SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 41


__ADS_3

LIMA BULAN KEMUDIAN


''Ayah, kenapa sekarang pulangnya selalu hari Senin sih? Biasanya Minggu sore juga sudah pulang.." Tanya Ita saat mereka sedang di kamar.


Yuda langsung mengerutkan keningnya.. "Kenapa? Bunda nggak percaya lagi sama Ayah?'' Tanya Yuda kepancing emosi.


''Kok Ayah emosi? Kan Bunda cuma nanya..''


Yuda nampak gelagapan karena lupa mengontrol dirinya di depan sang istri.


''Bukannya emosi Bun, tiba-tiba Bunda nanya begitu ya Ayah kan jadi bingung..'' Yuda beralasan.


''Ya sudah Ayah tinggal jawab aja..'' Pinta Ita.


Yuda menghela nafas panjang.


''Bunda..'' Panggil Yuda.


''Iya..'' Jawab Ita bingung suaminya terlihat memasang ekspresi serius.


''Jika Ayah mau menikah lagi, apa Bunda kasih izin?'' Tanya Yuda penuh hati-hati.


"TIDAK AKAN PERNAH!!'' Ita langsung berdiri dari tempat duduknya.


Sekarang malah gantian Ita yang lupa mengontrol diri.


''SAMPAI MATI SAYA TIDAK AKAN PERNAH MAU BERBAGI SUAMI..'' Ungkap Ita di depan Yuda.


''Bun, tenang dulu.." Yuda memegang lengan Ita, namun Ita menghempaskannya dengan kasar.


"Astaghfirullah.." Ita menangkup wajah dengan kedua tangannya.


''Bunda..'' Panggil Ita lagi.


Ita segera menatap langit-langit kamarnya, ia berusaha supaya tidak menitikkan air mata di depan Yuda.


''Saya tahu seorang laki-laki itu di perbolehkan memiliki sampai 4 orang istri, saya tahu itu akan menjadi ladang pahala yang sangat besar, tapi, saya tidak menginginkan ini, saya tidak akan pernah ridho.." Ucap Ita tanpa menghadap sang suami.


''Buun..'' Panggil Yuda lagi.

__ADS_1


''Apa alasan Ayah menginginkan istri lagi? Apa yang kurang dari Bunda? Silakan sebutkan!" Ujar Ita.


"Bunda terlalu sibuk bekerja, jarang ada waktu untuk keluarga, bahkan sekarang tidak pernah memasak untuk Ayah lagi..'' Keluh Yuda.


Ita menunduk.


''Jadi karena itu?''


''Iya..'' Jawab Yuda singkat.


''Bukankah dulu Ayah sendiri yang mengizinkan Bunda untuk tetap bekerja selagi setiap hari bisa pulang? Soal memasak? Bukankah Ayah sendiri yang tidak mengizinkan Bunda untuk memasak?'' Ita mencoba mengingatkan


''Kalau pagi atau weekend, Bunda masih berusaha untuk membantu Mbak Desi kok, tanya saja jika Ayah tidak percaya..'' Imbuhnya.


Yuda nampak bingung mendengar jawaban Ita yang terus memojokkan dirinya.


''Ada yang lebih dari itu..''


Ita langsung menoleh ke arah Yuda.


''Apa?''


Pertanyaan Yuda yang membuat Ita langsung kaget.


''Maksud Ayah apa?''


''Nggak usah ngelak Bun, Ayah tau kok, waktu itu kalian pergi berdua..''


''Bunda aja punya laki-laki lebih satu, masa Ayah nggak boleh..'' Ucap Yuda melirik Ita dengan pandangan merendahkan.


Ita langsung menggebrak kasurnya, karena kebetulan ia sedang duduk di situ.


''Astaghfirullah.. Dapat informasi fitnah dari mana kamu?''


Tanya Ita dengan mata berkaca-kaca.


Yuda tersenyum menyunggingkan sudut bibirnya.


''Apa gajimu masih kurang? Atau nafkah dari Ayah masih kurang juga? Sampai mau-maunya jadi simpanan bosnya, LIHAT INI BUN!'' Yuda menunjukkan beberapa lembar foto Rio dan Ita.

__ADS_1


''Ya Allah..''


Ita sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, kali ini benar-benar mengalir deras.


Beberapa lembar foto yang Ita sendiri tidak tahu siapa yang memotret. Foto-foto ketika mereka sedang berjalanan beriringan saat hendak pergi ke lokasi produksi dan juga foto ketika Rio mau masuk ke ruangan Ita.


''Kamu tau kan Yah? Rio itu bosku, kalau pun Rio berkunjung kesini dan kami pergi bersama, itu pasti ke lokasi produksi, jika beliau ke ruangan saya tentu membahas pekerjaan, harusnya Ayah ingat ini, apa Ayah lupa kalau dulu pernah bekerja disana..'' Ita menjelaskan dengan suara terbata-bata.


''Pokoknya Ayah minta, Bunda berhenti bekerja..'' Ucap Yuda tanpa merespon penjelasan Ita.


Ita masih menangis sesenggukan, percakapan bersama suaminya bercampur bahasa formal karena ia terpancing emosi.


''Baik! Ini sebagai bukti bahwa Bunda tidak ada hubungan yang lebih selain antara bos dan karyawan dengan Rio..'' Jawab Ita mantap.


''Sampaikan sama pemberi foto itu, jika ada masalah sama Bunda silakan menghadap Bunda langsung, jangan sembarangan memfitnah..'' Lanjut Ita.


''Asal Ayah janji untuk setia sama Bunda dan juga anak-anak..'' Lanjutnya.


''Kita lihat saja, kalau Bunda setia ya Ayah ngikut..'' Jawab Yuda santai.


Ita diam saja, dia hanya benar-benar tidak menyangka dengan sikap suaminya yang semakin berubah.


"Silakan kamu fitnah aku, silakan kamu cari cara agar suamiku meninggalkanku. Tapi, sayangnya aku tidak akan menyerah, Sarah..


Aku yakin, apa yang sudah di tetapkan untukku, pasti akan tetap bersamaku sampai akhir hayatku.


Aku hanya ingin tidak tergesa-gesa menanggapi kegilaanmu dan juga masa puber kedua suamiku.. " Batin Ita.


-----


Terimakasih yang terus memberi support untuk author..


Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan kekurangan🙏


Jangan lupa like, komen, anda vote😍


IG @tulisan_sitimay


Terimakasiihh..

__ADS_1


__ADS_2