
FLASHBACK ON
Laras dan Ridwan terus berfikir keras agar mendapatkan bukti yang semakin kuat.
''Pa, aku ada ide..'' Ucap Laras tiba-tiba yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya.
''Apa?''
''Lili..'' Jawab Laras sumringah.
''Lili??'' Ridwan mengerutkan dahinya.
''Iya Lili, Pa, dia itu kan temannya Sarah dulu, mereka itu teman baik..'' Ucap Laras semangat.
Ridwan nampak berfikir dengan ide istrinya.
''Mama yakin Lili mau?'' Tanya Ridwan ragu.
''Yakin!" Jawab Laras mantap.
''Oke, Mama mau nelpon Lili sekarang..'' Ucap Laras langsung meraih ponsel yang ada di mejanya.
Ridwan mengikuti saja apa ide istrinya, karena dia sendiri tidak enak jika harus melibatkan orang lain lagi.
Sementara itu, Laras menunggu panggilannya tersambung dengan Lili.
''Hallo Kak..'' Sapa Lili.
Lili dan Laras mengobrol santai terlebih dahulu, sampai akhirnya Laras mengatakan maksudnya.
''Lili usahakan Kak..'' Jawab Lili setelah mendengar semuanya dari Laras.
''Terimakasih banyak, Lili..'' Laras mengakhiri sambungannya.
--
Yuda kembali berangkat ke Jakarta karena pendidikan dan juga janjinya dengan Sarah.
__ADS_1
''Sayang.." Panggil Sarah manja.
''Iya..''
''Nanti malam temani aku ya..'' Pinta Sarah dengan suara manjanya.
''Kemana Sayang?'' Tanya Yuda.
''Itu teman aku baru datang dari Canada, kita sudah lama banget nggak ketemu, ngeledekin terus karna aku jomblo. Ya sudah aku bilang aja kalau aku sudah punya calon suami dan aku bilang ke dia kalau kita akan datang bersama nanti malam..'' Jelas Sarah mengerucutkan bibirnya.
''Harus gitu kah Sayang?'' Tanya Yuda yang sebenarnya masih belum siap.
''Iya dong Sayang, kan kamu emang calon suami aku, mau kan temani aku nanti malam??'' Sarah bergelayut manja.
''Iya iya calon istriku, apa sih yang nggak buat kamu..'' Ujar Yuda mengusap rambut Sarah.
(Author POV : HOEEEEKKKKKK😏😏)
--
Tanpa menaruh curiga sedikit pun karena Sarah dan Lili memang berteman baik, Yuda dan Sarah tidak menyadari jika ada sepasang mata yang mengawasi mereka.
--
Seusai pertemuannya dengan Lili, Sarah dan Yuda kembali ke hotel.
''Sayang, aku nggak mau loh lama-lama tanpa kepastian, kamu harus cepat membuat keputusan..'' Ucap Sarah.
''Sabar ya Sayang, kan nggak bisa buru-buru buat ambil keputusan ini..'' Jawab Yuda.
''Halah, bilang aja kamu nggak mau pisah sama istrimu itu..'' Ujar Sarah.
''Kamu jangan bilang gitu dong.. Sabar dulu, karna yang aku hadapi itu kan bukan cuma satu orang, Sayang..''
''Kamu ngerti kan??'' Ucap Yuda memberi penjelasan.
''Iya iya aku ngerti, tapi, kamu bener-bener janji ya..'' Ucap Sarah lagi.
__ADS_1
Yuda memegang kedua pundak Sarah.
''Janji..'' Ucapnya.
''Makasih..'' Jawab Sarah dengan mengeluarkan senyuman terbaiknya.
Yuda mengangguk.
''Tunggu saja Ita, tunggu orang-orang suruhanku itu bergerak dan akan membuat Yuda membencimu selamanya, lalu meninggalkanmu dan juga anak-anakmu itu..'' Batin Sarah dengan tersenyum licik.
--
Setelah kembali pada aktivitasnya, tiba-tiba Sarah teringat untuk menghubungi seseorang.
''Ahh iya, harus di ingatkan lagi supaya tidak lupa itu orang..'' Gumamnya.
''Iya hallo..'' Jawab seseorang di seberang sana.
''Jangan sampai lupa awasi kemana dia pergi, buat keadaan seakan mereka sedang bermesraan, syukur-syukur kalau mereka bermesraan sungguhan, jadi lebih gampang..'' Jelas Sarah dengan menekan suaranya.
''Siap Nona..'' Jawab seseorang tersebut.
Hahahaha
''Siap-siap Ita..'' Gumam Sarah dengan seny menyungging licik.
FLASHBACK OFF
-----
Jangan lupa support author dengan memberikan like, komentar, dan vote.
Mohon maaf jika masih banyakan kesalahan, monggo berikan author saran dan kritik agar lebih baik lagi🙏
IG @tulisan_sitimay
Terimakasiihh
__ADS_1