
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
''Aku sudah punya calon istri, jadi kamu nggak usah cemburu lagi Yud..'' Jawab Rio.
''Serius?'' Tanya Ita sumringah.
''Iyalah, tapi sayangnya dia masih takut sama keluarganya, kalau keluargaku sih semua sudah oke oke aja, apa lagi mengingat umur anaknya, haha..'' Jawab Rio lalu tertawa.
''Kemarin aku sudah melamar dia, dianya nerima, nunggu dia wisuda juga, mudah-mudahan keluarganya kasih restu..'' Ucap Rio.
''Aamiin..'' Jawab Ita menangkupkan kedua telapak tangan di wajahnya.
''Waahh Alhamdulillah selamat ya Kak, aku ikut seneng dengarnya, keluarga perempuan itu pasti setuju..'' Ucap Ita memberi semangat kepada Rio.
Rio memicingkan matanya.
''Kamu yakin Ta?'' Tanyanya.
Ita mengangguk semangat.
''He'em yakin banget, 1000% .'' Jawab Ita tanpa keraguan.
Rio tampak bahagia mendengar dukungan dari Ita.
''Terimakasih ya Ta..'' Ucapnya.
''Sama-sama, kamu pasti juga seneng kan Yah?'' Tanya Ita kepada suaminya.
''Heemm..
''Ngomong-ngomong jadi ingat Uni yang belum di bolehin bahas nikah..'' Ucap Ita melirik suaminya.
Rio tidak menyadari jika yang di maksud Ita adalah Yuni, karena hanya Ita yang memanggil Yuni dengan sebutan Uni.
''Dia belum cukup umur Buun..'' Jawab Yuda sedikit kesal.
Karena Yuda benar-benar belum menganggap bahwa adik bungsunya itu sudah dewasa.
''Hiss Ayah ini kebiasaan.. Andai aja Kak Rio belum punya tunangan ya Yah, bisa nih kita kenalin mereka, hihi..'' Ucap Ita becanda.
''Iya kan Yah?'' Tanya Ita.
Yuda langsung melirik Rio sekilas, begitu pun dengan Rio yang juga melirik Yuda.
''Emm yaaaa berarti bukan jodohnya Bun..'' Jawab Yuda.
''Aku nggak mau kalah cepat lagi Ta..'' Sahut Rio.
''Ehh hehe iya..'' Jawab Ita kikuk.
''Oke pembahasan kita kali ini cukup sampai sini dulu, langkah selanjutnya biar kami yang memikirkan, nanti kalau ada apa-apa kami kabari lagi..'' Ucap Ita.
''Oke, semoga urusan ini segera selesai..'' Jawab Rio.
''Aamiin..'' Jawab Yuda dan Ita.
''Sekali lagi saya mohon maaf ya Bro..'' Ucap Yuda.
''Amaan..'' Jawab Rio.
Yuda dan Ita meninggalkan ruangan Rio, Ita langsung menuju ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
--
Tak ingin terus menunda permasalahan yang sedang mereka alami, Yuda dan Ita langsung menyusun sebuah rencana untuk menghadapi Sarah.
__ADS_1
Saat ini sikap Yuda kepada Sarah masih seperti biasa, Yuda sebetulnya ingin langsung menghindari karena mengingat rasa sakit yang di pendam oleh sang istri.
Akan tetapi, semua keinginannya itu harus di tahan terlebih dahulu demi sebuah tujuan.
Kali ini semua komunikasinya juga atas bantuan sang istri harus berbicara apa.
''Ayah terpaksa melakukan ini, maafin Ayah ya Bun.. Ayah janji akan segera menyelesaikan semuanya, ini semua salah Ayah..'' Ucap Yuda kepada Ita sebelum berangkat ke Jakarta.
Ita tersenyum lalu meraih tangan Yuda dan mengenggamnya.
''Yah, mantapkan pada hatimu..''
''Bunda percaya kali ini Ayah bisa menjaga kepercayaan Bunda.
Ingat.. Bukan hanya Ayah saja, tapi KITA. Kita harus bisa menjadi orang tua yang layak di jadikan panutan oleh anak-anak kita sendiri..'' Ucap Ita.
Yuda mengangguk.
''Terimakasih atas kesempatan yang Bunda berikan untuk Ayah..'' Jawabnya.
Ita mengangguk.
Mereka lalu berpelukaaaannn..
Cieeeee ππ
--
Yuda berangkat ke Jakarta seorang diri, kali ini Ita juga tidak mengikuti.
Ia benar-benar ingin memberi kepercayaan untuk sang suami.
Begitu tiba di Jakarta, Yuda tidak langsung menuju ke penginapan, akan tetapi, tanpa sepengetahuan sang istri, ia langsung menuju ke kediaman Kakak iparnya, Ridwan dan Laras.
Ia juga sudah mengabari Sarah, bahwa ada urusan penting, jadi tidak bisa langsung menemuinya.
Karena pintu gerbang tutup.
Nampak assisten rumah tangga Ridwan keluar dari rumah dan setengah berlari menuju pagar.
''Ehh Pak Yuda ya..'' Ucapnya setelah berdiri di belakang gerbang.
''Iya Mbak..'' Jawab Yuda ramah.
Assisten tersebut langsung membuka gerbang agar Yuda bisa masuk.
''Bapaknya ada Mbak?'' Tanya Yuda.
''Bapak sama Ibu belum pulang Pak, ini security nya lagi cuti jadi saya takut kalau di rumah sendiri ya saya tutup aja gerbangnya..'' Jelasnya.
''Ohh gitu, kira-kira jam berapa ya mereka pulangnya?'' Tanya Yuda lagi.
''Mungkin sebentar lagi, silakan di tunggu dulu Pak. Silakan masuk..'' Ucap Mbak ART sopan.
''Terimakasih Mbak, saya disini saja..'' Jawab Yuda yang memilih untuk menunggu di teras.
''Baik Pak silakan, saya tinggal dulu ke belakang..'' Lanjutnya.
Yuda mengangguk, ia menunggu di teras dengan memainkan ponselnya.
15 menit kemudian, belum juga nampak kedatangan Ridwan dan Laras.
Yuda menyandarkan kepalanya pada belakang kursi dan meletakkan kedua tangan di puncak kepalanya.
Sejenak Yuda memejamkan mata.
Tin
__ADS_1
Tin
Terdengar ada suara mobil memasuki halaman rumah tersebut.
Yuda langsung membuka mata dan menegakkan posisi duduknya untuk melihat siapa yang datang.
Tepat sekali, tuan rumah baru saja tiba di rumahnya.
--
''Yuda..'' Panggil Laras meyakinkan pandangannya.
Ia celingukan mencari keberadaan Ita dan para ponakannya.
''Ita mana?'' Tanyanya.
''Aku sendiri Kak..'' Jawab Yuda.
Ridwan yang baru bergabung dengan mereka.
''Ita mana? Ada perlu apa kamu kesini?'' Tanya Ridwan tanpa memandang arah Yuda.
''Jangan emosi Paa, sabar dulu..'' Bisik Laras kepada suaminya.
''Silakan masuk dulu Yud..'' Ajak Laras berusaha ramah.
''Terimakasih Kak..'' Jawab Yuda.
Mereka bertiga tengah duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Kak, mohon maaf jika kedatanganku ini menganggu kalian.." Ucap Yuda.
"Aku minta maaf sama kalian atas kesalahan dan keserakahanku selama ini.." Lanjutnya.
"Atas dasar apa kamu meminta maaf? Apa ini paksaan istrimu? Atau ada rencana lain lagi yang sudah kamu siapkan?" Tanya Yuda ketus.
"Ssssttt Papaa, jangan gitu dong, dengarkan dulu.." Bisik Laras
"Ita tidak tau kalau aku mau kesini Kak.." Jawab Yuda.
"Aku tau kesalahanku selama ini sangat fatal, aku sudah mengkhianati kepercayaan kalian dan juga mengkhianati istriku sendiri.." Lanjutnya.
"Aku sedang berusaha memperbaiki semuanya, tolong maafkan aku Kak.." Ucap Yuda memohon.
"Yuda, apa kamu tau betapa kecewanya kami sama kelakuan kamu selama ini?" Tanya Ridwan dengan menatap tajam.
Yuda mengangguk.
"Aku tau Kak, sekarang aku sedang berusaha memperbaiki semuanya, aku sadar dari kesalahanku semua terkena imbasnya.." Jawabnya.
"Aku bersyukur Ita masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.." Lanjutnya
"Untuk menebus kesalahanku, 1 cabang restoku akan aku urus untuk menjadi milik kalian.." Ucap Yuda.
Ridwan dan Laras langsung kompak menatap Yuda lagi.
"Apakah dia benar-benar sudah ingin berubah?" Batin Ridwan bertanya-tanya.
"Yud, itu tidak usah di bahas, bagaimana dengan kesalahanmu terhadap Ita?" Tanya Ridwan menyelidik.
-----
Terimakasih yang sudah setia untuk mampir ke karya pertama author ini dan memberi supportπ
Maaf ya kemarin itu sistem NT lagi eror jadi reviewnya lama π
Jangan lupa follow akun instagram author @tulisan_sitimay
__ADS_1