
Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan tinggalkan komentar biar author semakin semangat nulisnya💪
-----
30 menit lagi pesawat yang membawa mereka akan mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarna-Hatta, Cengkareng.
Lampu tanda sabuk pengaman harus di kenakan dan pengumuman untuk kembali ke tempat duduk sudah terdengar.
Della sudah tidak tidur lagi setelah makanan tiba, ia yang duduk tepat di samping jendela tidak mau menyia-nyiakan pemandangan indah ini.
Della melihat sayap pesawat terbuka, untung saja ia langsung menutup mulutnya jadi tidak menyebabkan suara.
''Ya begitu kalau mau turun..'' Ucap Ita tiba-tiba sambil tersenyum.
''Ehh hehe Ibu tau aja isi hati saya..'' Jawab Della cengar cengir.
''Tapi, nggak bahaya kan Bu?'' Bisik Della khawatir.
''Amaann, tenang aja yaa..'' Jawab Ita sambil menepuk pundak Della.
Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat tepat waktu.
Della mengikuti langkah Yuda dan Ita, karena dia tidak tau harus pergi kemana.
''Ambil koper dulu Dell..'' Ajak Ita.
''Oh iya..'' Jawab Della sambil garuk-garuk kepala.
Sementara Ita dan Della mengantri bagasi, Yuda keluar terlebih dahulu untuk memesan taxi.
Tak butuh waktu lama, mereka berdua selesai mengantri bagasi dan langsung mencari keberadaan Yuda.
Setelah bertemu, Yuda, Ita, dan juga Della langsung masuk ke dalam taxi Bandara yang sudah di pesan oleh Yuda.
Mereka langsung menuju hotel yang sebelumnya sudah di pesan.
"Mau liburan atau ada urusan pekerjaan Pak?" Tanya sang supir taxi di sela-sela perjalanan mereka.
"Jalan-jalan aja Pak, kebetulan ini adik saya belum pernah ke Jakarta, soalnya sibuk terus di tempat kerjanya, biar sekali-kali liburan lihat Ibu Kota,hihi.." Sahut Ita.
"Ehh iya betul itu Pak, adik saya ini kalau sudah fokus kerja nggak mau di ajak kemana pun.." Imbuh Yuda beralasan.
"Waahh luar biasa sekali keluarga kalian.." Ucap Pak supir.
Yuda, Ita, dan Della hanya bisa nyengir mendengar ucapan Pak supir.
--
Gedung hotel yang terletak di tengah-tengah Ibu kota ini sudah termasuk hotel bintang 5.
Hotel dengan nuansa modern dan fasilitas yang tentunya sangat mewah.
Della tertegun melihat apa yang ada di depannya, tidak menyangka ia akan menginap di sebuah hotel mewah.
"Dell, Della.." Panggil Ita.
Della masih terdiam.
"Della.." Ita menepuk lengan Della.
"Ehh eeee iya Bu iyaa.." Jawab Della gelagapan.
"Malah melamun, awas ada gagak masuk.." Canda Ita.
"Nggak sekalian komodo Bu.." Sahut Della.
"Boleh juga Dell, haha.." Jawab Ita sambil melangkah masuk.
__ADS_1
Della mengikuti langkah mereka.
"Kamar kamu sebelah sini ya.." Ucap Ita memberitahu.
"Ibu dimana?" Tanya Della.
"Saya pulang.." Jawab Ita spontan dan langsung pura-pura hendak meninggalkan Della.
Della langsung meraih tangan Ita.
"Loh loh Bu, ya saya jangan di tinggal dong Bu, saya harus gimana.." Della memohon.
"Hahaha, masih mau aja di kerjain, ya ini sebelahnya kamar saya sama suami Dell.." Sahut Ita sambil mengusap rambut Della.
Della nampak bernafas lega.
"Heuuhh, kirain beneran di tinggal Bu, Bu.." Gumam Della.
Yuda hanya bisa geleng-geleng melihat sikap istrinya yang sedang iseng.
"Ya sudah kamu istirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa bisa telepon.." Ujar Ita.
"Oke Bu, siaaapp.."
--
Beberapa hari kemudian.
Di ruang kerja Sarah, ia memikirkan kenapa belum ada tanda-tanda dari Della.
''Anak ini berani-beraninya ngulur waktu, sudah berani belum memberi kabar yang menggembirakan..'' Gumam Sarah.
''Apa dia nggak takut sama ancaman yang aku berikan, sudah berapa hari tidak ada tanda-tanda..'' Imbuhnya.
Tok tok tok
Sarah yang yang sedang merenung langsung mendongakkan kepala menatap pintu.
''Permisi, ada seseorang mencari Non..'' Ucap karyawannya.
"Siapa?'' Tanya Sarah menatap karyawannya.
''Dari kepolisian..'' Jawab karyawan tersebut sambil menunduk.
Sarah langsung terkejut.
"Kepolisian? Ada apa? Mau ngapain mereka?'' Tanya Sarah dengan amarah.
''Saya juga tidak paham Bu..'' Jawab karyawannya.
''Ya sudah bilang sama dia, sebentar saya turun..'' Ucap Sarah.
''Baik Non..'' Jawab karyawannya lalu meninggalkan ruangan bosnya.
Di lantai bawah.
''Silakan duduk Pak, Nona Sarah sedang menyelesaikan pekerjaannya sebentar..'' Ucap karyawan Sarah ramah.
Kedua polisi itu menuruti ucapan sang karyawan.
Tak lama kemudian, Sarah muncul dari lantai 2.
''Ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Sarah dengan angkuh.
Kedua polisi tersebut langsung beranjak dari tempat duduk.
''Permisi Ibu Sarah, maaf mengganggu kesibukan anda..'' Ucap salah satunya ramah.
__ADS_1
''Langsung saja ada apa?''
''Kedatangan kami kesini untuk memberikan surat pemanggilan kepada anda atas laporan dari Nona Della Christiani..'' Jelas sang polisi.
Sarah langsung menatap tajam polisi tersebut dan merebut map yang masih di pegang oleh polisi.
Sarah langsung memahami dengan seksama isi dari surat pemanggilan tersebut.
''Kurang ajar!!! Berani-beraninya dia laporin aku..'' Umpat Sarah geram.
Ia langsung membanting map tersebut di atas meja.
''SAYA MERASA TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN SEPERTI YANG ADA DI SURAT INI!! JANGAN GANGGU SAYA!!'' Bentak Sarah lalu hendak meninggalkan kedua polisi tersebut.
''Maaf Bu, jika anda merasa tidak salah, anda jangan menghindar..'' Cegahnya.
''SUDAH SAYA KATAKAN, SAYA TIDAK MELAKUKAN SEPERTI YANG DI TUDUHKAN!! SILAKAN ANDA URUS SENDIRI PEREMPUAN ITU!!'' Bentak Sarah lagi.
''Maaf Bu, jika dengan sikap baik-baik anda tidak bisa, terpaksa kami gunakan dengan cara kami..'' Ucap salah satu polisi.
Kedua polisi langsung mengejar Sarah yang hendak melarikan diri, akan tetapi jelas kekuatannya tetap kalah dengan para polisi yang dengan sigap menangkapnya dan terpaksa menghadiahi tangannya dengan borgol.
Kepanikan terjadi di butik Sarah, karyawan dan pengunjung butiknya merasa takut.
Para pengunjung bertanya ada apa kepada karyawan Sarah, dan mereka hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti.
''Maaf kami telah membuat kegaduhan disini, silakan lanjutkan aktivitas anda semua, terimakasih, permisi..'' Ucap polisi itu.
Mereka hanya mengangguk dan terdiam.
''LEPASKAN SAYA!! LEPASKAAANNN!!!'' Teriak Sarah di dalam mobil sambil terus berusaha melepaskan borgol yang mengunci kedua tangan putihnya.
''DIAM!!'' Akhirnya sang polisi tersebut langsung balik membentak Sarah yang sedari tadi tidak bisa diam.
Sarah langsung kaget mendengar bentakan Polisi.
''HIIHHH, KALIAN SEMUA JAHAT!! KALIAN SEMUA MENYEBALKAN!!! AARRRGGGHHH!!!''
Sarah keluar dari mobil dengan di tuntun oleh polisi, rambutnya sudah acak-acakan dan pergelangan tangannya sedikit memerah karena ia terus berusaha untuk melepaskan dari kaitan borgol.
''KAMU!!'' Sarah sudah tidak bisa mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
''Selamat siang Nona Sarah, senang bertemu kembali dengan anda wanita cantik..'' Ucap Ita yang mendampingi Della.
Della masih merasa takut jika berjumpa dengan Sarah.
''Semoga anda betah ya Nona di dalam tahanan..'' Lanjut Ita dengan senyuman menyeringai.
''TUNGGU PEMBALASAN SAYA UNTUK KALIAN WANITA NGGAK TAU DIRI!! SAYA AKAN MEMBALAS SEMUA PERBUATAN KALIAN!!'' Teriak Sarah.
''Silakan anda bangun Nona, hal ini merupakan pembalasan kami untuk anda..'' Ujar Ita santai.
Sarah berontak akan menghajar Ita, tapi, dengan sigap polisi yang menjaganya langsung mencegah.
''Silakan Pak di lanjutkan..'' Ucap Ita.
Ita langsung pergi meninggalkan Sarah yang terus berteriak.
-----
Maaf ya Kakak-kakak kalau ceritanya masih banyak kekurangan dan kesalahan🙏
Terimakasih banyak kepada semua yang sudah setia mampir dan memberi support untuk Author🙏
Follow IG @tulisan_sitimay
Ohya, kuota Author terakhir hari ini😅
__ADS_1
Mungkin besok baru ngisi lagi, maaf ya jika komentarnya belum di balas dan belum mampir balik ke cerita kalian😍🙏
Salam semangat untuk kita semua💪