
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE- FAVORIT - FOLLOW
-----
''TUNGGU..''
Sarah berlari kecil untuk menghampiri Yuda.
''Tunggu Sayang, tunggu..'' Ucapnya langsung berdiri di depan Yuda, nafasnya masih tersengal-sengal.
Sarah meraih tangan Yuda, namun, Yuda langsung menghempaskannya.
''Sayang, kamu kenapa sih?'' Tanya Sarah manja.
''Maaf, jangan panggil saya dengan sebutan itu..'' Jawab Yuda tanpa memandang Sarah.
''Sayang, aku minta maaf.. Emm itu teman aku, ya teman, maafin aku yaa..'' Ucap Sarah terus berusaha.
''Maaf sekali lagi, kita sudah sadar perbuatan kita selama ini salah. Saya mohon maaf telah membuat anda pernah hadir di kehidupan saya.
Sekarang, mari kita jalani hidup yang lebih baik dengan jalan yang baik.
Saya menyadari kebahagiaan saya ada di keluarga saya, saya tidak mau membuat mereka bersedih lagi karena ulah saya.
Biarkan saya menata hidup saya kembali bersama keluarga saya, dan anda semoga berbahagia dengan pasangan anda..'' Jelas Yuda lalu hendak meninggalkan Sarah.
Namun, tiba-tiba ingatannya tentang Kakaknya Sarah hadir lagi, dan Yuda langsung berbalik arah kembali mendekati Sarah.
''Dan satu lagi, sampaikan kepada Kakakmu, jangan pernah lagi berusaha untuk mengambil bisnis saya, termasuk dengan cara liciknya mengenalkan saya dengan anda waktu itu, dulu saya masih bisa terpengaruh, TAPI, TIDAK UNTUK SEKARANG DAN SELAMANYA!!'' Lanjutnya.
''Terimakasih, permisi..'' Ucap Yuda langsung meninggalkan Sarah yang diam mematung.
Sarah memandangi kepergian Yuda dengan ekspresi wajah yang geram.
''Kurang ajar kamu Yuda, lihat saja apa yang bakal kalian terima..'' Gumam Sarah emosi.
''TUNGGU KEJUTAN DARIKU!!'' Ucap Sarah berteriak.
Yuda segera menghidupkan mesin mobilnya, saat di depan Sarah, Yuda membuka setengah kaca mobilnya.
''Jangan pernah ganggu keluarga saya, jika kamu berani mengganggu, kamu akan terima akibatnya..'' Ucap Yuda lalu menutup kembali.
Yuda langsung menambah kecepatan setelah keluar dari pintu gerbang.
''Arrgghh sial.. Lihat aja kamu!!" Umpat Sarah.
Sarah langsung mengambil ponselnya di dalam tas untuk menghubungi seseorang.
''Ya hallo, saya punya tugas lagi buat kamu! Jangan sampai gagal, kalau sampai gagal kamu tau kan apa akibatnya??'' Ucap Sarah lalu menyeringai licik.
''Baik Nona, baik.. Akan saya lakukan semua perintah anda..'' Jawab seseorang itu, siapa lagi kalau bukan Della.
''Bagus.."
Sarah menjelaskan tentang semua tugas yang akan ia berikan untuk Della.
"Kamu ingat, jangan sampai gagal. Jika gagal, kamu dan keluargamu akan menanggung beban yang sangat mempermalukan kalian. Ibumu itu bisa mati seketika.." Ancam Sarah.
__ADS_1
Della mendengar ucapan Sarah sangat merasa takut, akan tetapi ia mengingat pesan-pesan dari atasannya bahwa ia harus jujur.
...Jujur akan membawa perlindungan yang abadi....
"Baik Nona.." Jawab Della dengan suara terisak.
Sarah langsung mematikan sambungan teleponnya, ia mendengar suara Della yang terisak menahan tangis.
Hal itu membuatnya percaya bahwa Della akan menuruti semua perintahnya.
"Kamu pasti akan kembali ke aku, dan setelah semua kekayaanmu beralih ke aku, maka aku yang akan meninggalkanmu menjadi seorang gembel bersama istri dan anak-anakmu ya pada sok manja itu.." Gumam Sarah percaya diri.
Sarah pergi meninggalkan kampus tersebut dengan mengendarai mobilnya menuju butik miliknya.
Sementara itu, setelah pergi meninggalkan Sarah, Yuda langsung mempercepat lajunya menuju rumah, karena ia harus buru-buru untuk pulang.
''San, saya shalat dzuhur sebentar terus antar saya ke Bandara..'' Ucap Yuda.
''Baik Bang..'' Jawab Ikhsan langsung bergegas untuk shalat juga.
Yuda sengaja berangkat ke Bandara lebih awal karena was-was ada pengintaian untuk dirinya.
Sebelum-sebelumnya, Yuda selalu ke Bandara dengan waktu yang mepet.
''San, tolong ya kalau tiba-tiba ada yang tanya siapa pemilik rumah, bilang aja punyamu. Jangan pernah nyebut nama saya, kalau pun ada yang nanya tentang saya bilang tidak kenal..'' Ucap Yuda saat mereka di perjalanan.
''Baik Bang, tapi, mohon maaf, apa boleh saya tau alasannya apa?''Tanya Ikhsan hati-hati.
''Ya pokoknya saya sedang ada permasalahan dengan seseorang, saya harap kamu bisa menjaga kepercayaan yang sudah saya berikan ke kamu..'' Jawab Yuda.
''Terimakasih..'' Ucap Yuda.
''Ikhsan mengangguk dan terus fokus dengan kemudinya.
--
Malam hari setelah Yuda sudah di rumahnya, ia ingin membicarakan sesuatu dengan sang istri.
''Bun..'' Panggil Yuda.
Mereka sudah berbaring untuk tidur, tapi, Yuda masih belum mengantuk.
''Hmm..'' Jawab Ita, lalu berbalik menghadap suaminya, karena ia sedang memeluk Arisa yang selalu tidur bersama kedua orang tuanya.
''Kemarin si Yuni telpon, katanya ada yang suka sama dia..'' Ucapnya.
''Terus respon Ayah apa? Ayah nggak marah-marah kan sama Uni?'' Tanya Ita khawatir.
''Nggak Bun, Ayah nggak marah..'' Jawab Yuda.
Ita langsung merasa lega.
''Ayah tu kayak belum rela aja, tapi, pas Ayah tanya kamu suka sama laki-laki itu? Ehh dengan santainya tu anak bilang Aku normal loh Mas..'' Ucap Yuda menceritakan kembali komunikasinya dengan sang adik.
''Haha..'' Ita langsung menutup mulut dengan tangannya karena spontan tertawa, ia membayangkan ekspresi Yuni ketika berbicara.
Yuda langsung membulatkan matanya saat mendengar sang istri tertawa.
__ADS_1
''Tapi, masuk akal juga loh Yah jawabannya, dia bukan anak kecil lagi.. Yang penting kita tetap harus merangkulnya agar tau batasan, Bunda yakin kalau Uni bukan gadis yang punya pergaulan bebas..'' Ucap Ita.
''Kalau emang serius itu laki-lakinya, kapan-kapan kita ajak ketemu aja Yah, biar Ayah juga bisa melihat langsung..'' Lanjut Ita.
''Ayah sudah bilang begitu Bun, kata Yuni nanti pas wisuda..'' Jawab Yuda.
''Ohhh, oke baguslah kalau gitu sekalian Ibu juga ketemu..'' Ucap Ita.
''Iya juga ya..'' Jawab Yuda lalu membayangkan jika adik bungsunya itu menikah.
Ia akan menjadi wali untuk pertama kali dalam hidupnya.
Hal yang masih terjadi di dalam bayanganannya, tapi Yuda sudah panik sendiri.
''Bun..'' Panggil Yuda.
''Bun..'' Panggil lagi.
Yuda menoleh ke arah istrinya.
''Haddeehh sudah lari-lari di mimpi ternyata, lagian ini Arisa nggak mau tidur sama Kakaknya, katanya mau punya adik..'' Bathin Yuda menggerutu.
Ia akhirnya memaksakan matanya agar segera bisa tidur.
--
Keesokan pagi yang seperti biasa sebelum Ita berangkat bekerja.
Ita berangkat bekerja dengan di antar sang suami yang sekalian mengantar anak-anaknya ke sekolah.
--
Ita sudah tiba di ruang kerjanya lebih awal.
Tok tok tok
''Iya masuk..'' Ucap Ita.
''Oo Della, silakan masuk Dell..'' Ucap Ita setelah melihat Della di balik pintu.
''Terimakasih Bu..'' Jawab Della.
''Ada kendala apa Dell? Tumben masih pagi sudah ke ruangan saya..'' Tanya Ita melihat ekspresi gelisah Della.
''Maaf Bu saya mengganggu waktu kesibukannya..'' Ucap Della.
''Sudah sudah jangan sungkan, masalah pribadi ya?'' Tanya Ita curiga.
Della mengangguk.
-----
Mohon maaf ya jika masih banyak kekurangan🙏
Terimakasih kepada sesama author dan para pembaca yang sudah support dengan mampir ke novel pertama ini🙏
Jangan lupa follow IG @tulisan_sitimay
__ADS_1