
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
Setelah pergi dari apartemen Sarah, Yuda langsung kembali menuju ke kediaman barunya untuk beristirahat sejenak, karena malam harinya ia akan menemui Ridwan lagi.
Yuda langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2.
Ia merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di kamarnya itu, Yuda memejamkan mata dan terus memijat-mijat pelipisnya.
''Kadang untuk menyadarkan manusia yang sudah memiliki hati yang keras bagaikan batu, Allah harus memberikan musibah untuk menegur manusia agar manusia tersebut bisa sadar, sadar akan semua kekeliruan yang ia lakukan.."
''Bersyukurlah jika mereka yang kamu sakiti masih bisa memaafkanmu dan masih mau memberimu kesempatan..''
Yuda terus berbicara dalam batinnya.
''Aku bukan hanya mengecewakan istriku, tapi, juga mengecewakan seluruh keluargaku, anak-anakku yang seharusnya bisa menjadikanku panutan, sedangkan aku??
Ayah macam apa ini..''
Dalam memejamkan matanya, Yuda tak menyadari sampai menitikkan air mata.
''Papa, Bapak.. Maafkan saya, karena saya sudah terlanjur menjadi manusia bod*h, saya tidak bisa menjaga amanah kalian, saya tidak bisa menjadi laki-laki yang setia seperti kalian, maafkan saya.. maafkan saya.."
Yuda menunduk lalu menangkup wajah dengan kedua tangannya, karena ia sudah menyadari bahwa ada air mata yang menetes.
Di dalam lamunan Yuda, ia teringat belum menghubungi keluarganya.
Yuda langsung mengambil ponsel yang ada di saku celananya.
''Assalamu'alaikum Ayah..'' Suara di seberang sana, yang menerima telpon adalah si bungsu Arisa.
''Wa'alaikumussalam anak manisnya Ayah, lagi pada ngapain?'' Tanya Yuda.
''Lagi makan kentang goreng, Kak Yuki sama Kak Yuta lagi belajar biar pinter katanya..'' Jawab Arisa polos sambil terus mengunyah.
''Kalau Bunda mana?'' Tanya Yuda lagi.
''Bunda lagi bantuin Mbak Desi masak..'' Jawab Arisa lalu lari memanggil Bundanya.
''BUNDAAAAAAAAAAAAAA....'' Teriak Arisa memenuhi seluruh ruangan.
''ARISAAAAAAA BERISIIIKKKK!!!!" Teriak Yuki karena terganggu dengan teriakan adiknya.
''Arisa ini kebiasaan nggak mau deketin dulu, apa-apa pake teriak..'' Gerutu Yuki.
Sedangkan Yuta diam saja sambil menutup telinga dengan kedua tangannya.
Arisa yang di protes malah tidak peduli, ia berlari menuju ke dapur untuk menemui sang Bunda.
''Bunda, Ayah telpon..'' Ucapnya sambil memberikan ponselnya.
Ita langsung menerima ponselnya.
''Assalamu'alaikum Yah..'' Ucap Ita dengan kondisi masih berkeringat.
''Wa'alaikumussalam bidadariku..'' Jawab Yuda sambil tersenyum.
Ita langsung melotot karena dia masih di dapur, ada Mbak Desi dan juga Mama.
Mereka akan membuat rendang, jadi semua turun tangan biar cepat selesai.
''Cie cieee..'' Goda Mbak Desi.
Mama cuma geleng-geleng.
__ADS_1
Ita langsung mencuci tangannya dan meninggalkan dapur.
''Ayah ini.. Bunda masih di dapur loh, ada Mama sama Mbak Desi..'' Lanjut Ita pas sudah di kamar.
''Nggak papa loh Bun..'' Jawab Yuda santai seperti tanpa dosa.
''Ihh Ayah ini, ada apa?'' Tanya Ita.
''Ayah love Bunda..'' Ucap Yuda.
Hahahahaha
Terdengar suara Ita langsung tertawa terbahak-bahak.
''Kok Bunda ketawa?'' Tanya Yuda.
''Ayah love Bunda kayak anak-anak ABG yah, haha..'' Jawab Ita masih menahan gelak tawanya.
''Jangan di sama-samain dong Bun..'' Protes Yuda.
''Ohya, tadi Ayah sudah ketemu sama Sarah, Ayah sudah menghapus foto sama video di hpnya..'' Ucap Yuda serius.
''Ohya? Alhamdulillah ya Yah.. Semoga Sarah tidak punya ancaman lain..'' Jawab Ita.
''Aamiin..''
''Yaudah ya Bun, Ayah mau mandi, Assalamu'alaikum.. I love you..'' Ucap Yuda mengakhiri sambungan teleponnya.
''Hahaha iyaa Wa'alaikumussalam, Love you too..'' Jawab Ita masih terus tertawa.
Balik ke Yuda.
Yuda langsung cepat-cepat membersihkan badan sebelum waktu shalat Ashar habis.
--
''San, pamit dulu ya ada urusan, nanti sekitar jam 11 pulangnya..'' Ucap Yuda kepada penunggu rumahnya yang bernama Ikhsan itu.
''Baik Bang..'' Jawab Ikhsan.
''Ini buat beli makan ya..'' Ucap Yuda sambil memberikan 2 lembar uang warna merah.
''Yang kemarin belum habis Bang..'' Jawab Ikhsan jujur.
''Nggak papa, di tabung..'' Ucap Yuda sambil berlalu.
''Makasih Bang..'' Jawab Ikhsan dengan setengah berteriak karena Yuda sudah berada di depan.
#Sedikit cerita tentang Ikhsan yaa..#
Ikhsan adalah pemuda 24 tahun, merupakan putra dari penjual gado-gado yang tidak jauh dari kampusnya.
Pernah di suatu hari Yuda membeli disana karena sangat sepi pembeli dan Yuda merasa kasihan.
Karena sepi itu, Yuda bisa bertanya-bertanya tentang penjual gado-gado tersebut.
Yuda sangat prihatin dengan keadaan mereka.
Hingga akhirnya Yuda mencari tau latar belakang dari keluarga Ikhsan, dia memang anak yang jujur dan cekatan.
Sampai pada akhirnya Yuda membeli rumah dan memberi kepercayaan kepada Ikhsan agar menempati rumah itu.
Ikhsan dulu bekerja menjadi driver di salah satu perusahaan, akan tetapi karena kecelakaan yang pernah menimpanya dan harus menunggu waktu lama untuk pemulihan, perusahaan memilih untuk mencari pengganti.
Dari situ, Ikhsan yang masih menunggu benar-benar pulih, ia menggunakan waktunya untuk membantu orangtuanya berjualan gado-gado setiap hari.
__ADS_1
Bukan hanya membantu Ikhsan dengan memperkerjakannya, Yuda juga sudah membantu orangtua Ikhsan untuk memiliki tempat tinggal dan tempat berjualan yang lebih nyaman.
#Sekian cerita tentang Ikhsan😁#
Rio menuju ke kediaman Ridwan dengan perasaan cemas.
Ting tung
''Assalamu'alaikum..'' Ucap Yuda.
Ting tung
''Wa'alaikumussala-lam.. Yuda..'' Jawab Laras yang terkejut saat membuka pintu dan melihat kedatangan Yuda.
''Kak..'' Ucap Yuda.
''Masuk Yud..'' Suruh Laras, ia masih terus mencoba untuk memberikan energy positif di pikirannya sendiri.
''Siapa Ma?'' Teriak dari dalam, terdengar jelas itu suara Ridwan.
Laras langsung menoleh ke sumber suara.
''Emm duduk dulu Yud, saya panggilkan Kak Ridwan dulu ya..'' Ucap Laras.
''Terimakasih Kak..'' Jawab Yuda lalu duduk.
Laras langsung bergegas menemui suaminya yang masih menonton televisi di ruang keluarga.
''Yuda datang Ma..'' Ucap Laras.
''Hah! Ngapain lagi dia kesini..'' Tanya Ridwan malas.
Laras mengangkat kedua bahunya.
''Ya udahlah Pa ayok temuin aja dulu, siapa tau ada hal penting banget..'' Ucap Laras.
Dengan langkah yang malas, Ridwan menemui Yuda, sedangkan Laras membuatkan minum, karena melihat ARTnya sedang menyetrika.
''Yud.. Dari mana?'' Tanya Ridwan basa basi.
''Dari rumah aja Kak..'' Jawab Yuda.
''Rumah??'' Tanya Ridwan terkejut.
''Iya Kak, aku beli rumah disini, belum lama kok, Ita juga belum tau, rencananya mau buat kejutan nanti..'' Jelas Yuda.
Ridwan hampir saja terpancing emosi, tapi, karena mendengar adik iparnya memiliki rencana untuk memberi kejutan kepada adiknya jadi emosinya langsung surut.
''Ohh, dimana?'' Tanya Ridwan.
''Di XXX Kak, disana ada yang nunggu, namanya Ikhsan. Silakan mampir kapan aja bisa..'' Ucap Yuda.
''InSyaa Allah..'' Ucap Ridwan.
''Tadi kalau nggak salah denger kamu beli rumah ya Yud?'' Tanya Laras yang baru saja datang sambil membawa minuman dan kue kering.
''Iya Kak Alhamdulillah..'' Jawab Yuda.
-----
Terimakasih banyak yang sudah mampir dan memberi support untuk karya pertama author ini🙏
Jangan lupa ya Kakak-kakak LIKE nyaa👍👍👍
Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar biar author tau jika kalian sudah mampir😁
__ADS_1
Yuk follow IG author @tulisan_sitimay