
Selamat membaca yaa..
Flashback saat Rio di Surabaya
"Iya Pa, pertemuan dengan Bapak Haris Sanjaya dari Solo akan di tunda Sabtu malam di hotel X, karena beliau baru mendapat musibah anaknya meninggal dunia dua hari yang lalu.." Jawab Rio saat menerima telepon dari Ayahnya.
"Sampaikan salam Papa untuk Pak Haris ya Kak, maaf Papa tidak bisa hadir di pertemuan ini dan sampaikan salam duka Papa ya.." Ucap Papa terkejut.
"Baik Pa, nanti Rio akan sampaikan salam dari Papa, Papa jaga kesehatan yaa.." Ucap Rio lalu mematikan sambungan teleponnya.
Malam Minggu.
Rio sudah bersiap-siap untuk pertemuannya dengan Bapak Haris Sanjaya dari Solo, sesama pebisnis furniture yang merupakan teman dari Ayahnya.
Sengaja ia akan tiba lebih awal karena tidak ingin membuat tamu menunggu dan tentunya tidak ingin mengecewakan amanah dari Ayahnya.
Rio tiba di hotel tempat ia melakukan pertemuan dengan Bapak Haris, namun saat ia sedang di depan resepsionis, kedua matanya langsung membulat sempurna saat melihat 2 orang sedang bergandengan.
Tanpa pikir panjang, Rio langsung merogoh saku dan mengambil hp untuk memotretnya secara cepat agar tidak ketahuan.
"Yuda!!!! Gumam Rio geram sambil mengepalkan tangannya.
"YUDA!!!!!'' Panggil Rio dengan lantang dan berhasil membuat orang-orang yang ada disana langsung menengok ke sumber suara.
Yang di panggil celingukan mencari sumber suara dan langsung memasang ekspresi panik saat menemukan siapa yang memanggil namanya, namun dengan segera Yuda mengubah ekspresi panik menjadi tenang.
Sedangkan orang yang di sampingnya kebingungan menatap ekspresi Yuda.
''Ada apa ini? Dan orang itu siapa?'' Tanyanya dengan suara setengah berbisik.
''Sudah kamu diam saja..'' Jawab Yuda pelan.
Rio menatap Yuda penuh amarah, lalu ia berjalan mendekati Yuda.
''Apa kabar Bapak Yuda?'' Tanya Rio geram.
Yuda langsung menyeringai paham maksud Rio.
''Tidak usah basa basi, untuk apa kamu memanggil saya?'' Tanya Yuda santai.
__ADS_1
Rio sangat terkejut dengan sikap Yuda yang sangat jauh berubah, jauh dari kata sopan.
''Apa yang kamu lakukan disini?'' Tanya Rio
''Itu bukan urusanmu boss!!'' Jawab Yuda meremehkan.
Rio masih menahan emosi.
''Siapa dia??'' Tanya Rio lagi menunjuk seseorang yang bersama Yuda.
''Apa kamu tidak dengar hah?? Saya bilang ini bukan urusan kamu!!!'' Kata Yuda dengan penekanan.
Yuda memanggil security, namun Rio langsung mengarahkan tangan tanda jangan ada yang mendekati mereka.
''Ini akan menjadi urusan saya bos Yuda!!'' Jawab Rio geram.
Yuda tersenyum licik lalu hendak meninggalkan Rio, namun dengan sigap Rio langsung menahannya.
''Urusan kita belum selesai, jangan jadi pengecut!!'' Ucap Rio.
Yuda menepis tangan Rio yang masih menempel di pundaknya.
Rio langsung mengepalkan kedua tangannya, namun otaknya masih berfungsi dengan baik.
''Bapak Yuda yang terhormat, saya menjalankan bisnis di Surabaya, DI KOTA INI!, sedangkan anda berpamitan dengan istri, mertua dan anak-anak anda dengan tujuan melanjutkan pendidikan di Jakarta bukan??''
''Jadi, untuk apa anda sampai disini dengan menggandeng perempuan ini??!!'' Ucap Rio emosi.
''Ohhh rupanya kamu hafal sekali dengan keluarga saya, sepertinya saya pernah melihat anda..''
''Ohh ya ya saya baru ingat, kamu itu anak penerima harta warisan itu bukan?'' Ucap Yuda lagi yang membuat Rio semakin geram.
Ha ha ha ~ Yuda tertawa licik.
Rio masih berusaha menahan emosinya, karena dia tau Yuda pasti mengenalnya.
''Terserah apa katamu, sekarang cepat katakan apa tujuanmu kesini bersama dia?!!'' Tanya Rio pagi yang masih berusaha menahan emosinya.
''Ohhhh, rupanya kamu masih penasaran juga perjaka tua..'' Ucap Yuda merendahkan.
__ADS_1
Rio masih menahan emosinya.
''Gini aja ya bos, sekarang saya sudah punya banyak uang, bolehlah sekali-kali jajan di luar..'' Jawab Yuda santai.
Rio semakin emosi saat melihat ekspresi perempuan itu malah tersenyum.
Rio langsung melayangkan pukulan tepat di perut Yuda, Yuda yang dalam kondisi tidak siap hampir saja tersungkur.
Pemandangan ini membuat orang-orang yang berada di sana sangat ketakutan.
Seorang security hendak melerai, namun lagi-lagi di larang oleh Rio.
Emosi Rio sudah tidak tertahankan saat menyaksikan suami dari orang yang sangat di cintainya berkhianat.
Saat hendak melanjutkan pukulannya, tiba-tiba hp Rio berdering panggilan masuk.
''Kurang ajar, ingat urusan kita belum selesai..'' Ucap Rio lalu merogoh sakunya dan menerima panggilan telepon.
Saat Rio menerima telepon, Yuda langsung pergi bersama seseorang tersebut.
''Arrrgghhh brengsek, kurang ajar!!''
Umpat Rio penuh amarah.
Dengan segera ia merapikan penampilannya untuk menyambut Bapak Haris.
Flashback selesai
...-----...
Terimakasih yang selalu memberi support.
Maaf jika masih banyak yang kurang baik, silakan beri kritik dan saran untuk saya.
Jangan lupa like dan komen🙏
Follow juga IG @tulisan_sitimay
Terimakasiiihhh
__ADS_1