SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 75


__ADS_3

Jangan lupa klik πŸ‘ ❀ ⭐ vote dan tinggalkan komentar biar author semakin semangat nulisnyaπŸ’ͺ


-----


''Cie cie Yuni, cie ciee... Uhuk uhuk..'' Dinda terus menggoda Yuni yang akan di ajak jalan oleh Rio.


Kebetulan hari ini hari Minggu.


''Bisa diem nggak Din? Bingung niihh..'' Protes Yuni sambil mengerucutkan bibirnya.


''Jangan bingung-bingung, ada Dinda yang selalu bisa di andalkan..'' Kata Dinda dengan percaya diri.


Dinda langsung duduk tepat di depan Yuni yang masih merenung.


''Wahai anak muda! Katakan apa yang ingin kau katakan! Jangan mengatakan yang bisa di kata-katain!'' Ujar Dinda menirukan gaya bicara seorang magician.


''Aku tidak ingin mengatakan apa-apa wahai anak tua!!'' Jawab Yuni langsung mengacak-acak rambut Dinda dan kemudian berlari menghindar karena Dinda langsung mengejarnya.


''HAHAHAHAHA..''


Yuni tertawa puas sukses menjahili Dinda.


''YUNIIIIIII!!!!!!!!'' Teriak Dinda, suaranya langsung memenuhi seluruh ruangan, mungkin saja sudah tembus melintasi dari tembok ke tembok.


Beberapa minggu yang lalu, Rio sudah mengajak Yuni untuk jalan bareng, akan tetapi, karena ia harus wara wiri jadi terpaksa rencananya harus tertunda.


Kunjungannya ke kota ini tak ingin Rio sia-siakan lagi untuk menemui tunangan kecilnya itu.


Yaaahhh, walaupun yang di bilang kecil sudah merasa dewasa, akan tetapi, karena yang mengatakan sudah jauh lebih dewasa, maka tetap melihat tunangannya itu masih seperti anak kecil.


"Aku pake baju apa Din?" Tanya Yuni setelah mereka berdamai.


"Pake baju yang berbahan dasar kain.." Jawab Dinda santai sambil terus memainkan ponselnya.


Tanpa pikir panjang, Yuni langsung memukul lengan Dinda.


"Awww sakiitttt!!" Rintih Dinda sambil mengusap-usap lengannya.


"Makanya jawab yang bener, tolonglah Diinnn...." Ujar Yuni memohon.


"Mana sih yang salah? Kalau aku bilang pake baju berbahan dasar plastik baru salah.." Jelas Dinda yang nggak mau di salahkan.


"Terseraahh!!!! Sekarang bantu aku!!" Paksa Yuni.


Dinda langsung meletakkan ponselnya di atas meja.


"Karena aku ini seorang teman yang baik.. Makaa, aku akan tetap bisa menjadi yang di andalkan.." Ucap Dinda yang lagi-lagi memuji dirinya sendiri.


Yuni memutar ke sembarang arah.


"Hoeeeekkkkk"


"Terimakasih ya Dinda cuanteeeekkkk.." Ucap Yuni dengan senyum di buat-buatnya.


Tentu saja hal itu hanya sebuah candaan bagi mereka berdua, jadi tidak ada yang merasa tersinggung.


"Sama-sama Yuni cantiikkk.." Jawab Dinda.


Mereka langsung membuka lemari, memilah memilih pakaian mana yang paling cocok di kenakan oleh Yuni.

__ADS_1


Setelah mencoba beberapa pakaian dan menggabungkan idenya dengan ide Dinda, akhirnya Yuni memilih pakaian casual.


--


Setelah selesai shalat dzuhur, Rio langsung bergegas menuju tempat dimana tunangannya tinggal, ia tidak ingin terlambat sedetik pun.


Karena perjanjiannya hanya akan jalan-jalan santai saja, maka Rio pun juga mengenakan pakaian yang simple, cukup kaos dan celana jeans.


''Punya calon umurnya jauh, ya wajib hukumnya harus menyesuaikan biar nggak di bilang Bapak sama anak lagi jalan bareng,haha..'' Rio berbicara sendiri di perjalanan.


''Ohya kirim voice note aja dulu..'' Gumam Rio.


~Kakak sudah di jalan Dek, ting~ Pesan suara sudah terkirim.


~Ditunggu~ Balas Yuni juga mengirim pesan suara.


Rio tersenyum sendiri.


''Cepet banget balasnya..'' Gumamnya.


~Oke, tunggu ya~ Balas Rio lagi.


~Oke~ Balas Yuni.


Setelah mengirim pesan kepada Yuni, Rio kembali memfokuskan pada kemudinya agar cepat sampai.


Tidak sampai 30 menit perjalanan, Rio sudah tiba.


''Jalan dulu ya Din..'' Pamit Yuni kepada Dinda.


''Iya, hati-hati.. Jangan lupa pajak di tanggung yang jalan..'' Bisik Dinda.


Yuni lalu bergegas menuju depan, karena Rio sudah menunggu.


''Yuk..'' Ucap Yuni berdiri di depan pintu.


Rio yang masih duduk langsung menoleh.


''Nggak sabar banget nih ceritanya?'' Goda Rio sambil beranjak berdiri.


''Loh bukan gitu Kak.. Kan Kakak sudah nungguin..'' Jelas Yuni takut di sangka perempuan nggak jelas.


''Iya iya becanda, yuk..'' Jawabnya sambil tersenyum.


''Hehe..'' Yuni cuma nyengir sambil menggaruk kepalanya.


Mereka keluar dari kost-kostan Yuni sekitar pukul 13.14 WIB, ntah tujuannya kemana, yang jelas Yuni sudah mengancam tidak mau ke tempat sepi atau private, ia maunya di ajak ke tempat yang ramai.


Bukan tanpa alasan, walaupun dari penilaian Yuni sejauh ini, menurutnya Rio sosok laki-laki yang baik, tapi, ia tidak mau terlena begitu saja.


Yuni selalu mengingat pesan yang di berikan oleh keluarganya.


Yuni sangat beruntung karena Rio memang tidak pernah bersikap aneh kepadanya.


''Kita mau kemana Kak?'' Tanya Yuni setelah mereka sudah di dalam mobil.


Rio nampak sedang berfikir, sedangkan Yuni menunggu dengan seksama apa yang sedang di pikirkan oleh tunangannya itu, ia melirik sekilas.


''Walaupun sudah kepala 3, tapi masih kelihatan cute..'' Batin Yuni lalu memandang arah luar, karena ia tidak ingin ketahuan sedang senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


''Kayaknya kita langsung ke KUA ya Dek?'' Kata Rio tiba-tiba.


''HAH!!'' Yuni yang masih sibuk dengan isi hatinya langsung terkejut.


''Ehh maaf Kak..'' Ucap Yuni sambil menutup mulutnya, karena saking kagetnya ia tadi berteriak.


Rio menoleh ke arah Yuni sekilas lalu kembali fokus dengan kemudinya.


''Kakak cuma becanda lo Dek, gitu aja langsung kaget..'' Ujar Rio.


''Hehe iya Kak, emang kita mau kemana sih? Kakak masih ingat kan aku nggak mau ke tempat sepi atau private private gitu?'' Tanya Yuni serius.


''Iya Sayang..'' Jawab Rio singkat.


''Jangan panggil itu..'' Tolak Yuni dengan suara pelan.


''Iya Adek..'' Jawab Rio mengulangi sambil tersenyum.


''Kita cuma mau jalan-jalan aja kok ke mall, nanti sebelum maghrib sudah pulang..'' Lanjut Rio.


''Iya harus itu Kak, ehh..'' Jawab Yuni lalu menutup mulutnya.


''Iya iyaa.. Kakak paham..'' Ujar Rio.


''Terimakasih..'' Ucap Yuni tersenyum.


Rio membalas dengan senyuman.


Setelah beberapa menit di perjalanan, mereka tiba di tempat yang menjadi tujuan.


Setelah mendapat tempat parkir, Rio langsung turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Yuni.


Karena tadi Yuni juga akan langsung membuka pintu, tapi, Rio melarangnya.


Mereka berdua berjalan tanpa romantis karena Rio berada di depan Yuni, sedangkan Yuni yang masih gugup tidak mau berjalan berdampingan.


Saat mereka berpapasan dengan seorang laki-laki, tiba-tiba orang tersebut melontarkan sebuah kalimat.


''Mas, Mas.. Adeknya di gandeng dong.. Takut ilang tuh di belakang..'' Ucapnya sambil tersenyum mengejek.


Rio langsung berhenti dan menoleh ke belakang, begitupun dengan Yuni, pandangan mereka juga langsung saling bertemu.


''Enak aja adik, ini calon istri saya..'' Ujar Rio langsung menggenggam tangan Yuni.


''Ohh calon istri, nggak mesra banget..'' Gumam orang tersebut.


''Sok tau nih Masnya..'' Ucap Yuni yang akhirnya bersuara.


''Makanya yang mesra dikit dong Mbak, tuuuhh lihaatt..'' Balas orang tersebut sambil menunjuk ke beberapa arah.


''Nanti mesranya kalau sudah halal, permisi..'' Jawab Rio langsung menarik Yuni meninggalkan laki-laki tersebut.


-----


Terimakasih banyak kepada Kakak-kakak semua yang sudah mampir dan memberi support untuk Author πŸ™


Author mohon maaf ya kalau masih banyak kesalahan dan kekurangan, jangan sungkan memberi saran dan kritik πŸ™


Follow IG @tulisan_sitimay πŸ™

__ADS_1


__ADS_2