
''Tumben Bun bukan Ayah yang jemput?'' Tanya Arisa yang duduk di samping Bundanya.
''Ayah lagi ke tempat Om Yoko sayang..'' Jawab Ita yang masih fokus dengan kemudinya.
''Ohhhh, kenapa Bunda nggak ikut sama Ayah?'' Kepo Arisa.
Ita tersenyum.
''Kalau Bunda ikut, siapa dong yang mau jemput Arisa, jemput Kakak-kakak nanti sore..??'' Tanyanya.
Arisa nampak berfikir sambil memegang dagu layakya orang dewasa.
''Emmm terus Ayah sama siapa Bun kesananya?'' Tanya Arisa lagi.
''Sendiri sayang..''
''Terus nanti makannya gimana dong Bun? Terus Ayah nanti pulang apa nggak Bun? Hmm nanti kalau pulang kemalaman terus di jalan di hadang hantu gimana dong Bun? Kasian Ayah Buun..''
Tanyanya panjang lebar lalu merubah arah untuk menghadap Bundanya dengan tatapan serius.
Pertanyaan campur-campur kepolosan Arisa membuat Ita gemash.
''Sayaang... Satu satu dong nanyanya, Bunda bingung nih mau jawab yang mana dulu..'' Ucapnya sambil mengelus puncak kepala si bungsu gemash.
Hehehe
Yang di maksud malah cengengesan.
''Bunda jawab yaaa..''
Arisa mengangguk.
Ita pelan-pelan memberi penjelasan kepada putri bungsunya tersebut dengan memberi nomor urut pada jawabannya.
Di sana kan banyak rumah makan, terus tempat Om Yoko kan juga jualan makanan sayang, jadi nggak perlu khawatir Ayah bakal kelaparan.
Nanti Ayah pasti pulang, tapiii, mungkin sampai rumahnya pas sudah malam, soalnya kan Ayah juga lagi kerja sayang.
Ayah kan hebat, kalau kita tidak mengganggu, maka hantunya juga nggak bakal ganggu kita sayang, yang penting kita banyak berdo'a ya..
''Oke sayang mengerti??'' Tanya Ita menatap lekat putri sekilas, karena harus fokus mengemudi.
''Hehe ngerti Bunda..'' Jawab Arisa terus mengangguk.
''Bundaa, kita kapan berangkat ke Jakarta nya?'' Tanya Arisa lagi.
''Jum'at pagi sayang, Insyaa Allah ya..'' Jawab Ita lembut.
''Bentar lagi dooong.. ye ye ye..'' Ucapnya gembira sambil joged-joged.
Ita tersenyum melihat tingkah Arisa.
"Maaf anak-anak Bunda, Bunda terpaksa memakai kalian untuk mendapatkan sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiran Bunda.." batinnya.
"Arisa seneng ya?" Tanya Ita.
"Seneng dong Bun, kita kesana kan setahun yang lalu, malah sudah lebih.." Jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Nanti kita jalan-jalan ya.." Ajak Ita.
"Horeeee..." Arisa bersorak gembira.
Dengan sigap Arisa langsung membuat daftar tempat di mana saja yang ingin ia kunjungi.
"Banyak banget.. Emang Arisa punya uang?" Goda Ita.
__ADS_1
"Punya Bun itu yang di rumah, hehe.." Jawabnya mengingatkan Bundanya bahwa ia memiliki tabungan di rumah.
"Anak pinterr.." Kata Ita mengusap kepala Arisa lagi.
Di kota X.
Yuda tengah berbincang dengan adiknya, Yoko, di ruang kerjanya.
"Gimana Ko?" Tanyanya to the point.
"Alhamdulillah Mas, pengunjung selalu rame.." Jawab Yoko.
Yuda manggut-manggut.
''Bagus, saya kasih kepercayaan ini ke kamu, jadi apa pun yang akan terjadi, kamu harus tetap di pihak saya..''
Yoko spontan mengangkat kepala dan menatap Kakaknya dengan tatapan heran.
''Maksudnya apa Mas?''
''Tidak ada maksud apa-apa, hanya saja saya tidak ingin kamu mengkhianati kepercayaan Mas mu ini..''
Jelas Yuda.
''Iya Mas..'' Jawab Yoko singkat.
Walaupun dalam pikirannya masih menerka-nerka apa maksud dari kalimat sang Kakak.
''Saya mau istirahat di sini saja..'' Ucap Yuda dan Yoko langsung mengerti.
Hari menjelang akhir pekan yang di tunggu oleh anak-anak.
''Bawa baju yang ini, yang ini, yang ini..''
''Yang itu Bun biar keren..'' Lanjut Yuta.
''Aku sama kayak Kak Yuki..'' Sahut Arisa.
''Nggak mau di samain..'' Yuki cemberut.
''Sudah-sudah nggak boleh ada yang ngambek, ini kan kaosnya kita semua punya sama Kak, semua nanti pake ini pas ke tempat wisata X..'' Jelas Ita agar Yuki tidak ngambek.
''Oooooo, ya udah deh..'' Kata Yuki mengalah.
Mama geleng-geleng melihat tingkah cucu-cucunya.
"Nenek kenapa nggak ikut siihh?'' Tanya Yuki kepo.
''Nenek gampang capek sayang kalau perjalanan jauh, kalian harus happy ya nanti, pokoknya di nikmati, jangan lupa oleh-oleh buat Nenek sama Mbak Desi..'' Canda Nenek.
''Siap Nek, nanti Bunda yang beliin..'' Sahut Yuta.
''Kok Bunda??'' Tanya Ita menunjuk dirinya sendiri.
''Kan Bunda yang punya uang..'' Jawab Yuta cengar-cengir.
Ita mencubit hidung putranya gemas.
Saat mereka sedang sibuk berkemas, Yuda sedang di kamar dengan kesibukan di depan monitornya, ia memilih terima beres apa yang hendak di bawa oleh istri dan anak-anaknya.
''Nanti kalian nginap di rumah Ridwan kan?'' Tanya Nenek mendekati Ita.
''Iya Ma, tapi Mas Yuda nginap di hotel..'' Jawab Ita tersenyum.
''Kalian atur saja, yang penting jangan sampai anak-anakmu bisa curiga..'' Pesan Mama setengah berbisik.
__ADS_1
''Iya Ma..''
Yuda dan Ita memilih penerbangan pagi sekitar jam 09.00 WITA, agar memiliki banyak waktu lebih untuk istirahat.
Mereka check in di Bandara pukul 07.30, karena mereka tidak mau terburu-buru.
Setelah menunggu, akhirnya boarding juga, karena penerbangan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam, anak-anak pada tertidur pulas setelah menerima makanan.
2 jam berlalu, pesawat yang membawa mereka akhirnya landing dengan sempurna tanpa delay di Bandara S.H.
''Nak, bangun..''
''Ayok bangun sudah sampai..''
Yuda dan Ita membangunkan anak-anaknya yang masih tertidur pulas.
''Hoaaaammmmm''
Mereka memastikan keadaan sekitar dan ternyata benar sudah tiba.
Setelah antri bagasi, mereka memesan taxi online untuk di pesan sampai sore.
Karena Ita dan anak-anak menginap di rumah Ridwan, sedangkan Yuda di hotel.
Puas jalan-jalan hingga sore, mereka menuju ke kediaman Ridwan.
''Kok Ayah nggak ikut?'' Tanya Arisa yang di ikuti oleh Kakak-kakaknya.
''Ayah kan mau sekolah sayang, kalau dari rumah Uwa kejauhan, nanti telat terus di hukum sama gurunya kan kasian..'' Ucap Ita beralasan.
''Kasian Ayah..'' Jawab Arisa bersedih.
15 menit perjalanan, Ita tiba di rumah sang kakak.
Mereka langsung di sambut hangat, karena sudah memberi kabar sebelumnya.
''Ayo ayo masuk..''
Ajak Laras, istri Ridwan.
Ia langsung mengajak Ita dan anak-anaknya untuk menuju kamarnya.
''Ini kamarnya, sederhana ya sayang..'' Ucapnya di hadapan anak-anak.
''Sama aja Uwa..'' Suara Ita mewakili, karena anak-anaknya pada malu-malu.
''Kakak-kakak kemana?'' Tanya Ita celingukan melihat sekitar mencari keberadaan kedua ponakannya yang sudah remaja.
''Mereka sekolah di Bandung sekarang, kami cuma berdua di rumah sama Mbak aja..'' Jawabnya.
''Wahh honeymoon terus dong..'' Goda Ita.
''Sudah tuaa, hahaha..'' Bisik Laras.
''Bisa aja Kakak ini..'' Jawab Ita.
Karena waktu sudah sore, waktunya Ita untuk mengurus anak-anaknya agar mandi dengan benar.
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari segala sisi🙏
Monggo berikan kritik dan saran agar saya bisa lebih baik lagi🙏
Jangan lupa like setiap episode, di komen dan vote juga makin boleh😁🙏
Follow IG @tulisan_sitimay
__ADS_1
Terimakasiiihh🙏