SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 30


__ADS_3

Flashback


"Hallo Kak.."


"Iya Dek, ada apa?" Jawab Ridwan melalui sambungan telepon.


"Aku mendapat informasi baru dari Rio tentang Mas Yuda dan suatu saat aku butuh bantuan Kakak.." Jawabnya.


"Katakan saja.." Kata Ridwan.


Ita menceritakan ulang secara detail apa yang di sampaikan oleh Rio waktu itu.


"Baik baik Kakak paham, pasti Kakak bantu, kapan kalian rencana ke Jakarta?" Tanya Ridwan.


"Jika tidak adalah halangan kami terbang kesana minggu depan Kak, nunggu hari liburnya anak-anak.." Jawab Ita.


"Oke, Kakak tunggu, kamu persiapkan mentalmu dengan baik, jangan sampai gegabah dan membuat suamimu curiga.." Ridwan memberi pesan.


"Siap Kak, terimakasih banyak.." Ucap Ita.


"Tidak perlu sungkan, kesedihanmu juga akan menjadi kesedihan bagi Kak.." Ucap Ridwan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Ita mematikan sambungan teleponnya dan kembali ke pekerjaannya.


"Aku adalah penerus Papa, sedikit pun aku tidak akan rela jika ada yang menyakiti keluargaku.


Ku kira, mengalahku bisa membuatmu mencair, ternyata mengalahku malah semakin membuatmu mengeras pada hati dan pikiranmu.


Lihat saja nanti, Yuda.. " Ridwan menitikkan air mata yang sedari tadi ia tahan.


Flashback selesai.


Sesuai janjinya kepada adik dan sang istri juga sudah mengetahui apa yang akan di lakukan suami dan adik iparnya tersebut.


Laras rela menggantikan peran Ita untuk menjaga keponakannya yang sudah tertidur.


Ridwan dan Ita meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil.


Ridwan sudah mencari informasi begitu mendapatkan kabar dari adiknya, saat itu juga ia mengerahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki secara detail.


''Aku deg-degan Kak..'' Cemas Ita.


''Tenangkan dirimu, Bismillah aja niat kamu kan bukan untuk membuat masalah..'' Kata Ridwan menenangkan adiknya.


Ita menghembuskan nafas kasar dan memandangi arah luar, tak terasa air matanya jatuh.


Dengan segera ia menyikap air mata yang sedikit membasahi pipinya agar tak ketahuan oleh sang kakak.


Ridwan Pov


Aku tau kamu menangis, menangislah jika itu bisa membuat perasaanmu sedikit lega.

__ADS_1


Aku tau kamu rapuh menghadapi semua ini, aku akan terus menjagamu.


Mungkin kamu merasa sudah tak muda lagi, tapi, bagi kami semua, kamu tetap adik kecil yang akan selalu ku jaga.


 


Mereka tiba di tempat tujuan, sebuah restoran yang berada di Ibu Kota.


Huhhh...


Ita menghembuskan nafas kasar.


"Bisa ya.." Ridwan menepuk pundak Ita memberi semangat, dan Ita merespon dengan anggukan.


Ita masuk dengan perasaan yang sudah optimis.


Pandangannya mengitari seluruh ruangan dan akhirnya menemukan sosok perempuan cantik dengan rambut lurus sedang duduk sendiri.


Karena orang tersebut memunggungi posisinya, maka Ita belum bisa memastikan wajahnya.


Ita langsung menghampiri seseorang tersebut.


"Permisi, dengan Nona Sarah?"


Seseorang tersebut langsung menoleh, "Iya saya.."


"Saya Masita, utusan Ibu Laras.." Ucap Ita.


"Mohon maaf telah membuat anda menunggu lama Nona.." Ucap Ita ramah.


"Tidak sama sekali, saya juga belum lima menit.." Ucapnya jujur.


"Sebaiknya kita memesan makanan terlebih dahulu sebelum membahas tujuan kita.." Kata Ita.


"Baik, Bu.."


Karena Sarah merasa lebih muda dari Ita, maka, ia menghormati seseorang yang ada di hadapannya itu.


Saat mereka menikmati hidangan dan hampir selesai, Ita mencuri waktu untuk mengaktifkan aplikasi rekam di ponsel yang di pinjami oleh Ridwan.


Karena ponsel milik Ita di bawa oleh Ridwan.


Sementara itu, di dalam mobil terdengar suara ponsel Ita sedang berbunyi.


Ridwan langsung menegakkan posisi duduknya dan melihat siapa yang menelepon.


''Iya hallo..'' Jawab Ridwan menahan kesal saat melihat nama kontak Yuda di ponsel Ita.


Di tempat lain, Yuda langsung kaget saat yang menjawab adalah suara pria, ia sampai terdiam beberapa saat.


Ridwan menyadari hal itu.

__ADS_1


''Saya Ridwan, Ita sudah tidur, ponselnya di cas di ruang tengah..'' Jawabnya langsung.


''Ohh, terimakasih, maaf mengganggu. ''


Yuda menjawab dengan perasaan lega, lalu segera mematikan sambungan teleponnya.


"Kau pikir adikku sedang selingkuh?? Enak aja.." Gumam Ridwan setelah Yuda mematikan teleponnya.


 


Ita dan Sarah sedang mengobrol ringan.


Dari obrolan mereka, Ita menjadi tau bahwa perempuan yang ada di depannya berprofesi sebagai designer.


"Maaf bisa di mulai sekarang Bu?" Tanya Sarah yang heran kenapa Ita malah mengajaknya untuk mengobrol panjang lebar.


Ita menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


Sarah langsung mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti dan mulai merasa ada yang tidak beres.


"Ehm, begini Nona, sebelumnya maaf apakah anda mengenali pria ini?" Tanya Ita menunjukkan sebuah foto di ponsel.


Sarah langsung mengernyitkan dahinya lagi.


"Dia kekasih saya, apa hubungannya pertemuan kita dengan dia?" Tanyanya mulai menaikkan volume suaranya.


Sebetulnya Ita ingin menangis saat itu juga, namun beruntung ia masih bisa menahannya.


"Apakah anda sudah mengenali keluarganya?" Tanya Ita lagi.


"Tidak penting, saya tanya siapa anda sebenarnya?"


"Saya sudah sabar sedari tadi menunggu, sepertinya anda sudah berhasil mempermainkan waktu saya.."


Ita menarik nafas dalam dan menegakkan posisi duduknya, ia tatap lekat mata perempuan yang ada di hadapannya.


Sarah yang mendapat tatapan lekat, langsung merasa canggung.


"Baik.."


Ucap Ita menjeda ucapannya dan kembali mengatur nafas.


 


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari segala sisi🙏


Monggo beri kritik dan saran untuk saya sebagai author agar kedepannya bisa semakin lebih baik🙏


Jangan lupa support author dengan memberikan like, komen, dan vote agar lebih semangat😁🙏


Follow IG @tulisan_sitimay

__ADS_1


Terimakasiihh


__ADS_2