SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 59


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


-----


Semua teman-teman Yuni yang datang juga nurut akan perintah ini.


Semua para gadis sudah merasa panas tangannya ingin update di sosial media masing-masing, tapi, karena ancaman yang di berikan Dinda menuju ke penjara jika ada yang berani nekat menyebarkan, maka, mereka akhirnya mengalah dan mengiyakan.


Rio mengajak Yuni untuk mendekati kue ulang tahun yang sudah ada di atas sebuah meja yang cantik.


Kue berbentuk hello kitty berwarna biru, karena Yuni sangat menyukai karakter hello kitty si kucing imut dan juga penggemar warna biru.


''Makasiihh..'' Ucap Yuni lagi yang terus menutup mulutnya karena terharu.


Di belakang meja di buat dekorasi dengan tulisan..


...''HAPPY BIRTHDAY GADIS PALING CANTIK''...


Yuni tentu saja sangat bahagia menerima kejutan ini.


"Terimakasih buat Kak Rio dan Dinda atas semuanya, dan juga untuk teman-teman semua yang sudah menyempatkan waktu datang kesini.."


"Jujur, aku sendiri juga kaget di bawa kesini sama anak luar planet ini.." Ucap Yuni mencubit lengan Dinda.


"Awww sakitt tau.." Pekik Dinda yang merasa kesakitan, ia lalu mengelus-elus lengannya yang sakit.


Dan Yuni tidak mempedulikan itu.


"Emm, mau ngomong apalagi ya.." Yuni bingung sendiri karena tidak ada persiapan apa-apa.


"Hehe pokoknya terimakasih, karena semua ini yang nyiapin itu Kak Rio, jadi ya monggo saja selanjutnya mau ngapain, kita ngikut saja ya teman-teman.." Ucap Yuni lalu menutup mulutnya, dia sedang merasa kegugupan.


Rio tersenyum melihat kegugupan Yuni.


"Ehm.."


Semua langsung memandang ke arah Rio yang berdiri di samping Yuni.


"Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih untuk teman-teman Yuni dan semua yang sudah membantu, walaupun mendadak tapi hasilnya luar biasa sukses.." Ucap Rio.


"Emm.. Disini saya melarang kalian semua untuk melakukan foto atau video karena saya menghargai privacy Yuni, semoga kalian semua bisa mengerti ya..'' Ucap Rio meminta maaf.


''Dan ada satu hal lagi.." Lanjut Rio.


Nampak kegugupan sedang di rasakan oleh Rio, ruangan yang full AC tetap membuatnya mengeluarkan sedikit keringat karena gugup.


Semua penasaran dengan ucapan Rio yang terhenti, termasuk Yuni.


Rio tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jeansnya.


''AAAAAAA.....'' Teriak para ciwi-ciwi terkejut melihatnya karena baper.


Dinda juga terkejut karena ini tidak di ungkapkan dalam rencana mereka sebelumnya.


''Diinn..'' Yuni meraba-raba di belakangnya, tapi, tidak menemukan apa pun, setelah menoleh ternyata Dinda sudah berpindah tempat.


Yuni kembali menatap Rio.


''Will you marry me?''


Ucap Rio membuka kotak emas berwarna merah itu.


Yuni langsung menutup mulutnya tidak percaya, kedua matanya kembali berkaca-kaca lalu menoleh lagi ke arah Dinda.


Dinda mengangguk semangat, begitu pun dengan teman-teman yang lain, semua mengacungkan jempol tanda setuju.

__ADS_1


Yuni kembali menghadap Rio.


''Emm, tapi Kak..'' Yuni bingung mau jawab apa.


Jantungnya serasa berdetak lebih kencang, kalau bukan ciptaan Allah mungkin sudah copot.


''Emm Kakak akan tunggu sampai kamu siap, ini hanya untuk sebagai langkah awal, nanti ketika kamu sudah siap, maka akan ada lamaran secara resmi..'' Ucap Rio.


Yuni mengangguk.


''Iya aku mau Kak..'' Jawabnya malu-malu.


Rio langsung tersenyum lebar dan menangkupkan kedua tangan di wajahnya, ingin rasanya langsung sujud syukur saat ini juga.


''Terimakasih..'' Ucap Rio langsung memasangkan kalung tersebut dan terlihat jelas inisial huruf R meskipun berukuran kecil.


Yuni memegang huruf R tersebut dan memandang Rio.


Senyuman terus terpancar dari mereka sampai membuat semuanya merasa baper.


Rio sebelumnya mencari informasi tentang kesukaan Yuni kepada Dinda, tentu saja informasi yang sangat mendadak.


Rio mengenakan kemeja berwarna navy dan Yuni memakai dress berwana navy juga.


Tentu saja itu sesuai pesanan Rio yang di percayakan kepada Dinda.


Sedangkan teman-teman yang lain menggunakan pakaian berwarna biru muda, sesuai permintaan dari Rio juga.


Semua menikmati hidangan dan alunan musik.


Rio dan Yuni berada di meja yang sama hanya berdua.


Tak ada kata-kata apapun yang terlontar, mereka fokus dengan makanan.


Dan tiba-tiba ponsel Yuni berdering tanda panggilan video masuk, Yuni melihat nama di layar ponselnya.


Uhuk uhuk


Yuni tersedak dan matanya langsung melotot.


Rio langsung panik, dia memberikan minum untuk Yuni.


''Terimakasih..'' Ucap Yuni.


''Kamu nggak papa?'' Tanya Rio khawatir.


''Nggak, nggak papa.. Emm ini.. anuu Kakakku nelpon..'' Yuni berbicara pelan.


''Kenapa nggak di angkat?'' Tanya Rio santai.


''Mana bisa?? Nanti aku di marahin..'' Jawab Yuni langsung ngegas.


Hahaha


Rio tertawa mendengar kepanikan Yuni.


Karena Yuni terus panik, dering telponnya sampai berhenti.


''Aduuh mau ngomong apa ini..''Gumam Yuni.


''Ya udah pindah tempat dulu, nanti kasih lihat teman-temanmu, sekalian di kenalin juga boleh ini calon adik iparnya..'' Canda Rio.


''Huh cari mati itu namanya..''


Yuni tidak menyadari bahasanya terlalu keras, tapi, Rio menyadari bahwa Yuni sangat berusaha untuk patuh kepada keluarganya.

__ADS_1


Yuni berpindah tempat, ia melakukan panggilan video call kepada Yuda.


''Assalamu'alaikum Maskuu..'' Ucapnya sumringah.


''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Yuda, Ita dan keponakan-ponakannya serempak.


''HAPPY BIRTHDAY TANTE YUNI..''


Ucap mereka.


''Makasiiihhhh kesayangankuuhh semua, muah muah..'' Jawab Yuni sambil kiss jauh.


''Lagi di mana ini kok kayak dandan?'' Tanya Ita dengan tatapan menyelidik, Yuda langsung ikut memperhatikan.


Yuni langsung panik.


''Emm ini lagi di traktir teman, tuuhhh teman-teman akuu..'' Ujar Yuni sambil mengarahkan ponselnya ke teman-temannya


''Percaya aja udaahh biar cepett..'' Batin Yuni saat mengarahkan ponselnya.


''Tante kalungnya bagus, ada R nya..'' Timpal Arisa yang menyadari.


Yuni langsung makin panik.


''Dari siapa kalungnya?'' Tanya Yuda dengan menaikkan volume suaranya.


''Emm ini dari teman loh Mas, kan di kasih kado, masak di tolak..'' Ujar Yuni sambil mengerucutkan bibirnya.


''Kenapa harus pake huruf R, kalau Y atau A masih nyambung??'' Selidik Yuda lagi.


''Ya nggak tau loh Mas..'' Jawab Yuni bingung.


''Aku ulang tahun loh Mas sekarang, masak mau di bikin nangis, nggak kasian apa sama aku..'' Akhirnya Yuni menemukan jurus.


''Helleh andalan..''


''Jangan lama-lama, cepet pulang..'' Suruh Yuda.


''Iya-iya Mas, udah dulu ya nggak enak sama teman-temanku..'' Ucap Yuni.


''Hmm yaa, Assalamu'alaikum..'' Ucap Yuda mengakhiri sambungan telepon.


''Wa'alaikumussalam.. Hih kebiasaan yang nelpon sini, sana yang matiin duluan..'' Gerutu Yuni kesal.


Yuni kembali untuk ke tempat duduknya.


''Maaf ya Kak lama..'' Ucap Yuni.


''Iya..'' Jawab Rio sembari tersenyum.


Akhirnya dengan perasaan tidak enak Yuni meminta izin untuk pulang.


Rio pun mengantarkan Yuni pulang, karena Dinda sedang asyik ngobrol.


''Maaf ya teman-teman, aku duluan..'' Ucap Yuni.


''Bye bye..'' Mereka membalas lambaian tangan Yuni.


-----


Terimakasih ya yang sudah mampir untuk memberi dukungan kepada author🙏


Semoga author bisa lebih baik lagi untuk up episode lebih banyak🙏💪


Follow IG @tulisan_sitimay

__ADS_1


__ADS_2