
Hallo Reader..
Selamat membaca ya semuanyaa🙏
Mohon maaf sebelumnya jika masih banyak kekurangan 🙏
Malam itu di kediaman Yuda dan Ita.
Anak-anak tengah menjalani rutinitas les private di ruang tengah.
Mama sedang asyik nonton drama ikan terbang Ku Menangiisss membayangkaaann 😏
Sedangkan Yuda dan Ita sedang berada di dalam kamar dengan kegiatannya masing-masing.
"Mas.." Panggil Ita pelan.
"Iya sayang.." Jawab Yuda menengok ke arah istrinya.
"Lagi sibuk ya.." Tanya Ita saat melihat sang suami kembali fokus ke layar laptopnya.
"Nggak kok.." Jawab Yuda tanpa menoleh ke istrinya.
Huffttt
"Aku mau bicara, boleh??" Tanya Ita lagi penuh hati-hati.
Mendengar pertanyaan istrinya, Yuda langsung mengernyitkan keningnya heran.
"Ya bicara aja sayang, kenapa harus izin.." Kata Yuda masih heran.
"Emmm, Kan minggu depan ada tanggal merah tuh di hari Jum'at, weekend anak-anak libur sekolah, boleh nggak Mas ajak mereka liburan ke Jakarta? Sekalian berangkatnya bareng sama kamu Mas.." Jelas Ita hati-hati.
Yuda langsung menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Ita.
"Kamu yakin mereka nggak ada kegiatan tambahan sayang?" Tanya Yuda memastikan.
"Ya maka dari itu aku tanya dulu sama kamu Mas, kalau kamu kasih izin ya tinggal aku tanya ke mereka.." Jelas Ita lagi.
"Iya sayang atur aja.." Jawab Yuda.
"Beneran Mas? Makasih ya.." Kata Ita sumringah.
"Hmmm.." Jawab Yuda sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Aku ke kamar Ibu dulu ya Mas.." Pamit Ita.
"He em.." Jawab Yuda singkat.
Ita langsung keluar kamar dan memeriksa kegiatan anak-anaknya terlebih dahulu.
"Gimana Miss anak-anak?" Tanya Ita kepada guru les.
"Makin top pokoknya Bu, pada rajin belajarnya.." Jawab sang guru jujur.
__ADS_1
"Alhamdulillah, tinggal dulu ya Miss, mau ke kamar Nenek dulu.." Kata Ita.
"Monggo Bu, silakan.." Jawabnya.
Karena sekarang pendengaran Mama sudah semakin berkurang, maka di saat menonton tv, volume harus keras.
Di depan kamar Mama, ia sudah bisa mendengar suara yang pasti itu sumbernya dari drama ikan terbang.
Ku menangiiisss membayangkaann
Betapa kejamnya dirimu atas diriku ..
Begitu kira-kira lagunya.
Ita langsung membuka pintu kamar Mama dengan pelan.
Ceklek, dan Mama langsung menoleh ke arah pintu.
"Ehh Nak.." Kata Mama sambil menegakkan duduknya.
"Serius banget sih Ma nontonnya.." Kata Ita.
"Seru tau Nak, itu tu si suaminya sudah sukses malah selingkuh, padahal yang nemani dia dari belum jadi apa-apa juga bininya, ehh udah sukses cari yang lain, nggak bener.." Jelas Mama yang terus menceritakan jalan cerita drama ikan terbang.
Deg..
Jantung Ita langsung terasa sesak mendengar cerita sang Mama.
Pikirannya tentang cerita Rio kembali terngiang-ngiang di kepalanya.
"Malah ngelamun.." Protes Mama.
"Ohya Ma, kalau Mas Yuda ngajak liburan ke Jakarta Mama mau ikut tidak?" Tanya Ita.
"Emang kalian ada rencana mau ke Jakarta?" Tanya Mama balik.
"Yaa nunggu hari liburnya anak-anak Ma.." Jawab Ita.
"Kalau kalian mau berangkat ya berangkat saja, Mama di rumah aja deh nunggu rumah.." Jawab Mama.
"Emang Mama nggak pengen jalan-jalan?" Tanya Ita menggoda Mamanya.
"Mama sudah nggak sanggup Nak kalau harus jalan-jalan jauh, apalagi batuknya Mama kalau lagi kambuh ya kayak gini.." Jelas Mama.
"Emm, iya Ma, Ita ngerti, pokoknya yang penting Mama sehat terus ya, jangan ada pikiran yang macam-macam.." Ita memberi nasehat.
Mama mengernyitkan dahinya.
"Lah emang Mama mikir yang macam-macam apa?'' Tanya Mama bingung.
"Ehhh yaa nggak tau, kan siapa tau Mamaku sayaang..hehe'' Jawab Ita cengengesan dan langsung memeluk Mama.
''Bundaaa..''
__ADS_1
Panggil anak-anak.
Ita langsung keluar dari kamar Mama dan membuka pintu.
''Iya sayang, sudah selesai belajarnya??'' Tanya Ita kepada Arisa yang sedang berdiri di depan pintu.
''Sudah Bun..'' Jawab Arisa.
Ita dan putrinya langsung menuju ke ruang mereka belajar.
''Ehh Bu, saya pamit dulu, sudah selesai belajarnya..'' Pamit Miss Fanny sopan.
''Terimakasih ya Miss..'' Ucap Ita ramah dan mengantar Miss Fanny sampai depan.
Ita kembali ke dalam dan melihat Desi sedang membereskan tempat anak-anak belajar tadi.
''Hayoo Yuta, Yuki, Arisa.. Yuk bantuin Mbak Desi beres-beres..'' Ajak Ita.
''Oke Bunda..''
Mereka langsung semangat karena melihat Bundanya juga ikut membantu.
Ya, begitulah Ita, ia tidak ingin hanya menjadi seorang pesuruh, tapi juga harus mau memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Setelah selesai membereskan, mereka lanjut menonton televisi di ruangan tersebut.
Si bungsu Arisa langsung bermanja-manja di pangkuan Bundanya.
''Anak-anak Bunda..'' Panggilnya.
Mereka menjawab dengan kompak.
''Iya Bunda..''
''Kalau weekend minggu depan Ayah ngajakin kita liburan ke Jakarta, kalian pada mau nggak niihh??'' Tanya Ita memandangi anak-anaknya.
''Mau mau mau..''
''Beneran??'' Tanya Ita lagi.
''Iya dong Bunda, minggu depan kan mumpung ada hari libur berjejer,hehe..'' Jawab Yuta cengengesan.
''Oke siippp..''
Kata Ita sembari menunjukkan ibu jarinya.
Mereka lanjut menonton dengan beberapa cemilan di depannya.
Terimakasih banyak yang sudah membaca..
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari segi cerita, penulisan, tanda baca, dan lain sebagainya.
Monggo beri kritik dan saran agar saya bisa menjadi penulis yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Follow IG saya @tulisan_sitimay
Terimakasih banyak....