SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 70


__ADS_3

Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan tinggalkan komentar biar author semakin semangat nulisnya💪


-----


Della kembali ke meja kerjanya dengan pikiran yang bingung, ia terus memikirkan harus berhadapan dengan hukum.


''Bukti? Iya bukti, aku harus segera mengumpulkan semuanya dari sekarang..'' Bathin Della.


''Tapi, aku harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku, ok semangattt..'' Gumam Della menyemangati dirinya sendiri.


--


Ita menghubungi Rio bahwa ia, Yuda, dan Della akan pergi ke Jakarta.


''Tapi, maaf aku tidak bisa menemani kalian ya, karena aku masih sibuk disini..'' Ucap Rio pada sambungan telepon.


''Ya Kak tidak apa-apa, do'akan saja semuanya lancar..'' Jawab Ita.


''Aamiin..''


--


Setelah menerima telepon dari sang istri bahwa mereka sudah bisa izin, Yuda langsung memesan tiket dan penginapan untuk mereka.


Yuda memilih penginapan yang tidak jauh dari kantor sang pengacara, selain itu juga, Yuda memilih penerbangan paling pagi.


''Ok semua sudah beres, tinggal berangkat, masih ada hari besok..'' Gumam Yuda lega lalu meletakkan ponsel di mejanya kembali.


YUDA POV


"Tak semua manusia di dunia ini bisa memaafkan sebuah perselingkuhan.


Aku sangat berterimakasih kepada istriku, dia masih memberiku kesempatan untuk bersamanya dan menata kehidupan untuk masa depan.


Dia bukan buta atau pun tuli terhadap cinta, dia juga bukan bodoh, tapi, inilah pilihan hidup yang dia yakini.


Dan aku sebagai seorang suami, tak ada kata lain selain bersyukur memiliki kesempatan yang di berikan oleh Allah melalui hati istriku.


Tak kan pernah ku sia-siakan jalan kesempatan yang Kau berikan untukku..''


''Perselingkuhan itu sangat kejam, banyak yang tidak bisa taubat terhadap perilaku pengkhianatan, bukan hanya laki-laki, seorang wanita pun banyak yang melakukannya.


Apapun alasannya, perselingkuhan tetaplah salah.


Maka, jangan sia-siakan kesempatan yang di berikan, dan aku akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah ku perbuat..''


Yuda masih berdiam merenung di kursinya, pandangannya menatap ke sudut langit-langit ruangannya.


Drrtt drrtt


Ponsel Yuda bergetar membuyarkan lamunannya.


''Wa'alaikumussalam Yud..'' Ucap Yuda saat manjawab panggilan adiknya, Yudi.


''Gimana kabarnya?'' Tanya Yuda.


''Alhamdulillah baik Mas, Ibu juga sudah semakin baik..'' Jawab Yudi.


''Alhamdulillah, oh ya, apa Ibu pernah menanyakan tentang Kakakmu?'' Tanya Yuda lagi.


''Ya itulah Mas, Ibu masih terlihat benci sama Kak Ita, malah minta Mas Yuda buat pisah sama Kak Ita..'' Jawab Yudi sedih.

__ADS_1


''Ya Allah..'' Yuda menangkup wajahnya.


''Ya sudah sekarang yang penting Ibu sehat dulu ya Yud, lusa Mas akan ngurus semuanya, semoga segera selesai dan kami akan ke kampung..'' Jelas Yuda.


Disana Yudi nampak bingung dengan penjelasan Kakaknya.


''Ngurus apa Mas?'' Tanya Yudi.


''Ya tentang paket itu, kamu do'akan saja, nanti pasti bakal tau..'' Jawab Yuda.


''Ok Mas..''


--


Della memilih-milih pakaian di dalam lemarinya, mana yang akan di bawa, padahal masih ada hari esok, tapi, karena ini perjalanan jauh untuk pertama kalinya, membuat Della deg degan dan tidak mau sampai ada yang tertinggal.


Apalagi ia belum pernah merasakan naik pesawat.


''Belum juga berangkat, sekarang sudah mual..'' Gumam Della sambil memegangi lehernya.


''Aduuh, mana nggak punya koper lagi.. Besok harus beli dulu..'' Imbuhnya.


Saat Della sedang menyusun pakaiannya, tiba-tiba ponselnya berdering.


Della langsung melotot melihat nama Sarah yang menghubunginya lagi.


''Aduuuhh gimana ini, aku harus ngomong apa sama dia..'' Della mondar mandir sambil memegangi ponselnya.


Dan akhirnya Della memilih untuk mengirim pesan setelah panggilan itu tidak di jawabnya.


~Maaf Nona, saya sedang bersama keluarga, jadi tidak bisa menjawab panggilan anda~ Della.


Della langsung bergidik ngeri.


''Cepat sekali dia balasnya..'' Bathin Della.


~Baik Nona~ Balas Della.


Della meletakkan kembali ponselnya di atas kasur, baru saja dia berbalik badan, ponselnya kembari bergetar.


''Aduuhh ngapain lagi siih ni orang nelpon terus..'' Gerutu Della yang mengira itu Sarah.


Della kembali meraih ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.


''Iya halo Nona.. Ada apa lagi?'' Ujar Della sedikit kesal.


''Dell, kamu baik-baik aja kan?'' Tanya seseorang yang ternyata telepon dari Ita.


Della langsung melongo dan melihat nama di layar ponselnya.


Della menutup mulutnya tidak percaya dengan kecerobohannya.


''Maaf Bu maaf, sungguh saya tidak sengaja, baru saja Nona Sarah menghubungi saya, makanya saya kira dia telepon lagi..'' Jelas Della merasa tidak enak.


Ita tertawa kecil mendengar penjelasan Della.


''Iya iya, dia ngapain lagi Dell??'' Tanya Ita.


''Dia lagi mengingatkan Bu biar saya tidak lupa..'' Jawab Della.


''Ya sudah, saya percaya dengan apapun jawaban yang kamu kasih ke dia..'' Ujar Ita.

__ADS_1


''Oh ya, kamu sudah ada koper atau belum Dell?'' Tanya Ita lagi.


''Hehe belum Bu, belum pernah pergi kemana-mana loh Bu saya ini..'' Jawab Della sambil cengar cengir.


''Tapi, rencananya besok saya beli Bu..'' Lanjut Della.


''Kamu nggak usah beli, sudah saya belikan tadi, besok saya bawa ke kantor..'' Ujar Ita.


''Serius Bu?'' Tanya Della antusias.


''Nggak sih, cuma bohongan..'' Jawab Ita santai.


''Yaahhh..'' Della langsung lemas.


''Ya seriuslah Dell, haha..'' Jawab Ita lalu tertawa.


''Terimakasih banyak ya Bu..'' Ucap Della sambil membungkukkan badannya, meskipun Ita tidak melihat.


''Oh ya Bu, saya mau tanya, tapi, jangan di ledek ya Bu..'' Ucap Della malu-malu.


''Iyaaaa..'' Jawab Ita.


''Kenapa saya langsung mual-mual ya pas bayangin naik pesawat?'' Tanya Della.


''Biasalah itu karena belum pernah aja, besok beli obat biar nggak mabok ya..'' Jawab Ita.


''Oh gitu ya Bu.. Oke deh Bu, terimakasih banyak yaa..'' Ucap Della.


''Iya sama-sama..'' Jawab Ita lalu mengakhiri sambungan teleponnya.


--


Ita turun dari mobil dengan menenteng sebuah koper yang akan ia berikan untuk Della.


''Pagi Della, ini kopernya..'' Ucap Ita sambil menyerahkan kopernya.


Della langsung berdiri dan menerima koper tersebut.


''Waahh terimakasih banyak Bu, tau aja kalau saya suka warna pink, hehe..'' Ucap Della dengan senyuman mengembang.


''Tau doong, yaudah saya ke atas dulu ya..'' Pamit Ita.


''Iya Bu silakan..'' Jawab Della langsung meletakkan kopernya di bawah meja.


--


Keesokan paginya, Yuda, Ita, dan juga Della sudah menuju Bandara dengan di antar oleh seorang supir.


Akan menjalani penerbangan selama 2 jam, membuat Yuda dan Ita terlelap setelah 30 menit di udara, sedangkan Della tidak mau memejamkan mata karena ingin melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


''Indahnya ciptaan Tuhan..'' Bathin Della.


Hingga lama-lama akhirnya ia ikut tertidur.


-----


Terimakasih banyak kepada semua yang sudah mampir dan memberi support🙏


Maafkan jika masih banyak kekurangan, kesalahan, dan keterlambatan update yaa🙏


Follow IG @tulisan_sitimay

__ADS_1


__ADS_2