanya Yuda mengecilnya volume suaranya.
''Bunda bilang gini Yah, ''Jangan tinggalin Bunda, jangan Yah'' abis itu terus nangis..'' Cerita Yuki memperagakan saat Bundanya mengigau.
Deg
Jantung Yuda terasa tersambar petir di pagi hari, bagaimana anaknya bisa peka dengan urusan kata sayang.
Hatinya langsung sedikit mulai goyah saat mendengar cerita anaknya.
''Naakk, mungkin Bunda cuma kecapekan atau karna sering nonton film jadi ke bawa mimpi..'' Sanggah Yuda memberi pengertian pada anaknya.
''Mungkin ya Yah, tapi beneran kan Ayah sayang sama Bunda?'' Tanya Yuki mencari kepastian.
''Sayang dong Nak, buktinya kita sama-sama tinggal di rumah ini kan..''
''Ya udah jangan bahas urusan orang tua, pokoknya anak-anak Ayah wajibnya belajar yang rajin, makan tidak boleh telat, oke..'' Yuda mengalihkan pembicaraan.
''Oke Ayah..'' Jawab Yuki lalu turun dari kursi untuk bergabung dengan Yuta dan Arisa yang sedang asyik menonton televisi.
Yuda memandangi kebersamaan ketiga anaknya, tak terasa tiba-tiba ia menitikkan air mata, namun saat ia menyadari, dengan segera ia mengusap air matanya.
--
Beberapa hari kemudian
__ADS_1
''Bunda mau bicara..'' Ujar Ita kepada suaminya.
''Iya Bun, ada apa?'' Tanya Yuda dengan ekspresi santai.
''Tentang foto-foto itu.." Ucap Ita langsung.
Yuda langsung mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa yang berada di kamar mereka.
"Kenapa Bun?"
"Ada yang menyuruh seseorang untuk mengambil foto Bunda dengan Rio..'' Ujar Ita tegas.
Yuda menyunggingkan sudut bibirnya sekilas saat mendengar omongan istrinya.
''Nggak usah memutarbalikkan cerita Bun..'' Sanggah Yuda.
Ita mulai geram.
''Bunda nggak asal bicara Yah, semua ada buktinya, bukti AKURAT..'' Ucap Ita menekan kata akhirnya.
''Lihat ini..'' Ita menunjukkan sesuatu kepada suaminya.
Yuda menerima dan memperhatikan dengan seksama video tersebut.
''Jadi??''
''Ayah pasti sudah memperhatikan kan? Bunda sama Rio biasa saja karena memang kami hanya sebatas bos dan karyawan. Sedangkan dia.. Dia sangat panik melakukan pergerakan itu, dia lupa di banyak sudut ada cctv..'' Cerita Ita.
''Bisa saja kalian sudah menyadari ada seseorang yang mengintai, jadi kalian seolah-olah biasa saja..'' Bantah Yuda lagi.
''Astaghfirullah Yah.. Masih saja nggak percaya, Ayah tau kan Rio itu sibuknya di Surabaya, dia datang kesini rutin itu cuma pas akhir bulan saja, jika di lain akhir bulan pasti karena ada keperluan lain.." Lanjut Ita memberi penjelasan.
"Untuk apa Bunda berkhianat Yah? Untuk Apa? Bunda ingin menjadi panutan anak-anak, Bunda ingin di saat anak-anak sudah beranjak dewasa dan memikirkan tentang cinta nantinya, Bunda berharap yang menjadi patokan mereka untuk memiliki pasangan seperti apa ya tidak jauh dari mereka, siapa lagi kalau bukan kedua orang tuanya?" Ujar Ita lalu melirik ke arah suaminya sekilas, ia kembali mengalihkan pandangannya dan tertunduk.
Yuda nampak hanya terdiam dan terus menunduk, ntah semenjak ia mendapat cerita dari putrinya, Yuda semakin merasakan tidak tenang dalam pikirannya.
"Ayah ada perlu.." Yuda tiba-tiba berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
"Mau kemana?" Tanya Ita melihat suaminya.
"Jangan lari dari masalah Yah.."
"Ayah nggak lari dari masalah, Ayah cuma nggak mau anak-anak tau sikap Ayah Yang sedang buruk.." Jawab Yuda.
Ita balik terdiam, karena memang kenyataannya begitu, mereka sedang mengalami mood yang tidak baik saat ini.
--
Beberapa waktu kemudian
Di ruangan Rio, sudah terkumpul antara Rio, Della, dan juga Ita tentunya.
Della bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya, karena berada satu ruangan dengan kedua atasannya yang langsung memperlihatkan ekspresi serius.
"Della.." Panggil Rio tegas.
__ADS_1
"I-iya Pak saya.." Jawab Della gugup.
Ita menoleh ke arah Della sekilas, ia bisa melihat kegugupan Della.
"Kamu tahu apa yang membuat saya memanggilmu untuk ke ruangan saya?" Tanya Rio.
"Tidak Pak.." Jawab Della menunduk.
"Bagus, karen tujuan saya memanggilmu kesini karena akan meminta kamu untuk mundur dari pekerjaan ini mulai DETIK INI JUGA!" Rio berbicara dengan tegas.
"Itu yang kamu harapkan, bukan?" Tanya Rio dengan senyum menyeringai.
Della langsung mengangkat kepalanya lalu menatap Rio dan Ita bergantian.
"Kenapa saya di pecat Pak? Bu? Apa salah saya?" Tanya Della tidak percaya.
"Della, dalam pekerjaan kamu tidak memiliki kesalahan, akan tetapi.." Ucap Ita lalu ia mengambil ponsel dari dalam tasnya.
"Lihat siapa ini? Mungkin kamu mengenalinya.." Tanya Ita menunjukkan bukti video.
Della langsung melotot tidak percaya, ketakutannya semakin menjadi karena sedang berhadapan dengan kedua orang yang sudah ia fitnah.
"Saya sungguh-sungguh mohon maaf.." Della langsung bersimpuh di lutut Ita yang sedang duduk di sebelahnya.
Della menangis karena perbuatannya telah di ketahui.
"Akankah kamu meminta maaf jika tidak ketahuan seperti ini Della?" Tanya Rio yang masih duduk di kursinya.
"Saya sungguh mohon maaf Pak.." Ucap Della yang masih bingung harus berbicara apa.
Ketakutannya akan kedua atasannya dan juga ketakutannya akan ancaman yang di berikan oleh Sarah terus menghantui isi kepalanya.
"Tolong jangan pecat saya Pak, saya mohon, saya masih punya banyak tanggung jawab Pak, Bu.. Tolong saya, saya mohon maaf.." Della terus memohon dan menangis.
"Kamu tau Della? Karena perbuatanmu, suami saya menuduh saya menjadi simpanan Pak Rio, sakit sekali rasanya Della hati saya, saya tidak menyangka kamu ternyata sejahat ini.." Ucap Ita.
Della langsung bersimpuh lagi pada Ita.
"Saya sungguh-sungguh tidak ada niatan untuk merusak pernikahan kalian, saya terpaksa melakukan ini, tolong jangan pecat saya.." Ucap Della terus menangis.
Ita dan Rio saling pandang, Rio dan Ita lalu mengangguk paham.
"Baiklah, silakan beri penjelasan kepada kami kenapa kamu nekat melakukan ini.." Pinta Rio.
"Kembalilah ke tempat duduk Della.." Ucap Ita meraih bahu Della.
BERSAMBUUNG
-----
ALHAMDULILLAH
Terimakasih banyak yang tidak ketinggalan memberikan support kepada author.
Jangan lupa like, comment, vote, rate, klik favorit, share ke teman-teman juga makin boleh😍
__ADS_1
Mohon maaf ya jika masih banyak kesalahan🙏
Jangan lupa follow IG @tulisan_sitimay