
FLASHBACK ON
Tidak seperti biasanya Yuda memilih penerbangan paling pagi jika hendak berangkat ke Jakarta, kecuali saat bepergian bersama keluarga.
Ntah apa yang akan di lakukan disana, yang jelas saat mendapat pertanyaan, ia menjawab agar memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat.
"Berangkat dulu yaa, Assalamu'alaikum..'' Pamitnya kepada keluarga.
''Wa'alaikumussalam, iya hati-hati..''
Ita sudah menyusun rencana, hari ini juga ia akan terbang ke Jakarta tanpa sepengetahuan sang suami.
Terpaksa ia harus berbohong kepada keluarga yang lain, ia beralasan ke Surabaya untuk urusan pekerjaannya.
Ita memilih jadwal penerbangan dengan maskapai lain, namun tidak jauh jadwalnya dengan jadwal keberangkatan Yuda.
''Bismillahirrahmanirrahiim.." Ucapnya saat pesawat hendak lepas landas.
(Btw, author jadi kangen naik pesawat..wkwkwk)
Sebelumnya, Ita sudah menghubungi seseorang yang merupakan orang kepercayaan Ridwan untuk membantu tujuan Ita.
Ita berdiri di depan pintu kedatangan hendak menghubungi kembali orang tersebut.
''Kak Ita.." Panggil seseorang sambil melambaikan tangannya.
Ita mencari sumber suara, lalu tersenyum setelah melihat siapa yang memanggilnya.
Seorang wanita cantik dan menurut infomasi, ia lebih muda dari Ita.
Wanita tersebut tak lain adalah sepupu dari Laras, istri Ridwan.
''Maaf Kak saya telat..'' Ujar wanita yang bernama Lidya.
''Nggak kok, saya juga baru keluar..'' Jawab Ita sopan.
''Syukurlah, tadi kejebak macet, biasalah, ayok Kak..'' Ajak Lidya menuju mobilnya.
Ita mengangguk lalu mengikuti langkah Lidya.
''Yang sabar ya Kak..'' Ucap Lidya memulai percakapan di dalam perjalanan.
''Terimakasih Lidya..'' Jawab Ita.
''Panggil saja Lili, Kak..'' Jawabnya ramah.
''Baik Lili, oh ya sejak kapan kamu tiba di Indonesia?'' Tanya Ita.
''Baru dua hari yang lalu Kak..'' Jawabnya.
Lidya merupakan seorang model yang menetap di Canada.
Ia merupakan teman baik Sarah saat menempuh pendidikan dulu.
Hal inilah yang membuat Laras menemukan ide ini, beruntungnya Lidya bersedia untuk membantu, walaupun belum pernah bertemu dengan Ita sebelumnya.
__ADS_1
Tetapi, sikap Ridwan dan Laras yang begitu baik padanya selama ini, ia tak meragukan semua penuturan yang di sampaikan oleh Laras.
''Maaf saya telah merepotkan waktu sibukmu Li..'' Ucap Ita tidak enak hati.
''Tidak perlu sungkan Kak, selagi saya mampu, maka saya tidak merasa keberatan..'' Jawabnya.
''Terimakasih banyak Lili..''
Lili mengangguk.
Mereka langsung menuju hotel yang tidak jauh dengan hotel tempat menginap Yuda.
''Istirahat dulu Kak, kami sudah membuat janji bertemu nanti malam..'' Ucap Lili.
''Baiklah..''
Lili sudah membuat janji sebelumnya untuk bertemu dengan Sarah.
Sarah menyetujui tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun, karena ia merasa Lili adalah teman baiknya yang lama tidak berjumpa, dan ia juga tak mengetahui jika Lili bersaudara dengan Laras.
Setelah maghrib, Ita dan Lili bersiap-siap untuk pergi ke tempat tujuan.
''Ayok Kak..'' Ajak Lili.
Ita dan Lili keluar dari hotel, tak butuh waktu lama, karena restoran yang di tuju tidaklah jauh.
Ita memilih tempat di sudut, sedangkan Lili menunggu di tempat yang sudah ia pesan sebelumnya.
Beberapa menit kemudian, datanglah seseorang yang di tunggu.
Ita menyaksikan kedatangan mereka dengan perasaan sakit, ingin sekali ia menangis dan marah saat itu juga, tapi, ia masih bisa bersabar.
''My darling, Lili..'' Ucap Sarah memeluk Lili erat.
''Sarah, akhirnya kita ketemu lagi..'' Lili juga sangat merindukan teman baiknya itu, akan tetapi, dia harus ingat tujuan lainnya.
''Ini??'' Tanya Lili melirik Yuda.
''Iyaa..'' Jawab Sarah sumringah.
Sebelumnya, Lili memang menghubungi Sarah agar datang bersama kekasihnya, yang tentu saja itu perintah dari Laras.
''Hai, saya Lili, temannya Sarah..'' Sapa Lili.
''Yuda..'' Jawab Yuda singkat.
Lili dan Sarah mengobrol santai, menceritakan masa-masa dulu.
''Jadi, kalian akan segera menikah? Kapan?'' Tanya Lili memancing.
Terlihat Yuda dan Sarah langsung saling pandang.
''Do'akan saja..'' Jawab Yuda.
''Secepatnya..'' Sahut Sarah sumringah.
__ADS_1
Lili hanya mengangguk.
Sementara Ita menitikkan air mata, membayangkan kemungkinan buruk dalam hidupnya.
"Beri hamba kekuatan, Ya Allah.."
Setelah selesai dengan obrolannya, Sarah dan Yuda memilih pamit.
"Lain kali kalau pulang itu yang lama dong, biar kita bisa liburan bareng, iya kan sayang?" Ucap Sarah meminta persetujuan Yuda.
"Iya sayang.."
"Lain kali deh, mendadak kemarin.." Jawab Lili asal.
"Ya sudah kami duluan ya.." Pamit Sarah.
Setelah memastikan Yuda dan Sarah pergi, Lili langsung menghampiri Ita.
"Kak.." Panggilnya.
Ita langsung segera mengusap air matanya.
"Eh Lili.."
Mereka langsung menuju mobil Lili.
"Setidaknya bukti yang Kakak punya semakin kuat jika Kak Yuda nanti mengelak atau terjadi sesuatu hal.."
"Maaf Kak, aku cuma bisa membantu sampai disini.." Ucap Lili.
"Terimakasih banyak Lili, ini sangat membantu.." Jawab Ita.
Mereka kembali di hotel, karena besok pagi Ita akan pulang.
Ke esokan paginya.
"Sekali lagi terimakasih banyak Lili, sampaikan salam untuk Kak Ridwan dan Kak Laras, untuk keluargamu juga, maaf tidak sempat mampir.." Ucap Ita saat tiba di Bandara.
"Baik Kak, tidak masalah, aku berjanji akan mengunjungimu.." Ucap Lili.
"Saya tunggu.." Jawab Ita, lalu memeluk Lili.
Ita memasuki pintu keberangkatan, ia berjalan antri dengan penumpang lainnya.
FLASHBACK OFF
Support terus author dengan memberikan like, komentar dan vote.
Monggo beri author saran dan kritik agar lebih baik lagi..
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan keterlambatan update🙏
IG @tulisan_sitimay
__ADS_1
Terimakasiihh..