
Pagi pertama setelah kembali dari Jakarta.
Tentu saja mereka melakukan rutinitas seperti biasanya.
Setelah mengantar anak-anaknya berangkat ke sekolah, Yuda lanjut mengantar sang istri ke tempat kerjanya.
"Maaf ya Mas, harus merepotkan kamu terus, nggak tau kenapa akhir-akhir ini bawaannya takut terus kalau nyetir sendiri..''
Ucap Ita.
''Iya nggak papa, kayak sama siapa aja..'' Jawab Yuda tersenyum.
Ita membalas dengan senyuman.
--
''Hati-hati Mas..'' Pesan Ita setelah turun dari mobil.
''Iya..'' Jawab Yuda lalu pergi.
--
Yuda memasuki ruang kerjanya, lalu menyandarkan tubuh di kursinya.
''Ita manja banget sekarang, heran..'' Gumamnya.
Yuda merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi seseorang.
''Hallo sayang..''
"Iya sayang, kok baru ada kabar sih..?"
Ucapnya manja.
"Iya sayang maaf banget ya.." Jawab Yuda.
"Iya deh aku maafin, tapi, minggu depan janji ya kita ketemu.." Katanya.
"Iya sayang janji.."
__ADS_1
"Nanti di sambung lagi ya sayang, ada yang ngetuk pintu.." Kata Yuda.
Mereka mengobrol sebentar karena pintu ruangan Yuda terdengar ada yang mengetuk.
"Ya masuk.." Jawab Yuda.
Sementara itu, Sarah yang baru saja di hubungi oleh Yuda langsung menyusun rencana untuk di eksekusi nanti pada saat yang tepat baginya.
"Aku harus menyusunnya dengan matang, nggak boleh gagal.." Ucap Sarah menyeringai licik.
"Oh ya, laki-laki itu.." Lanjutnya.
"Ahh itu urusan nanti aja, yang penting sekarang rencana awalku harus berhasil.." Gumamnya lagi.
Ia menatap tajam ke arah depan dan tersenyum licik.
"Hey Masita, mari kita berperang dengan halus, lihat nanti, siapa yang akan mundur dengan sendirinya.."
"Kamu dan anak-anak kecilmu itu akan pergi dari hidupku, haha.."
(Author jadi esmosi deehhhh😏😏😏)
Rio yang sedang sibuk di meja kerjanya, tiba-tiba teringat akan seseorang dan menjadi tidak fokus pada pekerjaannya.
Ia ketuk-ketuk pena yang ada di tangannya sembari terus memikirkan seseorang tersebut.
Ya, tentu saja seseorang tersebut adalah Ita.
"Apa Ita sudah melakukan sesuatu hal ya.." Tanyanya pada diri sendiri.
"Lebih baik aku menanyakan langsung.." Gumamnya lalu meraih ponsel yang ada di mejanya.
"Tapi.." Ucapnya ragu.
"Tidak, tidak.. Lebih baik aku tanyakan padanya nanti ketika aku pulang kesana, jika aku menghubunginya sekarang, iya kalau dia sedang sendiri, kalau sedang bersama Yuda, waahh gawat, nanti malah Ita yang di tuduh macam-macam.." Gumamnya lagi.
__ADS_1
Rio mengecek kalender di mejanya.
Karena setiap bulan Rio selalu rutin pulang ke daerah asalnya untuk mengunjungi orang tuanya.
"Sekitar 10 hari lagi, tidak lama.." Gumamnya.
Rio meraih kembali ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Iya hallo.." Ucapnya.
"Selamat siang, Pak Rio, ada yang bisa saya bantu.." Jawab seseorang di sambungan telepon.
"Selamat siang, iya saya membutuhkan bantuan kamu.." Ucap Rio langsung.
Rio langsung menjelaskan maksud menghubungi seseorang tersebut.
Di sana seseorang tersebut mendengarkan penjelasan dengan seksama sambil terus mengangguk paham, walaupun Rio tidak melihat ia mengangguk.
"Baik Pak, dengan segera perintah anda akan saya laksanakan.." Jawabnya.
"Terimakasih, saya percayakan sama kamu.." Ucap Rio lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Kenapa kamu bod*h sekali Yuda.. Hidupmu sudah lengkap, kamu punya istri yang cantik, baik, kamu punya anak-anak yang lucu-lucu, punya mertua yang menyayangi dan menerima semua latar belakangmu, istrimu selalu ada di balik kesuksesanmu, dari kamu belum menjadi apa-apa.
Hanya karena pergaulanmu dengan bos-bos itu, otakmu jadi teracuni untuk kesenangan sesaat.." Batinnya.
Rio kembali mencoba untuk mengembalikan fokus pada pekerjaannya setelah buyar karena memikirkan Ita.
Terimakasih yang sudah membaca..
Terimakasih atas supportnya dengan memberikan author like dan komentarnya🙏
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan, monggo berikan kritik dan saran agar author bisa memperbaiki..
IG : @tulisan_sitimay
Terimakasiih..
__ADS_1